
Setelah melewati perjalanan menuju ke arah apartemen Venus yang terletak di jantung kota Paris, dimana sebenarnya jarak antara restoran 58 tour Eiffel cukup terbilang tidak begitu jauh, tapi karena Gerald memilih untuk memutar menghabiskan waktu bersama kekasih kecil nya hingga membuat perjalanan tersebut menjadi cukup panjang dan lama.
Pada akhirnya Mereka tiba di depan apartemen yang ditempati oleh Venus, Gerald menepikan mobilnya di area parkiran secara perlahan, memposisikan mobilnya dengan tepat.
Setelah itu dengan gerakan cepat Gerald melepaskan sabuk pengaman milik nya kemudian membantu Venus melepas sabuk pengaman milik nya, selanjutnya laki-laki tersebut langsung turun dari mobilnya dan berjalan memutar ke arah pintu mobil sisi dimana Venus duduk.
Laki-laki itu dengan cekatan membuka pintu mobil tersebut dan membawa Venus turun dari sana.
"Lelah?"
Gerald bertanya sambil mensejajarkan langkah, dia fikir mengantarkan perempuan teras ke atas bukan persoalan besar.
"Tidak"
Venus buru-buru menggelengkan kepalanya.
Mereka berjalan perlahan menuju kearah dalam, mencari kamar elevator dan mulai memasuki pintu elevator secara Perlahan.
Hari ini benar-benar seperti kencan manis yang di peroleh oleh gadis remaja seusia Venus.
Dia fikir Daddy Gerald jauh lebih perhatian dari pada putra Laki-laki itu si Bastian.
Bersama Bastian mereka acapkali memperdebatkan hal-hal kecil yang di anggap Venus sebenarnya tidak penting, Bastian terlalu suka dengan hal yang ribet dan bergerak dengan terburu-buru.
Segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat, itu yang paling tidak dia sukai dari laki-laki tersebut.
__ADS_1
Bahkan belum lagi tiap kali mereka pergi, Maria Oh zialan harus menjadi orang ke tiga yang terlalu suka ikut campur urusan mereka.
Dulu Venus terlalu naif, dia fikir mungkin karena Bastia dan Maria sahabat yang cukup dekat, maka dimana Bastian berada dia anggap cukup masuk akal jika Maria juga mesti ada disana.
Tapi siapa sangka jika gadis tersebut memiliki ketertarikan pada Bastian, dan sekarang Bisa Venus simpulkan Maria Oh zialan pasti menyukai Bastian secara mati-matian.
Seharusnya dia menyadari nya sejak awal.
Karena itu bisa jadi di sebab kan olehnya sikap cemburu berlebihan gadis tersebut hingga menyeret dia pada peristiwa malam kemarin.
Cinta memang terkadang bisa membutakan mata dan hati seseorang.
Fikir gadis itu.
"Jika butuh sesuatu jangan lupa hubungi Daddy"
Tiba-tiba laki-laki tersebut mengeluarkan handphone nya, entah apa yang di ketik laki-laki tersebut disepanjang mereka menyusuri lorong menuju ke kamar Venus.
Tiba-tiba terdengar sebuah notifikasi masuk dari handphone Venus.
Perempuan tersebut mengerutkan keningnya.
Buru-buru Venus membuka handphone nya, cukup lama hingga dia membulatkan bola , matanya.
Hahh?!.
__ADS_1
Dia jelas Terkejut.
Buru-buru Venus menatap kearah Gerald.
"Daddy, ini untuk apa?"
Dia fikir kenapa Laki-laki Tersebut mengirimkan uang begitu banyak ke rekening nya.
"Tentu saja untuk simpanan, aku fikir akan ada waktunya kamu membutuhkan nya"
Gerald menjawab cepat, laki-laki itu seolah-olah enggan menambah daftar pertanyaan panjang Venus.
"Kita sudah tiba baby, masuklah"
Begitu Venus menoleh, dia baru sadar mereka telah tiba tepat didepan kamar apartemen nya.
Seperti dugaan Gerald, pada akhirnya perempuan tersebut kehilangan kata untuk bertanya.
"Persiapkan diri di akhir Minggu ini, aku akan menjemputmu sebelum jam makan malam"
Tiba-tiba laki-laki tersebut bicara kemudian menyentuh kedua pipi Venus, lalu dalam hitungan detik tahu-tahu bibir Gerald sudah menempel sempurna di bibir Venus.
Perempuan itu jelas terkejut, dia langsung mengedipkan bola mata nya untuk beberapa waktu, menaikkan kedua tangan nya di pinggang Gerald.
Tapi tiba-tiba satu suara mengejutkan mereka.
__ADS_1
"Venus..."
Sebuah teriakan Terdengar di ujung lorong sana.