Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 42


__ADS_3

Kembali ke Mansion utama Darrel


Begitu mobil Darrel berbelok masuk ke gerbang depan seorang security berlarian dengan cepat membuka gerbang tersebut dengan cepat,dia membiarkan mobil Darrel bergerak masuk menuju kearah garasi.


Darrel terlihat mensejajarkan Mobil milik nya di antara beberapa mobil kesayangan nya, memastikan posisi parkir nya aman dan tidak terganggu, dimana dia juga memastikan akan keluar dengan aman dari dalam sana mengingat Gea masih terlelap dalam tidur nya, jadi dia jelas berinisiatif mengangkat putri nya tersebut.


Begitu dia mematikan mesin mobilnya laki-laki tersebut langsung turun dari mobil tersebut menuju ke sisi pintu di mana Gea berada.


Secara perlahan Darrel meraih tubuh mungil perempuan yang ada di hari Kamis tersebut, memasukkannya ke dalam pelukannya dan memasukkan Gea kedalam pelukan nya dengan cara bridal style.


Dua pelayan bergerak cepat mendekati Darrel yang menggendong Gea, mereka langsung menundukkan kepala mereka dengan cepat.


"Bawa semua barang-barang kami ke dalam dan pastikan tidak ada yang tertinggal"


Perintah mutlak laki-laki tersebut kepada kedua pelayannya, kemudian dia dengan cepat bergerak membawa putrinya masuk ke dalam Mansion, dan berjalan menuju ke arah kamar miliknya.


Darrel fikir mulai hari ini dia tidak akan membiarkan Gea tidur di kamar terpisah dengan dirinya, dia ingin Perempuan tersebut tinggal di kamarnya agar mereka tidak pernah bisa terpisahkan dan dia bisa lebih leluasa bisa bersama Gea.


Para pelayan menatap Darrel agak bingung, mereka pikir seharusnya sang tuan membawa nona muda mereka ke kamar Gea sendiri tapi agak heran karena  laki-laki tersebut membawa putrinya masuk kedalam kamar nya.


Meskipun ingin heran mereka pikir itu hal yang lumrah, seorang ayah memperlakukan putri nya begitu dan sangat istimewa, tidak aneh jika seorang ayah melakukan hal tersebut dan membiarkan putri mereka tidur dikamar yang sama.


Besok-besok juga pasti akan kembali seperti semula mengingat hari ini pasti kelelahan dan memutuskan untuk membiarkan putri nya tidur di kamar tuan nya.


Tapi tetap saja pada akhirnya jutaan tanda tanya menghantam isi kepala mereka, laki-laki tersebut kenaoa begitu manis dan lembut pada putri nya hari ini?!.


Siapa tidak kenal dengan Darrel Oxtone? Laki-laki tidak ramah dan dingin itu jelas tidak pernah bersikap begitu sebelumnya.


Dia bahkan tidak pernah peduli dengan istri nya sendiri nyonya Alisa, jadi begitu laki-laki tersebut menaruh perhatian pada putri nya maka tidak heran orang-orang akan terkejut setengah mati sembari mengerutkan kening mereka, hingga membuat mereka bertanya-tanya.


Ada apa dengan sang tuan?!.


Dikala pemikiran menerjang, laki-laki tersebut kembali bergerak menjauhi semua orang dan memilih masuk kedalam kamar nya,. menutup pintu kamar tersebut dengan kakinya dan bergerak mendekati kasur miliknya.


Setelah meletakkan tubuh Gea ke atas kasur nya, dia kemudian mengembangkan senyuman terbaiknya untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut mencium lembut bibir putri nya kemudian memutuskan untuk pergi dari sana.


Dia bergerak keluar dari kamar dan memilih untuk turun ke lantai bawah sejenak, setelah itu baru berpikir untuk kembali lagi ke kamar nya.


"Dimana Alisa?"


