Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 66


__ADS_3

Mendengar ucapan daddy nya sontak membuat pipi Gea memerah karena


malu, tapi ia juga takut akan apa yang


terjadi nantinya.


Apa maksudnya? Itu artinya melakukan percintaan dengan keras bukan? Daddy nya akan melakukan nya lebih dari sebelum-sebelumnya?!.


Dengan sekali gerakan Darrel langsung merobohkan tubuh Gea ke atas kasur yang terasa dingin karena AC dan percayalah dia pikir Kenapa tiba-tiba ruangan kamar nya menjadi sangat dingin.


Dia ingin protes karena Gea merasa tubuhnya bau keringat, dia ingin mandi lebih dulu, tapi daddy nya melarang nya melakukan hal tersebut.


Dan Percayalah Gea yang berbaring diatas kasur seketika langsung terperanjak ketika tiba-tiba tubuh besar daddy nya menindihnya.


Laki-laki tersebut menyatukan bibir nya tanpa berpikir dua tiga kali bahkan mengajak nya untuk saling berbelit lidah antara satu dengan yang lainnya.


Dibawah sana bisa Gea rasakan kerasnya


Milik daddy nya yang kini berada tepat diatas intinya.


"Milik daddy mengeras akhhh"


Gea berbisik saat Darrel melepas kan ciuman nya, bergerak menuju kearah lehernya.


"Itu karena mu, baby"


Setelah berkata begitu laki-laki tersebut langsung menyesap lehernya kirinya dan percayalah Gea bisa menebak jika daddy nya lagi-lagi akan membuat tanda merah di sana.


"Dad... jangan disana"


Pinta Gea pelan.


"Kau ingin aku membuat nya dimana?"


"Didada lebih baik, mereka tidak akan melihat nya"


Bisik Gea kemudian.


Mendengar jawaban dari putrinya jelas saja membuat laki-laki itu menyunggingkan senyumannya.


Siapa yang akan menolak untuk membuat tanda di dada seorang perempuan, itu jelas terasa lebih nikmat dan indah.


"As you want, baby"


Dan di detik berikutnya tangan laki-laki itu membuka paksa kancing baju sekolahnya.


"Dad...jangan merusak nya"


Rengek Gea.


"Daddy akan membelikan nya yang baru"


Sungguh terkutuk rayuan laki-laki tersebut, tanpa menunggu dua tiga kali dia langsung menurunkan bibirnya di sana, bergerak dengan nakal membiarkan bibir dan lidah itu menyusuri dada putrinya secara bergantian di mana tangan kirinya dengan terburu-buru membuka penutup dari hal tersebut hingga menimbulkan suara,


Klikkk.


Atas nya kini benar-benar polos, semakin mempermudah gerakan dari yang untuk bagian sisi kiri dan kanan dada Gea, bagaikan bayi lapar yang rakus laki-laki tersebut mulai menyesap dada Gea dari sisi kiri dan kanan, bahkan sesekali terdengar suara sesepannya yang memenuhi kamar tersebut.


Jangan ditanya bagaimana ekspresi tubuh Gea menerima hal tersebut, dia sedikit panik dan merasa seolah-olah jutaan kupu-kupu terbang melayang di sekitar perutnya, apalagi saat laki-laki itu menghisap dengan keras bagian sisi kiri dan kanan dada secara bergantian, membuat tanda merah di sana hingga menimbulkan rasa nyeri dan nikmat secara bersamaan.


Gea memejamkan bola matanya, merasakan sensasi yang bercampur aduk didalam dirinya.


"Akhhh dad..."


Perempuan itu berkali-kali mengeluarkan suara manja nya, bahkan tanpa malu kedua tangan nya mengacak-acak rambut laki-laki tersebut, semakin menenggelamkan mulut laki-laki itu ke dalam dadanya.

__ADS_1


Rasanya dibawah sana menjadi basah, seolah-olah Gea ingin laki-laki itu memasukinya saat ini juga, inti nya benar-benar menginginkan nya, dan dia benar-benar menjadi nakal saat ini.


