
Gea Tampak mengedipkan bola mata nya dengan polos berkali-kali, memastikan darrel sang daddy nya memang tengah menatap tajam kearah dirinya.
Tubuh gadis tersebut seketika terasa memanas secara tiba-tiba, saat Darrel benar-benar menatap nya Sembari menyeringai padanya.
Dia membeku tak bisa mengalihkan pandangan matanya kearah bola mata indah Daddy nya.
Laki-laki itu seolah-olah sengaja Membuat dia melihat perbuatan tidak terpuji nya.
Gea tidak bisa bergerak, dia mematung di antara terkejut dan menginginkan hal yang sama, tubuh nya memanas melihat gerakan daddy nya dan suara menggila mommy nya dibawah sana.
"Sayang..."
Suara penuh kengerian dari balik bibir mommy nya terdengar jelas di telinga nya, dan sepersekian detik kemudian wanita dibawah tubuh daddy nya itu mendapatkan pelepasan nya.
Dan kini sekali lagi Daddy nya menatap kearah dirinya sembari menaikkan ujung bibirnya sambil menampilkan senyuman sang devil nya yang seperti biasa.
Tatapan Darrel kembali mengejutkan Gea yang masih membeku diambang pintu.
Lalu tiba-tiba Gea melotot ngeri melihat daddy nya dengan cepat melepaskan miliknya yang ah entahlah buru-buru laki-laki tersebut, menggunakan handuk mandi nya.
Tanpa gadis itu sadari kini Darrel berjalan cepat kearahnya meninggalkan mommy nya yang tergeletak lemas disisi ranjang.
Gea kembali mencoba mundur beberapa langkah, Gea jelas ketakutan karena ketahuan mengintip aksi gila daddy dan mommy nya, dia pikir ingin kabur saja tapi tahu-tahu daddy nya menarik kasar tangan nya secara tiba-tiba dan begitu cepat.
Gea seperti orang bodoh masih berdiam diri, tak berani menatap mata indah dan tajam daddy nya.
"Dad…"
Gea seketika tersentak saat Darrel tahu-tahu mendorong tubuh nya kedinding sebelah kamar Darrel, gerakan yang dilakukan laki-laki tersebut tidak bisa dibilang kasar namun tidak juga lembut.
"Dad, aku...hanya ingin minta uang untu...k..."
Gadis itu bicara sedikit gemetaran dia tidak berani menatap daddy nya, mencoba memejamkan bola matanya Karena takut.
Mendengar ucapan Gea dan ekspresi ketakutan gadis tersebut jelas membuat darrel mernyeringai senang.
Dia menatap Gea untuk beberapa waktu, tubuh mungil, padat dan berisi dibagian pantat dan dada gadis tersebut seketika membuat juniornya kembali menegang.
Apa dia boleh jujur?sejak Alisa membawa Gea masuk ke rumah nya 5 tahun yang lalu, Darrel mulai merasa gelisah, dan sejak 2 tahun belakangan dia tidak pernah benar-benar bisa mendapat pelepasan saat bersama dengan Alisa Istrinya.
Tiap kali dia ingin mendapat pelepasan, maka ia akan membayangkan wajah dan tubuh putri nya yang tengah dia nikmati.
Sungguh Gea sangat menggoda dimatanya saat ini.
__ADS_1
Gadis mungil di depannya itu bisa membuat dia tiba ke puncak pelepasan terbaik nya yang sialnya Gea adalah anak kandungnya sendiri yang 15 tahun lalu dibawa pergi oleh Alisa karena perpisahan mereka kemudian kembali dibawa oleh Alisa setelah Perempuan tersebut mengemis meminta kembali kepadanya 3 tahun yang lalu.
ini benar-benar gila.
Karena Gea dia mau menerima Alisa kembali, tapi aneh nya perasaan nya pada Gea bukan antara anak dan ayah, dia merasakan perasaan antara laki-laki dan perempuan normal pada umumnya terhadap putri nya Tersebut.
Baginya Gea terlihat begitu menggemaskan dengan wajah memerah malu dan bibir merah merekah nya.
