Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Melupakan Masa lalu


__ADS_3

Linda terlihat diam ketika dia melihat Venus dan Gerald kini tengah duduk tepat di sisi kanan nya, Perempuan muda itu terlihat membawakan beberapa bungkus makanan untuk diri nya.


Lagi ketika melihat Venus membuat Linda seringkali merasa gelisah dan tidak nyaman, bagi nya melihat perempuan tersebut jelas seperti seolah-olah dia baru saja melihat hantu.


karena itu sejak dulu ketika Pertama kali dia melihat Venus karena di perkenalkan oleh Bastian, dia lebih suka membuang pandangannya nya.


Venus terlihat diam ketika dia melihat ekspresi Linda Terhadap dirinya, dia pikir perempuan itu seperti nya terlihat tidak nyaman menatap dirinya saat ini.


Mungkin sebaiknya dia segera pergi dari sana pikirnya, tapi tangan Gerald menghentikan nya, laki-laki itu menyentuh lembut bahu nya agar tidak beranjak.


Bahkan seorang dokter yang kini berada di sisi kiri Linda terlihat mengembangkan senyuman nya, mencoba memberikan kode untuk nya agar Venus tidak beranjak dari posisinya.


"Apakah ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman?"


Dokter Henry bertanya pelan pada Linda setelah memastikan sudah membenahi selang infus Linda saat ini, dia terlihat mencoba memeriksa denyut nadi Linda juga detak jantung nya.


"Tidak ada"


Ucap Linda pelan.


Mendengar Jawaban Linda, laki-laki itu terlihat mengulum senyuman nya.


"Semua nya normal dan baik-baik saja"


Ucap laki-laki berpakaian serba putih tersebut.


Setelah yakin bahwa semuanya memang baik-baik saja dia kemudian kembali berkata.


"Aku akan kembali dalam beberapa waktu lagi, kamu bisa mencoba menyamankan diri bersama keluarga kamu, Linda"

__ADS_1


Ketika mendengar dokter tersebut berkata begitu sejenak Linda diam, dia menatap wajah Henry secara perlahan.


Keluarga?!.


Kata-kata tersebut terdengar begitu asing di balik telinga nya.


Keluarga? apakah dia memiliki nya selama ini?.


Dia tidak benar-benar memiliki nya selama hampir 19 tahun ini jadi rasanya begitu aneh saat orang-orang berkata soal keluarga kepada dirinya.


Dulu..yah dulu sekali dia memang memiliki nya tapi kini sudah jelas tidak lagi, jadi cukup aneh saat seseorang berkata jika dia memiliki keluarga.


Yang dia ingat selama itu dia hidup seorang diri, satu-satunya sosok yang bisa dia lihat dan dia ajak bicara hanya dari dalam hati nya hanyalah Bastian.


Tapi dia tidak pernah benar-benar bisa mengobrol dengan anak tersebut, sebab bagi Linda jelas sangat mustahil dan tidak masuk akal ketika dia harus bercerita kepada anak itu soal banyak hal.


Anak-anak tidak akan pernah paham dengan perihal hati orang dewasa.


Linda pada akhirnya hanya menjawab seperti itu, membiarkan Henry pergi berlalu meninggalkan mereka, memastikan punggung laki-laki tersebut benar-benar menghilang dari pandangan nya.


Bola mata Linda sejenak mencari sosok Bastian, dia pikir kemana anak tersebut berada saat ini??.


Hingga akhirnya sang laki-laki yang dicarinya masuk dari arah pintu luar sembari membawa sesuatu di tangan nya.


"Mommy butuh sesuatu?"


Tanya Bastian sembari meletakkan beberapa Kantong yang di bawa nya keatas meja.


"Aku membawa buah-buahan segar kesukaan Mommy"

__ADS_1


Ucap Bastian cepat lantas mendekati Linda, laki-laki tersebut memilih untuk duduk tepat di sisi kiri Linda.


Bastian langsung duduk disamping Linda sembari mengembangkan senyuman nya.


"Aku akan bantu untuk mengupas buah nya ?"


Ucap Venus cepat, Perempuan itu ingin beranjak dari sana dan meraih buah yang di bawa Bastian,tapi tiba-tiba suara Linda menghentikan gerakan langkah kakinya.


"Bisakah tinggalkan kami sebentar?"


Tanya Linda kemudian"


Venus jelas terdiam, mencoba membalikkan tubuhnya secara perlahan.


"Mom"


Bastian buru-buru bicara, tangan nya secara perlahan menyentuh lembut punggung tangan Linda yang terlihat gelisah.


Sejenak Linda terdiam saat dia merasa telapak tangan Bastian menyentuh lembut tangan nya tersebut, dia menoleh kearah putra nya itu sejenak.


"Jangan menciptakan jarak seperti itu hmmm"


Bastian berkata sembari mengembangkan senyuman nya.


"Lihat lah Venus tetap sebagai Venus, gadis muda yang tidak punya hubungan apa-apa dengan masa lalu Mommy, karena satu-satunya cara untuk membuat kita bahagia dengan cara berdamai dengan masa lalu bukan? Mom bilang akan melupakan semua nya dan menatap kearah masa depan?"


Ucap Bastian kemudian.


Mendengar ucapan laki-laki itu sejenak membuat Linda terdiam, dia menatap wajah Bastian dengan tatapan berkaca-kaca.

__ADS_1


Bisa dilihat bagaimana Bastian balik menatap Mommy nya, seolah-olah berkata semua pasti baik-baik saja sebab aku ada di sini untuk menemani Mommy berjuang untuk melupakan soal masa pahit yang kemarin.


__ADS_2