Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 15


__ADS_3

Darrel bergerak dari posisinya dengan perasaan kesal, dia menyambar handuk mendominasi berwarna putih yang ada di atas kursi sofa yang terletak tidak jauh dari kasur kamar tersebut, laki-laki itu menutupi seluruh bagian perut dan juga apa hanya dengan cepat, kemudian dia bergerak menuju ke arah depan dan membuka pintu kamar tersebut.


seketika setelah dia membuka pintu kamar itu alis tajam laki-laki tersebut langsung naik dengan sempurna, rahangnya langsung mengeras saat dia menyadari siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"Aku cukup terkejut kau menyusul ku ke sini, bibi"


laki-laki tersebut bicara sembari dia menatap tajam ke arah wanita yang ada di hadapannya tersebut, itu adalah bibi nya, saudara dari ibu Darrel.


sebenarnya hubungan mereka tidak terbilang harmonis, cukup tidak menyukai wanita yang ada di hadapannya tersebut, selain hanya menjadi benalu dalam keluarga mereka wanita itu jelas begitu tergila-gila dengan uang dari keluarga Oxtone.


bahkan hingga sejauh ini Darrel cukup curiga antara hubungan bibinya dan juga Alisa, sebab sang istrinya tersebut cukup dekat dengan bibinya itu sejak dulu hingga sekarang.


padahal ibunya jelas sangat kurang menyukai saudara nya tesebut, di mana semua keluarga Oxtone sangat tahu sekali watak materialisme wanita di hadapan nya itu.


mendengar ucapan dari darah seketika membuat wajah wanita itu sedikit kesal.


"iya aku dengar kau pergi ke Swiss untuk melakukan pertemuan dengan salah satu klien mu, karena kebetulan aku juga ada di sini jadi aku pikir menyusul bukan masalah yang sulit"


Ucap wanita tersebut dengan tidak tahu malunya, kemudian sejenak bola mata wanita itu mencoba mengintip kearah dalam, tidak tahu kenapa tapi hati kecilnya berpikir Darrel tengah bersama dengan seorang perempuan.


dan jika benar ada perempuan di dalam sana dia pikir dia bisa melaporkannya pada akhirnya perempuan bodoh itu bisa memanfaatkan bukti tersebut untuk mendapatkan apa yang dia mau.


melihat bola mata wanita yang ada di hadapannya itu mencoba mengintip kedalam kamarnya, laki-laki itu dengan gerakan Pasha langsung menariknya itu kamarnya dan menutupnya dengan cepat sedangkan dia rasa keluar dari sana dan melepas pergi meninggalkan wanita itu.


"Yakkkk Darrel apa kau tidak bisa bersikap sedikit sopan...."


Dia ingin marah melihat ekspresi dan kelakuan darah saat menyambut, tapi belum juga dia bisa menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Darrel berbalik dan menatap tajam pada dirinya, hal tersebut seketika membuat wanita itu menciut dan dia menelan salivanya.

__ADS_1


tidak dipungkiri semua orang di keluarga Oxtone takut pada laki-laki yang ada di hadapannya itu, karena setelah ayah mereka pensiun dan meninggalkan perusahaan, satu-satunya yang mewarisi kekayaan keluarga Oxtone adalah Darrel, sebab tidak ada lagi penerus lain dari laki-laki di keluarga mereka kecuali Darrel.


Ah tidak, sebenarnya ada satu laki-laki yang boleh mewarisi kerajaan Oxtone saat ini, tapi realitanya laki-laki tersebut sangat tidak bisa diandalkan, karena laki-laki itu jelas lebih memilih untuk berfoya-foya dan juga bermain perempuan kemanapun yang dia sukai.


hingga akhirnya laki-laki tersebut dicoret dari daftar penerus kerajaan Oxtone, hingga akhirnya keberuntungan menghantam Darrel.


realitanya aturan di dalam keluarga mereka perempuan tidak pernah boleh berkuasa dan memimpin pada perusahaan, mereka hanya cukup ikut menanam sedikit saham dan hanya menjadi istri di rumah, duduk manis dan menunggu apa yang diberikan oleh sang suami.


