Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 33


__ADS_3

The Royalt penthouse


Suite president Wilson hotel


Kembali ke pagi tadi


10 menit setelah Darrel pergi keluar.


Gea.....!.


Perempuan tersebut terlihat tersentak dari tidurnya ketika dia seolah-olah mendengar teriakan kencang dibalik telinga nya, seketika perempuan tersebut membuka bola matanya karena terkejut dengan keadaan, langsung terburu-buru menoleh ke sisi kiri dan kanannya secara bergantian mencoba mencari siapa yang barusan meneriaki namanya, namun realitanya dia baru sadar jika dia tinggal sendirian di dalam kamar luas tersebut.


Dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, Gea pikir dia benar-benar mendengar seseorang dari yakin namanya namun realitanya saat dia membuka bola matanya dia tidak menemukan siapapun di sekitarnya, bahkan dia juga tidak menemukan Darrel di sana.


Perempuan tersebut pikir kemana daddy nya, apakah dia sengaja di tinggalkan dan di abaikan? Kenapa?!.


"Kemana daddy?"


Batin nya pelan.


Secara perlahan perempuan tersebut pada akhirnya beranjak dari posisi tidurnya, masih dengan perasaan mengantuk dia mulai duduk di atas kasur tersebut, sisa panggilan yang mengejutkan dirinya tadi masih terngiang di balik telinganya, masih dengan perasaan bingung dia mencoba untuk menetralisir kesadarannya, perempuan itu belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.


Sesekali dia mencoba mengedipkan bola mata indahnya untuk beberapa waktu.


Pada akhirnya perempuan tersebut beranjak dari posisi, dia memilih untuk pergi ke kamar mandi dan mencoba untuk membersihkan dirinya sembari bertanya-tanya ke mana daddy nya pergi.


Apakah Darrel pergi mengurusi pekerja nya?!.


Tiba-tiba Gea merasa ditinggalkan, dia pikir apakah daddy nya sengaja mengabaikannya hari ini? Apakah setelah berkali-kali melewati sesi panas percintaan mereka, laki-laki tersebut kembali ke sifat asli nya?! Kembali mengabaikan dirinya dan tidak membutuhkan dirinya?!.


Sejenak Gea merasa gelisah, pemikiran aneh dan penuh kecurigaan menghantam dirinya.


Ada banyak ketakutan yang terjadi saat ini, dia takut di abaikan dan ditinggalkan, takut laki-laki tersebut tidak mencintai nya dan memanfaatkan dirinya, takut Darrel hanya berlaku manis saat menginginkan tubuh nya saja.


Gea masuk ke kamar mandi secara perlahan menutup pintu kamar mandi dan bergerak mendekati shower , dia membiarkan air dingin mulai mengguyur sekujur tubuhnya begitu saja.


Ditengah pemikiran yang berkacamuk menjadi satu, Gea membiarkan air terus membasahi tubuh nya, perempuan itu tampak menggigit sejenak bibir bawahnya masih dengan perasaan khawatir.


Cukup lama Gea berkutat dengan kegiatan membersihkan dirinya, membiarkan dia menetralisir perasaan nya yang kacau balau.


*****

__ADS_1


Disisi lain


Masih di The Royalt penthouse


Suite president Wilson hotel


Saat Gea sibuk dengan aktivitas mandi nya


Lobby utama the royal penthouse.


"Maaf tuan anda bisa membuat janji temu dengan tuan Darrel terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan beliau"


Salah satu resepsionis bicara dengan nada yang begitu sopan, dia menundukkan kepalanya berkali-kali tanda permintaan maaf jika laki-laki tua dihadapan nya tersebut tidak bisa sembarang membuat pertemuan tanpa janji apalagi dengan putri pemilik penthouse tersebut.


Itu jelas merupakan prosedur yang harus dilewati oleh semua orang kaya untuk menjamin keselamatan mereka sendiri bahkan orang-orang terdekat mereka.


Laki-laki tua dihadapan mereka tersebut dimana kepala laki-laki tersebut telah dipenuhi oleh rambut yang memutih terlihat begitu gelisah, memohon agar bisa bertemu Darrel secepat nya.


