Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 3


__ADS_3

Sekolah SMA xxxxxxxx


Prancis


jam istirahat.


Gea terlihat tertawa bersama teman-teman nya sejak tadi, mereka terlihat menggosipkan soal laki-laki paling tampan di sekolah mereka sejak tadi.


David adalah laki-laki paling dikagumi di sekolah mereka, tidak ada yang tidak terpesona dengan kharismatik nya, beberapa teman saya mencoba untuk mendapatkan perhatian laki-laki tersebut, tapi sayangnya hingga hari ini tak ada satu gadis pun yang pernah ditembak oleh laki-laki tersebut.


"Bukankah dia cukup dekat dengan mu?"


Susan bertanya cepat kearah Gea, melirik gadia itu sembari memicingkan sebelah matanya.


Yang orang-orang tahu di sekolah tersebut jika David cukup dekat dengan Gea, laki-laki itu adalah teman baik dia sejak di masa SMP kelas 3.


David merupakan murid pindahan dari sekolah lain dan kota lain ke tempat mereka, satu-satunya gadis yang dianggap cocok berteman dengan Davin hanya Gea hingga sejauh ini.


Karena itu kadang-kadang orang bergosip jangan-jangan laki-laki tersebut menyukai Gea secara diam-diam.


Tapi meskipun begitu Gea sama sekali tidak pernah menanggapi gosip tersebut, selain karena dia menganggap David seperti kakak laki-laki nya sendiri, dia memang tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap laki-laki baik dan tampan tersebut.


"Benar tidak menyukai David?"


Salah satu teman nya kembali bertanya dengan perasaan penasaran.


Gea diam sejenak, dia seolah-olah berpikir, detik berikutnya Gea menggelengkan kepalanya.


"Tidak"


Jawab Gea pelan.


"Kenapa?"


Vlora bertanya penasaran, gadis itu mengerutkan keningnya.


"Aku tidak pernah berpikir lebih dari menganggap nya sahabat"


Jawab Gea lagi.


"Sayang sekali, aku pikir dia benar-benar menyukai mu"


Ucap Susan lagi.


Gea terlihat diam, dia menyeruput isi gelas es yang ada ditangan nya, menikmati es lemon kesukaan nya tersebut sambil mengembangkan senyuman nya.


Dan seperti nya laki-laki yang di gosipkan oleh mereka kini tengah berjalan dari ujung sana mendekati mereka semua.


Teman-teman Gea jelas histeris, ditambah lagi beberapa murid lain terlihat begitu lebai menyambut kedatangan laki-laki tersebut.


Siapa yang tidak akan terpesona dengan ketampanan David, tidak dipungkiri semua gadis di sekolah Gea berebut ingin mendapatkan hati laki-laki tersebut.


Kini bola mata David terlihat begitu konsentrasi dan fokus menatap kearah Gea, laki-laki tersebut berjalan melangkah mendekati gadis itu dengan langkah cool nya.


Gea pikir apakah dia harus pergi saja, dia takut jika David mendekati dirinya malah akan menimbulkan kecemburuan untuk anak-anak yang ada di sekitar mereka.


Para gadis akan cemburu dan marah setiap kali David dan dia saling berdekatan.


"Aku pikir aku harus pergi sekarang"

__ADS_1


Ucap Gea pelan pada Susan dan vlora.


"No Gea, aku pikir dia ingin mendekati kamu dan Bicara dengan mu, lihat tatapan mata nya"


Vlora bicara dengan cepat, mencoba menahan tangan gadis tersebut dengan cepat.


"Kau lihat? para gadis menatap tidak suka pada ku"


Jawab Gea cepat.


Mendengar Jawaban Gea, Susan terlihat mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu harus peduli dengan orang lain, itu bukan urusan kamu Gea, jangan melarikan diri kemana-mana"


Susan ikut mencoba menahan gerakan Gea.


Dua gadis itu sengaja melakukan nya, Karena selain mereka tahu David ingin menemui Gea, di sisi kiri dan kanan David terdapat dua laki-laki yang mereka sukai.


Saat Gea kabur, bisa dipastikan David akan pergi begitu juga kedua teman-teman nya.


Gea sejenak diam, dia terlihat ragu-ragu dengan keadaan.


Bola mata nya menangkap anak-anak gadis lain terlihat sibuk mencoba mendekati David, alih-alih peduli laki-laki tersebut tetap berjalan mendekati Gea.


