
Masih di mansion Linda
Beberapa waktu kemudian
Kamar utama Bastian
Seorang gadis cantik terlihat menyembulkan kepalanya ke arah pintu kamar milik Bastian, dia mencoba untuk mengintip apa yang dilakukan Bastian saat ini.
Sebenarnya dia baru saja tiba di club malam xxxxxxx dimana tempat dia bekerja namun tiba-tiba saja seseorang menghubungi dirinya dan berbicara pada bos nya.
"Pergilah keluar, nyonya Linda ingin kamu datang kerumahnya"
"Ya?"
Kristy jelas terkejut mendengar ucapan bos nya saat tahu perempuan cantik itu menghubungi dirinya.
Dia cukup takut jika Linda tahu dirinya dan Bastian berteman, mereka teman yang lumanyan dekat, kadang Bastian banyak meminta bantuan kepada dirinya atau ah... tidak lebih tepatnya laki-laki itu sering merepotkan diri nya soal banyak hal.
Kekasih, mantan, curhatan kekuarga, nilai yang jelek, Kado untuk kekasih atau apapun yang yahhh suka-suka Bastian ketika ingin membuat nya kesulitan dan kesusahan meladeni laki-laki menyedihkan dan menyebalkan itu.
Tapi... dia jelas tahu batasan, saat Desas-desus berkata tidak semua anak-anak gadis berani berteman dengan Bastian karena Linda begitu benci Bastian berteman dengan sembarang perempuan apalagi cap playboy Laki-laki tersebut membuat ibu nya semakin meradang, Kristy yang takut perempuan tersebut salah paham dengan kedekatan mereka mencoba untuk menjaga jarak aman.
Dia tidak siap di semprot dan disembur sebagai orang miskin yang ingin mendekati orang kaya dengan maksud tertentu.
__ADS_1
Karena itu Kristy berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Bastian belakangan ini agar tidak menimbulkan persepsi berbeda atas kedekatan mereka.
Dia lebih takut Linda memandang jijik dirinya.
Tapi hari ini tiba-tiba perempuan itu meminta dia datang kekediaman nya, Kristy fikir apa mungkin dia akan disemprot habis-habisan? di bilang tidak tahu diri, lupa berkaca dan lain sebagainya?!.
Namun siapa sangka ditengah ketakutan nya soal Desas-desus mengerikan soal Linda, sesuatu yang ada di luar nalar nya terjadi.
Perempuan itu menyambut nya begitu hangat, meminta dia bicara dengan Bastian dan menenangkan laki-laki tersebut dengan cara nya sendiri.
Bayangkan gadis mana yang tidak bingung dengan keadaan tersebut?!.
Kenapa omongan orang-orang soal Linda sangat berbanding terbalik dengan apa yang dia temui di depan matanya saat ini?!.
Kamar terlihat begitu mengerikan, pecahan kaca ada dimana-mana, belum lagi seluruh barang hancur berantakan di tiap penjuru kamar.
Gadis itu fikir keadaan kamar benar-benar seperti tragedi tenggelamnya kapal Titanic di jaman Old, terlihat begitu mengerikan bagi dirinya.
Dan seperti biasa dia tahu laki-laki itu tengah melewati masa sulit dan menyedihkan nya, biasanya Bastian akan pergi ke club malam untuk menghabiskan waktu minum hingga mabuk berat di sana.
Ckckckck itu benar-benar sangat buruk sekali untuk anak-anak seusia Bastian.
Itulah enak nya jadi orang kaya, ketika masalah menghantam mereka akan menghabiskan uang mereka ditempat yang buruk, tapi orang miskin akan menghabiskan waktu mereka untuk berdoa dan berharap tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah.
__ADS_1
Kehidupan mereka benar-benar kontras.
Kristy pada akhirnya berdiri tepat di hadapan Bastian, dia mulai mencoba duduk dihadapan laki-laki tersebut lantas menyentuh lembut Kepala Bastian.
"Apa hal buruk terjadi lagi?"
Tanya gadis itu pelan dengan nada selembut mungkin, dia mengusap hangat rambut Bastian sembari menatap laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Bastian langsung mendongakkan kepalanya Begitu tahu siapa sang pemilik suara yang barusan bicara dengan nya, laki-laki tersebut menatap Kristy dengan bola mata yang memerah.
"Kamu menangis lagi hmmm"
Kali ini Jemari indah gadis itu menyentuh lembut wajah Bastian, dia mencoba menelusuri mata penuh luka tersebut dengan tatapan penuh kehangatan.
Seolah-olah mendapatkan sosok yang dia inginkan, persis seperti seorang anak yang mendapat kan sosok ibunya, Bastian seketika masuk kedalam pelukan Kristy tanpa diminta.
Laki-laki itu seketika menangis tidak mengeluarkan suara nya, membiarkan jutaan kekecewaan nya kembali tumpah tanpa kata-kata.
Yang Kristy rasakan pakaian nya mulai basah karena air mata, sesekali dia mendengar isakan lirih dari laki-laki itu untuk beberapa waktu.
Gadis itu terlihat diam, ikut meneteskan air mata sembari memeluk erat tubuh Bastian untuk waktu yang begitu lama.
"Menangis lah, ada aku disini yang tidak akan pergi kemana-mana hmmm"
__ADS_1
Bisik gadis itu pelan sembari tangan kanan nya mengelus lembut rambut Bastian.