
Mansion utama Darrel
Alisa Bergerak terburu-buru turun dari mobil nya Begitu dia memarkirkan mobilnya di bagian garasi mobil, sungguh dia cukup tegang saat melihat Darrel telah pulang dari Swiss bersama Putrinya dimana dia terlambat pulang untuk menemui mereka.
Jangan ditanya bagaimana detak jantung Alisa, dia pikir mungkinkah laki-laki itu marah karena dia terlambat kembali ke mansion?!.
Dia cukup tidak bergerak hati-hati beberapa hari ini karena pemikiran rumit dan beberapa peristiwa yang membuat nya pusing tujuh keliling.
Perempuan tersebut bergerak terburu-buru masuk kedalam mansion tersebut, mengabaikan ucapan pelayan yang mencoba mengajak nya bicara sejak tadi.
"Dimana Darrel?"
Alisa bertanya cepat.
Dia bergerak menuju kearah tangga atas, berniat untuk menemui Gea terlebih dahulu dan memberikan ciuman selamat datang kemudian baru berpikir menemui Darrel berikutnya.
Tapi belum juga dia bergerak naik secara sempurna, tiba-tiba dengan perasaan cemas sang pelayan berkata.
"Tuan Darrel membawa Gea ke kamar nya, nyonya"
Perempuan tersebut seketika menghentikan gerakan kakinya.
__ADS_1
"Ya?"
Tanya nya sedikit bingung.
Dia ingin bertanya tapi Alisa pikir ah sudahlah, pada akhirnya Alisa buru-buru kembali melesat turun kebawah dan bergerak menuju ke kamar Darrel.
Meskipun agak bingung kenapa suaminya membawa putri mereka ke kamar laki-laki tersebut, tapi dia pikir itu bukan persoalan berat mengingat dalam beberapa waktu ini Darrel selalu berkata ingin memangkas jarak dengan putri mereka.
Alisa Bergerak cepat menuju ke kamar Darrel, tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk kedalam kamar laki-laki tersebut.
"Sayang?"
Alisa Bicara dengan cepat namun seketika dia membulatkan bola matanya untuk beberapa waktu, perempuan tersebut langsung mengerutkan keningnya saat melihat pemandangan didepan sana.
Sedikit berlebihan karena selama 17 tahun penikahan mereka laki-laki tersebut tidak pernah melakukan hal tersebut kepada dirinya jadi agak aneh saat melihat hal tersebut dilakukan Darrel untuk putri mereka.
"Darrel aku..."
Dia bicara cepat ketika sudah berjalan mendekati kedua orang tersebut, alih-alih bisa melanjutkan kata-katanya tiba-tiba Darrel bangun dari tidur nya, dia menatap tajam bola mata Alisa, melotot seperti ingin marah.
Seketika Alisa menelan salivanya.
__ADS_1
"Bisa kecilkan suaramu? Dia masih lelah didalam perjalanan"
Ucap Darrel cepat, kemudian laki-laki tersebut bergerak perlahan, membenahi kepala Gea dan memastikan sebuah bantal menjadi penyangga nya menggantikan dirinya.
Laki-laki tersebut kemudian beranjak dari sana dengan cepat,membuat Alisa mau tidak mau mengikuti nya.
Ketika mereka keluar dari sana, Darrel langsung melangkah menuju ke arah kursi sofa.
"Maafkan aku karena baru kembali, aku ada sedikit urusan sejenak"
Alisa Mencoba berkilah, dia duduk dengan cepat tepat disamping Darrel, mencoba untuk merayu laki-laki tersebut.
"Apakah liburan kalian menyenangkan? Aku bahagia kamu memangkas jarak dengan putri kita"
Alisa kembali bicara, mencoba untuk memangkas jarak juga dengan laki-laki tersebut.
"Aku dengar kamu bertemu dengan seseorang laki-laki saat aku tidak ada dirumah"
Darrel bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, dia bertanya sambil menatap bola mata Alisa sembari sedikit menatap nya dengan sedikit mengintimidasi.
Mendengar pertanyaan Darrel seketika membuat Alisa tercekat.
__ADS_1
"Apa?"
Tanya nya sedikit panik.