Darrel bertanya pada satu pelayan yang tengah menyeret koper milik Gea, koper warna pink dengan gambar hello tersebut ditarik dengan sedikit kepayahan oleh sang pelayan.


Mendengar pertanyaan sang tuan nya, pelayan tersebut buru-buru berhenti, dia menundukkan kepalanya kemudian menjawab.


"Nyonya bilang dia harus pergi ke satu tempat, dia akan kembali secepat nya sebab ada hal penting yang harus dia kerjakan"


Jawab pelayan tersebut cepat.


Mendengar jawaban seperti itu membuat Darrel mengerutkan keningnya, dia terlihat diam untuk beberapa waktu hingga akhirnya memilih untuk bergerak pergi meninggalkan pelayan menuju ke arah dapur.

__ADS_1


Laki-laki tersebut mendekati lemari pendingin seraya dia mencoba menghubungi seseorang.


"Katakan pada ku kemana dia?"


Darrel bertanya cepat dengan seseorang diseberang sana.


Cukup lama dia menunggu jawaban nya.


Mendengar Jawa dari seberang sana, Arsen terlihat menaikkan ujung bibirnya, dia kemudian meraih 1 botol air minum dan mulai menyesap nya cepat.


Dia meneguk sedikit demi sedikit Minuman dingin itu, membiarkan minuman dingin tersebut melewati tenggorokan nya, membasahi dan menghilangkan rasa haus dari tenggorokan nya pula.


"Bergerak terus dan kita lihat apa yang akan dja lakukan seterusnya"


Setelah berkata begitu Darrel buru-buru menutup panggilan nya, dia meletakkan kembali botol berisi minuman tersebut dengan cepat.


Kemudian laki-laki tersebut secara perlahan beranjak dari sana, memutuskan untuk kembali naik menuju ke arah kamarnya.


Alisa, rencana apa lagi yang akan kamu buat saat ini?!.


Laki-laki tersebut membatin di dalam hatinya, dia mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu, sembari mengepalkan telapak tangannya.


Bagi Darrel Alisa telah bergerak sejauh ini, karena itu kali ini dia tidak akan memberikan kesempatan perempuan itu lagi untuk bisa menikmati apa yang sebenarnya bisa perempuan tersebut nikmati.


Kali ini dia telah kehilangan rasa iba dan kasihan nya, bagi Darrel seorang Alisa sudah tidak pantas mendapatkan kedua-duanya.


Kali ini Darrel lebih suka memfokuskan diri nya pada Gea, dia tidak lagi peduli dengan Alisa, karena baginya dunia nya saat ini adalah Gea.


Dan Silsila?!.


Dia tahu siapa orang yang tepat yang akan menyelamatkan nya.


Darrel tidak akan mengulangi waktu atau kembali pada kisah masa lalu, dia laki-laki simple yang enggan menoleh kebelakang meskipun tidak dipungkiri terkadang hati masih diam-diam merindukan masa lalu.


Meskipun dia tahu seseorang mungkin kadang berpikir masa lalunya jauh lebih baik dan lebih mudah jika dibandingkan sekarang. Hal tersebut merupakan cara yang dimainkan pikiran, terutama saat seseorang merasa lemah atau sedang dalam kesulitan.


Bahkan ilmu psikolog mengungkapkan ingatan seseorang tentang indahnya masa lalu bisa jadi bertentangan dengan fakta yang terjadi sebenarnya. Terbukti seorang psikolog menyebutkan, permainan pikiran itu jarang menilai secara objektif bahwa masa lalu seseorang memang lebih baik atau sebaliknya.


pola pikir yang ‘cacat’ ini sebagai rosy retrospection, yaitu fenomena psikologis seseorang yang terkadang menilai masa lalu secara tidak proporsional, menganggap lebih positif jika dibandingkan masa kini.


