
Kembali ke masa kini
Kafe xxxxxxxx
Pusat kota
mendengar cerita Gibran sejenak Linda terdiam, dia menundukkan kepalanya untuk beberapa waktu sembari perempuan tersebut mulai meneteskan air matanya.
"Lalu apa yang terjadi?"
saat dia mendengar cerita dari Gibran soal malam di mana laki-laki tersebut tidak bisa datang memenuhi janjinya kepada semua orang termasuk dirinya, seketika dia tercekat manakala laki-laki tersebut berkata selain itu Conte mengetahui rencananya.
mereka duduk berdua di sudut Cafe tersebut, Bastian dan Venus meninggal kan mereka berdua disudut sana, membiarkan dirinya dan Gibran bicara empat mata.
Dia akui tadi begitu sulit sekali untuk semua orang membujuk dirinya, tapi begitu Gibran berkata dia membunuh Conte seketika Linda tercekat dan terdiam.
pada akhirnya dia mendengarkan apa yang Gibran ucapkan dan dia berusaha untuk mendengarkan penjelasan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
__ADS_1
"Semua nyaris tidak berjalan Sesuai rencana"
Ucap Gibran pelan.
"Begitu aku menoleh ke arah pintu bayangkan bagaimana perasaanku ketika aku melihat Eliza dan Mommy telah dibawa oleh orang-orang suruhan Conte?"
Ucap Gibran pelan sembari menghela nafasnya berat, untuk dia mengingat soal hal masa lalu dan kembali bercerita rasanya begitu berat, malam itu seolah-olah menjadi malam terakhir untuk mereka semua.
"Aku pikir mungkin malam itu akan menjadi malam kematian untuk kami"
Ucap Gibran pelan.
Gibran terus melanjutkan ucapannya secara perlahan.
"Malam itu waktu berjalan terasa begitu lamban dan sulit, bahkan aku pikir mungkin malam itu akan menjadi malam terakhir untukku melihat dunia ini, satu-satu nya yang kau pikirkan adalah jika hal buruk terjadi padaku, aku berharap semua orang baik-baik saja"
"Begitu anak buat Conte menyeret Eliza dan mommy ku ke dalam kamar nya, aku telah bersiap dengan sejuta kemungkinan"
__ADS_1
Setelah berkata begitu Gibran menatap ke arah Linda, bola matanya menelisik wajah perempuan yang ada di hadapannya tersebut.
"Aku bahkan tahu bisa jadi malam itu aku pikir aku tidak akan mungkin lagi melihat wajahmu hingga akhir"
Yah Gibran bisa menebaknya malam itu, jika semua nya benar-benar akan hancur dan berakhir.
apalagi ketika tiba-tiba Conte bangun dari tempat tidurnya, laki-laki tersebut tahu-tahu menarik Eliza dengan cara yang begitu kasar, tangan kanan nya menggenggam orang rambut Eliza sudah jam tangan kiri ya mencengkeram lengan adiknya.
Gibran pikir saat itu Conte mungkin akan membunuh Eliza, tapi satu hal tidak terduga terjadi.
laki-laki tersebut meminta anak buahnya memegang Gibran agar tidak lepas dari genggaman mereka.
Dan kembali satu hal yang tidak terduga kembali terjadi pada kala itu, dua ingat sekali bagaimana tahu-tahu Conte kembali mencoba untuk memperkosa Eliza di hadapan dia dan mommy nya juga para anak buahnya.
Bagaimana pada akhirnya kembali kemarahan Gibran memuncak dan bisa dibayangkan bagaimana kejadian selanjutnya terjadi pada malam itu.
"Kemarahan ku saat itu sudah berada di ubun-ubun'
__ADS_1
Lanjut Gibran sembari memejamkan bola matanya.