Kini dibalik bibir nakal Darrel yang menjelajahi dada putrinya, seperti katanya dengan cepat bergerak menuju ke arah bawah sana dimulai dari perut hingga menuju ke arah intinya.


Perempuan itu masih menggunakan rok sekolahnya, dengan buru-buru dari langsung melepaskan rok tersebut di mana bibirnya masih bermain di dada kanan milik Gea.


Tangannya melepaskan rok itu dengan cara yang sedikit kasar, dan detik berikutnya setelah memastikan dia melepaskan rok sekolah Gea, tangan Darrel yang dengan cepat melepas kain tipis Gea dan kini  bisa dia lihat putri nya sudah tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya,  secepat kilat tangan nakal nya menjelajahi seluruh bagian dari tubuh putri nya tersebut.


"Ohh dad...akhhh"


Gea seketika menjerit saat dia merasakan jari laki-laki tersebut masuk ke bawah sana, dan kini jari laki-laki tersebut keluar masuk kedalam inti Gea, membiarkan bagian bawah putri nya tersebut menjadi cepat basah, dimana selagi mulut Darrel terus bertugas seperti seorang bayi yang sedang menikmati milik ibu nya.


"Ahhhh daddy please"


Suara Gea semakin menggema didalam kamar mendominasi berwarna pink tersebut ketika mulut Darrel kini mulai bergerak menggantikan jari-jarinya untuk bertugas di bawah sana.


"Dad..plaease..."


Dia meringis sejenak, bukan karena sakit atau lainnya tapi karena lidah laki-laki tersebut terus menyeruak masuk bermain dibawah sana, Bergerak lincah keluar masuk bahkan dengan nakal menyesap milik nya berkali-kali hingga membuat Gea menggila.


Bola mata Gea benar-benar membulat sempurna, baru lidah Darrel yang bekerja, belum inti nya tapi lidah laki-laki tersebut jelas sudah mampu membuat dia gelagapan,


"No...dad...aku..."


Suara Gea semakin bergetar, dia terus meracau, memejamkan bola matanya berkali-kali karena sensasi jutaan kupu-kupu berhamburan di area perutnya.


Semakin mendengar racauan Gea semakin membuat laki-laki tersebut bergerak lincah bermain di bawah sana.


"Akhhh daddy...no..."


Gea merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga, dia fikir jika Darrel tidak berhenti dia bisa semakin menggila.


Alih-alih peduli dengan rengekan dan suara Gea yang terus terdengar memenuhi kamar mereka, suara decakan dari bibir nya terus menggema diiringi suara Gea terdengar yang terus meracau dengan keadaan tidak teratur.


Darrel membiarkan suara Gea terus terdengar memenuhi kamar mendominasi berwarna pink tersebut, membuat laki-laki itu semakin bersemangat untuk melewati sesi panas dengan putrinya.


Dan benar saja saat ini Gea berusaha mengencangkan genggaman nya pada Sprai kasur, dia fikir dia benar-benar akan tiba pada titik pelepasan nya saat ini juga.


Hingga akhirnya dalam beberapa waktu sesuatu dibawah sana benar-benar tumpah memenuhi Lidah dan mulut Darrel.


Setelah itu Laki-laki tersebut buru-buru berdiri dari posisi nya, dia bergerak mengambil tisu di atas nakas di samping kasur Gea dan membersihkan mulutnya dengan cepat.


Sembari dengan tidak Sabaran laki-laki itu melepaskan selamanya dan juga bagian dalam pakaiannya.


Gea bergidik melihat milik daddy nya, ini kali pertama dia benar-benar melihat dengan jelas Darrel junior, dengan ukuran yang membuat Perempuan itu menelan salivanya.


Sepersekian detik kemudian Darrel Bergerak kembali dengan cepat naik ke atas tubuh Gea, dimana putri nya masih berusaha mengatur nafasnya Karena lega akibat pelepasan nya juga cukup terkejut melihat ukuran milik nya.


"Dad.."


"Kita akan masuk pada menu utama nya"


Bisik Darrel,Laki-laki tersebut kini kembali menyambar bibir Gea dan kembali menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu, menyesapnya dengan nikmat, membawa Gea memainkan lidah dan berperang lidah bersama.