"Aku mohon nona, tolong hubungi dia secepat nya"


Ucap laki-laki tersebut cepat, dia menangkupkan kedua belah telapak tangan nya dengan penuh permohonan, ekspresi wajah nya benar-benar terlihat begitu menyedihkan.


"Mungkin dia keluarga penting nya dari jauh?"


Ucap perempuan itu pelan.


"Tuan Darrel tengah pergi untuk melakukan pertemuan penting, kamu tahu bagaimana sifatnya bukan? Tidak ada seorang karyawan pun yang berani menghubungi nya, tuan bisa membunuh kita jika melakukan nya"


Temannya bicara dengan cepat mencoba mengingat kan perempuan tersebut soal bagaimana sifat Darrel sebelum nya.


Setelah diperingatkan seketika perempuan tersebut terdiam dia menghela nafasnya dengan kasar.


"Maafkan kami tuan, anda bisa mencoba menunggu disini hingga tuan Darrel pulang"


Ucap perempuan tersebut akhirnya.


Mendengar ucapan perempuan yang ada di hadapannya seketika bola mata laki-laki tua tersebut tampak berkaca-kaca.


"Pukul berapa dia pulang?"


Tanya nya pelan.

__ADS_1


Perempuan tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya secara perlahan, dengan penuh penyesalan dia berkata.


"Kami tidak bisa memastikan, Anda bisa menunggunya sampai kapanpun waktu anda bisa menunggunya, karena tuan Darrel tidak memberitahukan kepada kami kapan dia akan kembali ke penthouse ini"


Setelah berkata seperti itu perempuan itu menundukkan kepalanya secara perlahan, dia kembali menatap wajah laki-laki tua yang lusuh itu dengan perasaan iba dan kasihan.


Pada akhirnya laki-laki tua itu terlihat menundukkan kepalanya, dia lalu tiba-tiba berkata.


"Aku datang dalam keadaan terjepit, berada di sini karena faktor keberuntungan, bisa jadi setelah ini aku tidak baik-baik saja"


Dia bicara sembari kembali menaikkan kepalanya, menatap dua perempuan di hadapannya secara bergantian, kemudian dia kembali berkata.


"Bisakah berikan aku pulpen dan kertas?"


Tanya nya pelan.


Meskipun kedua perempuan itu tidak paham apa yang dia ucapkan oleh laki-laki tua tersebut, salah satu dari mereka mencoba memberikan pulpen dan sebuah buku kecil.


Laki-laki itu menerimanya dengan cepat, mencoba menulis sesuatu di dalam buku kecil tersebut dengan gerakan terburu-buru, untuk beberapa waktu kemudian dia menyobek selembar kertas dari buku tersebut dengan cepat, kemudian dia menyerahkan pulpen dan buku itu kembali dan menyerahkan buku nya.


"Tolong berikan pada Darrel"


Laki-laki itu memohon dengan sangat, memberikan selembar kertas yang telah ditulis kepada sang resepsionis.


"Ini adalah kode darurat, katakan pada nya Silsila telah kembali dan membutuhkan pertolongan nya"


Ucap laki-laki tersebut perlahan.


"Aku menulis kan kata-kata yang sama didalam kertas tersebut"


Dia kembali bicara sembari memberikan kertas tersebut.


Resepsionis menerima kertas tersebut secara perlahan, meskipun tidak mengerti apa yang diucapkan oleh laki-laki tua tersebut perempuan itu berusaha untuk menganggukkan kepalanya.


Setelah itu sama laki-laki tua langsung bergerak pergi secepatnya dari sana dengan ekspresi wajah panik serta ketakutan dia mencoba untuk mencari pintu keluar dan berlarian menuju ke sisi kiri the royal penthouse suite president Wilson hotel tersebut.


Perempuan tersebut dan teman nya menatap punggung laki-laki tua tersebut yang kian menjauh, sang resepsionis kemudian membuka kertas kecil itu secara perlahan dan mencoba membaca tulisan yang ada didalam nya.


Son, gadis yang pernah akan kamu nikahi di masa lalu, bertukar tempat dengan Marina dan terjebak dalam situasi, Silsila.. dia telah kembali dalam kondisi tidak baik-baik saja dan dia membutuhkan pertolongan kamu, maafkan aku yang telah memisahkan kalian dimasa lalu.


Charles Hopkins.

__ADS_1


__ADS_2