Dan Anggaplah dia gila, kini dengan cepat Darrel menerjang bibir mungil Gea dan meraup nya kasar.
Manis dan menggairahkan batin darrel.
Gea membeku, dia terkejut setengah mati, bola mata nya melorot kaget namun tiba-tiba entahlah dia malah memejamkan bola matanya.
Seolah-olah menikmati ciuman panas yang Daddynya berikan dan membiarkan tangan daddy nya menjelajahi pakaian nya.
Dad..?!.
Dia Ingin mendorong tubuh jangkung daddynya yang sedang berbuat tidak-tidak pada nya, rapi tubuhnya justru menerima seluruh perlakuan laki-laki tersebut, dia menikmati bibir Darrel dengan senang hati dan malah ikut membalas ciuman daddynya.
dan dia membiarkan tangan Daddy nya bergerak nakal kemana-mana.
Darrel menyeringai saat tahu Gea tidak memberontak, gadis itu malah membalas ciumannya, meskipun permainan nya terasa begitu kaku dibibir Darrel, tapi itu cukup membuatnya senang dirinya, artinya gadis kecil itu tidak menolaknya sama sekali.
"No"
Bisa dia dengar tolakan halus putri nya.
"Mmphhh Dad."
Desah Gea lagi terendam bibir daddy nya.
Semua terasa berputar, seakan-akan ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan diperutnya, membuat Gea ikut melayang dengan bibir yang terus meraup habis bibir mungilnya, kini dia mendorong pelan Tubuh Darrel, melepaskan ciuman panas mereka yang membuat Gea kehabisan nafas.
Gadis itu berusaha meraup habis pasokan udara yang terasa menipis di paru-parunya.
Wajahnya merah padam, dengan mata yang terus terpejam.
Tanpa Gea Sadari, Darrel terkekeh kecil, melepaskan sentuhan nya dari Gea, dan kini laki-laki tersebut menyatukan kening mereka berdua.
Darrel benar-benar memperlakukan Gea dengan Begitu manis dan hangat Hingga membuat jantung Gea berdetak tidak beraturan dan tak bisa dikendalikan.
"Berangkatlah kesekolah baby."
__ADS_1
Bisik Darrel serak, sembari dia kembali menyentuh paha putri nya.
Gea mengeluarkan suara tertahan.
Sejenak Gea membuka lebar-lebar bola matanya, cukup terkejut mendengar kata sekolah.
Dia terlambat.
Dengan kasar Gea mendorong dada bidang daddy nya.
"Dad.. dy ua.."
dia baru akan bilang soal uang, laki-laki itu langsung berkata.
"akan daddy transfer dalam 1 menit"
Mendengar ucapan daddy nya seketika Gea melesat dan berlarian kencang menuruni anak tangga.
Bola mata laki-laki tersebut menatap gerakan putrinya yang berlarian menuruni anak tangga, dada gadis tersebut yang bergerak naik turun membuat dia tiba-tiba kembali menggila.
oh ****.
Darrel mengumpat didalam hati, lagi saat ini dia sedang mencoba menahan sesuatu dalam dirinya yang siap meledak.
Lagi miliknya menegang dan mengharapkan pelepasan nya.
Sungguh Gea terlihat begitu menggoda, Darrel jelas laki-laki normal,Dia akan berhasrat melihat barang bagus dihadapan nya.
Oh **** sejak kapan kamu menjadi pria tidak tahu diri dan selalu menginginkan putri mu sendiri Darrel?!
Batin darrel sembari berteriak keras didalam hati nya.
"Per..setan dengan Hubungan kita!"
Seringai Darrel, laki-laki tersebut memasukkan jemarinya ke mulutnya, menikmati sesuatu yang tersisa di jemari nya.
Nikmat.
batin darrel sembari memejamkan bola matanya.
Tunggu waktu nya.
setelah berkata begitu dia bergerak kekamar, meraih handphone nya Lantas laki-laki tersebut mentransfer sejumlah uang ke rekening putri nya.
__ADS_1