
Kristy menelan salivanya saat mendengar pertanyaan Bastian, gadis itu memejamkan sejenak bola mata nya.
Dia fikir apakah dia harus bicara jujur pada Bastian? jika dia berkata Mommy nya yang menghubungi dirinya Kristy takut Bastian akan salah paham dan marah.
Kristy tahu suasana hati laki-laki itu jelas tidak dalam keadaan baik-baik saja, bicara soal kenyataan jelas akan memperburuk suasana hati laki-laki itu.
"Kristy..?"
Tanya Bastian lagi.
Mendengar suara Bastian seketika gadis itu menggenggam erat telapak tangan nya sembari mencoba berbalik tapi...
"Awwhhhh"
Dia meringis kesakitan saat sadar kaca ditangan nya itu melukai tangan nya tanpa Sengaja, karena panik dengan pertanyaan Bastian dia tanpa sengaja menggenggam kaca yang ada di tangannya tersebut.
mendengar Kristy meringis jelas membuat Bastian terkejut, iya buru-buru mendekati gadis tersebut dan langsung melihat apa yang terjadi pada tangan nya.
__ADS_1
bisa dilihat tangan gadis itu terluka dan berdarah, seketika Bastian menjadi panik, dia menggenggam tangan tersebut dengan sejuta perasaan yang berkecamuk menjadi satu.
"Oh god kau melukai tangan mu sendiri"
Laki-laki itu bicara cepat lantas langsung gelagapan mencari kotak P3K di kamar nya.
Dimana?!.
Laki-laki itu bertanya bingung, mencari kotak P3K miliknya dengan panik.
Ucap Kristy cepat, dia menatap punggung Bastian yang sejak tadi mondar-mandir mencari obat di kamar tersebut, gadis itu cukup takut Bastian menginjak juga pecahan kaca yang ada di lantai mengingat ada banyak sekali pecahan-pecahan kaca di setiap lantai ruangan tersebut.
"Kau bisa melukai kakimu Bas, berhati-hati lah, aku tidak apa-apa, berhenti lah mondar Bas"
Pinta Kristy dengan tatapan khawatir, terus memperhatikan kaki Bastian yang sejak tadi bergerak ke sana kemari.
"Aku lupa meletakkan kotak P3K nya, tunggu aku akan mencari nya ke depan"
__ADS_1
setelah berkata begitu Bastian langsung melesat lari ke arah pintu, dia keluar dari kamar tersebut meninggalkan Kristy, melangkah keluar dari sana mencari pelayan rumah.
Tapi sayang nya dia tidak menemukan wanita tua itu meskipun dia telah berkeliling ke sana kemari untuk mencari wanita itu.
Bastian tidak tahu dimana lagi ada kotak P3K kecuali di kamarnya dan kamar Mommy Linda nya.
Sejenak bola mata laki-laki tersebut menatap punggung Mommy nya yang bergerak masuk ke kamar perempuan itu sendiri.
Melihat sosok Linda, seketika Bastian diam mematung, dia fikir apa dia harus kehilangan harga dirinya untuk bicara dengan Linda saat ini? dia masih marah dengan perempuan tersebut dan tidak Sudi menyapa Linda karena rasa kecewa nya tapi jika dia tidak bicara dengan Linda dan menanyakan kotak P3K bagaimana dengan Kristy?!.
Bastian menghela kasar nafasnya, dia mencoba berbalik dan berfikir untuk mengabaikan Linda, mencoba melangkah kan kaki nya menjauh dari sana tapi laki-laki tersebut kembali menghentikan langkah kaki nya untuk beberapa waktu ketika dia ingat bagaimana tangan Kristy terluka.
Laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan nya, berusaha mengingat apa yang sering Kristy katakan pada dirinya.
"Jangan suka memendam dendam atau kemarahan pada seseorang yang bersalah Bas tanpa bertanya sebenarnya apa yang terjadi hingga seseorang tersebut berbuat kesalahan kepada kita"
laki-laki itu menghela nafas panjang kemudian dia kembali membalikkan tubuhnya, melangkah dengan tergesa-gesa menuju ke arah kamar Linda.
__ADS_1