
Mansion utama Gerald
Beberapa hari kemudian.
Gerald menaikkan ujung Alisnya sembari menatap terkejut pada pemandangan yang ada di hadapannya.
"Oh god"
Laki-laki tersebut baru pulang dari perusahaan, berpikir untuk mendatangi istri nya karena merindukan Venus tapi siapa sangka perempuan tersebut memiliki sesuatu yang mengejutkan dirinya.
Venus menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua, di tengah meja dihadapan nya y terdapat sebuah lilin mendominasi berwarna merah yang menyala dengan manis, lampu hias ruangan di mana mereka duduk saat ini terasa begitu temaram dan sangat menunjang keadaan dalam makan malam mereka berdua hari ini.
"Aku sedikit bingung karena aku pikir ini bukan anniversary kita, juga bukan tanggal ulang tahun salah satu di antara kita"
Gerald bertanya cepat ke arah Venus sembari menatap dalam bola mata istrinya.
mendengar ucapan suaminya seketika membuat Venus mengembangkan senyumannya, secara perlahan tangan kirinya meraih tangan kanan Gerald, dia menggenggam erat telapak tangan laki-laki tersebut, meremasnya sejenak kemudian membiarkan nya untuk beberapa waktu.
Gerald tidak bisa mengekspresikan dan mengungkap perasaannya dengan kata-kata, tapi dengan berbagai macam perhatian, perilaku yang di berikan Venus seperti makan malam dan juga tindakan dari pasangan nya tersebut bisa Gerald lihat sendiri itu adalah cara Venus mengekspresikan dan mengungkapkan perasaan cintanya.
"aku pikir untuk membuat kejutan pada pasangan tidak harus menunggu anniversary atau ulang tahun bukan?"
perempuan tersebut bertanya pada suaminya sembari terus mengembangkan senyumannya.
__ADS_1
pada akhirnya laki-laki tersebut duduk di kursi yang telah dipersiapkan oleh sang istrinya.
"baiklah aku yakin itu tapi... apakah aku boleh mencari gaya soal sesuatu misalnya ada yang diinginkan oleh istriku namun belum kesampaian hingga hari ini? baby apakah aku lupa memberikan sesuatu yang kamu inginkan? katakan pada ku, aku merasa menjadi suami yang payah karena tidak bisa memenuhi seluruh keinginan istriku"
tiba-tiba saja rasa bersalah menghantam laki-laki tersebut.
Venus jelas terkekeh mendengar ucapan Gerald.
"Aku tidak berpikir sedang menginginkan sesuatu Daddy"
Ucap perempuan itu cepat, dia menunggu Gerald menikmati makan malam nya.
"Ok Mari kita memulai nya"
Entah berapa lama waktu berlalu iya pada akhirnya mereka menyelesaikan sesi makan malam bersama dan kemudian tiba-tiba Venus berkata.
"Aku ingin memberikan sesuatu untuk Daddy"
ucap Venus sembari menatap wajah Gerald dalam.
"ini dia yang aku pikirkan sejak sejak tadi, pasti ada sesuatu"
Gerald jelas menjawab dengan tidak sabaran, dia menunggu apa yang ingin diberikan Venus untuk dirinya.
__ADS_1
"Please baby jangan memberikan berita buruk atau sesuatu yang mungkin membuat ku bersedih?"
ada segurat kekhawatiran di balik wajah laki-laki tersebut, belakangan dia tahu keadaan tidak baik-baik saja gimana dia berjuang antara hancur dan tidak soal perusahaannya ketika kasus kemarin mencuat.
dia tidak berharap tiba-tiba saja venus berkata hal-hal yang mungkin membuat nya bersedih misalnya tiba-tiba saja perempuan itu meminta mereka untuk berpisah.
dia sangat khawatir sekali karena terkadang dia takut perempuan itu meninggalkan dirinya karena tidak sungguh-sungguh mencintainya, padahal Gerald tentu saja begitu tergila-gila dan mencintai Venus dari berbagai macam cara.
mendengar ucapan Gerald seketika membuat Venus terkekeh geli.
"Daddy.. aku mencintai kamu, berhentilah berpikiran yang tidak-tidak"
Protesnya dengan cepat kemudian tiba-tiba perempuan itu memberikan sesuatu kehadapan Gerald.
laki-laki itu menata satu bingkisan kecil dihadapan nya.
"Ini membuatku berdebar-debar"
ucapnya secara perlahan Meraih kotak yang diberikan oleh Venus pada nya.
"Bukalah"
Ucap Venus lagi kemudian.
__ADS_1