"Kamu disini?"


David bertanya begitu tiba di hadapan Gea, laki-laki itu memilih memutar dan duduk tepat disamping kanan Gea.


Susan buru-buru bergeser dari posisi nya dengan rasa pengertian yang begitu tinggi.


"Ahh iya"


"Tidak makan?"


David kembali bertanya.


"Sudah, aku pikir mereka akan datang sebentar lagi"


Jawab Gea lagi.


Yah dia sudah memesan makanan nya sejak tadi, tapi sepertinya harus menunggu sedikit lebih lama untuk bisa menikmati makanan nya.


David terlihat mengangguk kan kepalanya untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut kemudian melirik kearah satu teman nya yang kini membawa jus buah untuk dirinya.


Kini laki-laki tersebut duduk merapat kearah Gea, David bahkan mencoba memiringkan tubuhnya.


"Mau pulang bersama? aku ingin membawa mu ke satu tempat setelah pulang sekolah"


Tiba-tiba laki-laki itu bicara mengejutkan Dirinya.


Gea jelas mengerutkan keningnya.


"Pergi ke satu tempat?"


Tanya Gea sembari menoleh kearah David, bola mata mereka kini bertemu untuk beberapa waktu.


Tampan.


Dia akui teman nya itu memang tampan, tidak heran anak-anak lain begitu memuja laki-laki disampingnya itu, selain tampan David memilih otak yang encer dan cerdas, bahkan David ikut ekskul basket dan juga musik yang membuat laki-laki tersebut semakin terlihat bersinar terang di mata semua gadis di sekolah mereka.

__ADS_1


Bayangkan gadis mana yang tidak menyukai laki-laki yang pandai bermain musik? apalagi saat laki-laki tersebut memainkan gitar nya atau drum nya bahkan sembari bernyanyi.


Kehisterisan jelas acapkali terdengar begitu laki-laki tersebut naik ke atas panggung sekolah.


Itu benar-benar terlihat macho dan keren.


"Hmmm aku ingin memperlihatkan kamu sesuatu, ah maksud ku, aku ingin membawa mu ke satu tempat yang..."


David tidak melanjutkan kata-katanya.


"Itu membuat ku jadi penasaran"


Ucap Gea tiba-tiba.


Dia menatap David dengan jutaan rasa penasaran, dia pikir apakah David ingin membuat nya sebuah kejutan?!.


"Aku pikir tidak sedang ulang tahun"


Ucap Gea lagi.


Mendengar ucapan Gea yang diliputi rasa penasaran yang begitu tinggi membuat laki-laki tersebut tertawa kecil.


"Ikut lah dengan ku saat pulang sekolah, aku yakin kamu pasti akan menyukai nya"


Ajak David kembali.


Gea terlihat diam, dengan perasaan galau dia mencoba untuk berpikir, Sejenak sia menggigit bibir bawahnya.


Bola mata gadis itu kini menatap kearah David untuk beberapa waktu.


"Apakah akan lama?"


Tanya nya kemudian.


dia pikir jika lama dia khawatir daddy dan mommy nya akan khawatir, dia bukan type anak gadis yang suka bolos atau pergi keluar setelah jam sekolah tanpa izin.


"Aku pikir jika lama itu akan membuat khawatir daddy dan mommy, aku..."


Belum sempat Gea melanjutkan kata-katanya tiba-tiba terdengar satu suara yang mengejutkan dirinya di ujung sana.


"Gea"


Sebuah teriakan terdengar dari seberang sana.


Bola mata Gea seketika menoleh kearah depan.


Gadis itu jelas terbelalak kaget saat dia menyadari siapa yang meneriaki nama nya barusan ini.


"Daddy?"


Dia tercekat sambil mencoba menggenggam erat ujung pakaian nya dikala dia melihat daddy nya berjalan dengan ekspresi yang aneh dan seperti dilanda Kemarahan yang besar.


Kenapa daddy ada di sini?!.


Gea jelas terkejut setengah mati.


****


Catatan \=

__ADS_1


Mak bahasa nya Mak author perhalus dan banyak dipangkas sebab di ntun salah ketik sedikit saja akan di tolak naskah nya🙏🏻🙏🏻 karena di anggap tulisan nya tidak se..nonoh atau Fulugarrrr 🤭🤭.


__ADS_2