Sedangkan dibawah sana secara perlahan milik Darrel mulai mencoba menerobos masuk kedalam nya.


Pelan tapi pasti hingga akhirnya milik laki-laki itu melesat masuk dengan sempurna kedalam sana.


"Ahhhh"


Gea mendesah kecil, merasa betapa sesak nya di dalam sana, sungguh tidak seperti biasanya, kali ini bagi Gea terasa begitu penuh, sesak dan aneh, rasanya benar-benar tidak nyaman seperti biasanya.


"Sakit?"


Darrel mencoba bertanya, memilih untuk tidak bergerak lebih dulu, menatap wajah putri nya beberapa waktu yang terlihat meringis.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa dia pikir wajah Gea terlihat sedikit aneh, kali ini seperti sulit menerima milik nya.


"Rasanya tidak nyaman daddy"


Bisik Gea kemudian memeluk leher Darrel secara perlahan, dia menenggelamkan wajahnya disana, mencium aroma Laki-laki itu yang dirasa begitu nyaman untuk nya.


"Mau berhenti saja?"


Bisik laki-laki itu pelan.


perempuan itu menggeleng kan kepala secara perlahan.


"Bergerak lah, tapi jangan dengan tempo yang membuat ku tidak nyaman"


Pinta Gea masih sambil memeluk leher Darrel.


"Hmmm"


Laki-laki itu menjawab begitu pelan.


Mencoba bergerak perlahan agar membuat Gea nyaman.


Dia memilih untuk tidak mempercepat tempo gerakan nya, memompa Gea dengan begitu lembut, Membiarkan perempuan itu nyaman dengan permainan nya.


Dia ingin bergerak kencang, seperti keinginan awalnya,tapi sepertinya dia harus menundanya, tidak menjadi egois atas hasrat nya.


Begitu pelukan Gea mengendur dan terlepas, laki-laki itu memilih kembali menyambar bibir putri nya, menyapu lembut bibir tersebut sambil dibawah sana bergerak dengan sempurna.


Awalnya memang tidak nyaman, tapi Darrel selalu bisa menyenangkan dirinya, Gea mulai mendapatkan kenyamanan nya sambil sesekali dia mengeluarkan suara-suara manja nya yang memenuhi kamar tersebut.


Sapuan dingin nya AC telah berganti dengan keringat masing-masing dari mereka, dimana rasa panas jelas mendominasi di dalam ruangan tersebut.


Diiringi suara penyatuan yang terus menggema di dinding tiap sudut kamar, sesekali suara Gea dan Darrel saling sahut menyahut menambah panas sesi malam panjang mereka.


Hingga akhirnya Gea mulai mencari pegangan, dia meringis syahdu, menyakini diri akan mendapatkan pelepasan nya saat ini juga, jemari-jemarinya dengan cepat mencoba menggenggam punggung Darrel hingga akhirnya sebuah suara terdengar dibalik bibir perempuan tersebut.


"Ahhhh daddy, aku sampai"


Mengetahui Gea akan pendapat kan pelepasan nya, Darrel mencoba mempercepat ritme gerakannya dan pada akhirnya dia ikut sampai pada pelepasan nya.


"Ohhh baby"


Satu suara ikut lolos dari bibir laki-laki tersebut.


Bisa di rasakan satu hantaman cairan menyembur sempurna menembus dinding rahim milik Gea.


Again, dia membuang pelepasan nya hingga menabrak dinding rahim putri nya.


Laki-laki itu secara perlahan mencium lembut kening sang kekasih kecil nya.


"Thank you baby, i love you"


Sebaris kalimat terima kasih dan kata cinta meluncur indah dari balik bibir Darrel.


"Kau sangat luar biasa"


Seketika membuat Gea bahagia dan membalas ucapan laki-laki itu dengan nada syahdunya.


"I love you too daddy"


Ucap Gea sambil masuk kedalam dekapan laki-laki tersebut dengan wajah malu-malu.


"Aku pikir aku menginginkan nya Sekali lagi"


Bisik Darrel kemudian.

__ADS_1


"Daddy..."


Gea merengek dengan manja.


__ADS_2