Dan bagi Darrel tanpa masa lalu tidak akan ada masa depan namun dia tidak akan menjadi sang pemikir yang cacat atau disebut Rosy retrospection hanya demi menyesali hal yang telah berlalu.


Fokusnya adalah mencari tahu siapa yang mengacaukan soal masa lalu, tapi dia tidak akan kembali ke masa lalu yang di anggap nya tidak penting lagi sama sekali.


*******


Disisi lain


Kembali ke Silsila

__ADS_1


Ketika dia mencoba memberontak setengah mati satu suara mengejutkannya, suara yang tidak asing di balik telinganya yang tidak pernah lagi dia dengar selama belasan tahun ini.


"Silsila"


Sosok tersebut mencoba meraih tubuhnya, memaksanya untuk masuk ke dalam pelukannya, hal itu membuat perempuan tersebut semakin memberontak ketakutan, dia takut itu adalah Alisa atau bahkan kekasih perempuan gila itu.


"Ini aku"


Dan dia seketika langsung terdiam ketika sosok itu memeluknya dengan erat, kemudian menyentuh kedua belah pipinya sembari Berkata.


"Lihat aku, Silsila, ini aku, vier..."


Dia langsung terdiam dan mencoba menatap sosok laki-laki yang ada di hadapannya.


Vier, nama itu telah lama menghilang dan tenggelam di dalam ingatannya, kesalahan satu malam yang menyeretnya pada banyak hal tragis di dalam hidupnya.


Bola matanya menatap sosok laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, dulu usia vier tidak jauh berbeda dengan Darrel, hanya beberapa tahun lebih tua, sekitar 3-4 tahunan, wajahnya saya itu masih terlihat sangat muda, benar-benar tipe gadis berusia 17-25 tahunan, kini wajah itu tidak banyak berubah, tetap tampan seperti dulu namun terlihat jauh lebih dewasa, sangat dewasa dengan jambang tipis dan bulu-bulu halus di wajahnya.


Tubuhnya jauh lebih berisi dan kekar, dia terlihat lebih karismatik dan sangat dewasa, tidak mungkin tidak ada perempuan yang tidak jatuh cinta padanya.


Laki-laki tersebut menggenggam erat kedua belah pipi Silsila, menatap perempuan itu dengan bola mata berkaca-kaca.


"Ini aku.."


Laki-laki tersebut kembali mengulangi kata-katanya, entah apa yang ada di dalam hatinya dan juga apa yang ada di dalam pikirannya Silsila sama sekali tidak bisa menebaknya.


Bencikah silsilah kepada atas peristiwa malam itu?!.


Tidak.


Dia tidak pernah membenci laki-laki tersebut, dia yang salah sejak awal karena masuk ke dalam keluarga orang dalam lingkungan kelas atas, dimana orang-orang kaya selalu Bermain licik untuk mendapatkan sesuatu, dimana laki-laki kaya akan selalu menjadi incaran para perempuan diluaran sana.


Dan malam itu mereka terjebak dalam jebakan Alisa, andaikan saja dia mendengar kan kata-kata ayah nya sejak awal, dia mungkin saat ini hidup bahagia dengan laki-laki pilihan ayah nya bersama putra dan putri mereka, hidup bahagia dalam kesederhanaan yang memang sudah layak menjadi milik mereka.


"Aku mencari mu begitu lama"


Vier bicara cepat, memecah pemikiran silsila.


Mencari nya?!.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat bola mata Silsila berkaca-kaca.


Masih ada yang mau mencari nya?!.


Dan didetik berikut nya tangis perempuan tersebut pecah, menyatu dengan keheningan angin malam dan melebur menjadi satu dalam ke piluan yang mendalam.


"Maafkan aku, benar-benar maafkan aku yang terlambat menemukan kamu"


Vier kembali menenggelamkan perempuan tersebut ke dalam pelukan nya, dia membiarkan Silsila tenggelam dalam kekecewaan dan tangisan nya.

__ADS_1


__ADS_2