Dan itu menjadi kemalangan untuk wanita tersebut saat ini, karena itu daripada dia tidak mendapatkan apapun yang dia inginkan dia lebih baik meminta laki-laki itu memberikan jadwal bulanannya untuk memberi barang-barang limit edition sesuai dengan keinginannya meskipun itu terkadang harus diatur oleh dengan alasan dirinya terlalu melakukan pemborosan.


"sejak kapan aku harus tunduk pada perempuan di dalam rumah kita, bibi Lina?"


Tanya Darrel sembarina menatap tajam wajah wanita yang ada di hadapannya tersebut, bahkan tatapan laki-laki itu jelas sanga mengintimidasi bahkan dia terlihat sedikit kesal menatap sang bibi nya karena Bagi Darrel wanita ini baru saja mengganggu kesenangannya.


mendapatkan tatapan mengerikan itu seketika membuat wanita itu sedikit kehilangan cara bernafasnya dengan benar, dia pikir wajar saja jika Alisa cukup kesulitan untuk menaklukkan Darrel, coba lihat sendiri bagaimana laki-laki itu memperlakukan seorang wanita, dia pikir siapa yang bisa menaklukkan laki-laki itu bahkan membuatnya tunduk, Alisa saja tidak pernah mampu melakukannya sejak dulu hingga sekarang, meskipun mereka berdua terikat dengan pernikahan bahkan telah memiliki Gea di antara mereka.


"Maafkan aku Darrel, kau tahu aku hanya butuh sedikit uang untuk bersenang-senang"


dan sesuai dugaannya laki-laki tersebut benar-benar ada di sana hingga akhirnya di sinilah dirinya menyusul dari hanya demi tumpukan uang yang begitu dicintai.


Dia benar-benar menginap di istana spektakuler nya.


Batin Lina kesal.


Lina pikir kehidupan Darrel benar-benar di luar ekspektasi nya.


mendengar ucapan wanita itu Darrel terlihat mendengus,dia berjalan bergerak menuju ke arah lemari pendingin yang ada di sisi kanannya, laki-laki itu meraih sebuah botol minuman lantas dengan cepat meraih sebuah gelas kaca dengan menuangkan minuman itu ke dalam gelas tersebut.

__ADS_1


"pergilah aku akan mengirimkannya dalam 10 menit, gunakan sebaik-baiknya itu akan dipotong dengan jatah saham yang ada di dalam perusahaan atas nama bibi"


Ucap laki-laki itu kemudian dia perlahan langsung menyesap minuman yang ada di tangannya.


mendengar kata-kata yang dilontarkan Darrel seketika membuat lina langsung merengut.


"kau semakin lama semakin pelit kepadaku"


Ucap perempuan itu.


laki-laki tersebut tidak menghiraukan ucapan Lina, dia mulai menghabiskan minuman yang ada di tangannya tersebut secara perlahan, kemudian laki-laki itu meletakkan gelas yang ada di tangan kanannya itu ke atas meja.


Bibi Lina berusaha menghela kasar nafasnya, kemudian wanita itu berkata.


"Yeah kau yang memiliki kekuasaan jadi itu terserah padamu"


ucapnya dengan cepat kemudian wanita itu secara perlahan ingin membalikan tubuhnya.


namun realitanya belum juga di sempat membalikan tubuhnya tiba-tiba Darrel berkata.


"aku hanya ingin memperingati bibi, berhentilah menutupi tingkah laku Alina, bibi tahu aku tidak buta bahkan telingaku tidak tulis sama sekali"


ucap laki-laki tersebut kemudian hingga membuat wanita itu menghentikan langkah kakinya.


"jangan terlalu banyak tingkah di belakangku, sebab aku tahu apa yang kalian berdua lakukan selama ini dalam diam, jadi berhati-hatilah dalam bertindak sebelum menyesal"


lanjut laki-laki itu lagi kemudian dia membalikkan tubuhnya dengan cepat.

__ADS_1


Lina seketika tercegah, wajahnya langsung memerah dan dia kehilangan kata-katanya.


Kau... bagaimana?!.


__ADS_2