Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Kebersamaan ini


__ADS_3

Disisi lain


Yolanda terlihat berjalan sedikit canggung di samping Andrew, rasanya aneh dulu ketika mereka berjalan bersama-sama sebagai pasangan bak anak dan ayah.


Kini setelah kejadian semalam rasanya begitu aneh saat mereka berjalan berdua, apalagi ketika Andrew berkata mereka akan menikah secepatnya.


Yolanda Berusaha untuk memasang jarang terhadap laki-laki tersebut, lihat aku Andrew malu berjalan bersama dengan dirinya.


tapi rupanya alih-alih laki-laki itu malu, Andre tiba-tiba menggenggam erat telapak tangannya secara perlahan.


Gerakan laki-laki tersebut jelas membuat dia terkejut, perempuan itu menatap telapak tangan Andrew yang menggenggam erat telapak tangan nya disepanjang perjalanan.


sejenak perempuan itu menoleh ke arah Andrew, menatap pipi kiri laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


"Apa wajah ku terlihat begitu mempesona baby?"


Andrew bertanya sambil menggoda gadis di sampingnya tersebut, dia pura-pura tidak melihat tapi sebenarnya Andrew tahu bagaimana ekspresi sang kekasih baru nya itu.


Yolanda yang mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung merasa malu, wajah nya memerah begitu saja.


Dia memang mempesona.

__ADS_1


Batin Yolanda.


Gadis itu buru-buru membuang pandangannya karena malu.


Melihat ekspresi Yolanda, Andrew meraih telapak tangan tersebut kemudian mencium nya dengan pelan.


Lagi Yolanda merasa wajahnya memerah bercampur bahagia dengan perlakuan Andrew


Mereka terus perjalanan menyusuri tempat tersebut, sejak awal tujuan mereka mencari makan terlebih dahulu, kemudian Andrew baru berencana membawa Yolanda pulang ke apartemen putri nya.


Sejak semalam setelah gagal menghubungi Venus dia sama sekali tidak kembali menghubungi putri nya, Andrew Fikir pilihan paling tepat memberikan kejutan pada gadis tersebut jika dia tiba-tiba datang.


Dia sengaja meminta Yolanda tidak menyinggung soal dirinya selama di kampus ketika bertemu dengan Venus.


tidak lama kemudian seorang pelayan membawa buku menu ke arah mereka dan mulai mencatat pesanan mereka berdua.


Yolanda membiarkan Andrew untuk memilih menu apa yang terbaik untuk mereka tapi laki-laki tersebut langsung meminta Yolanda untuk memilih menu pilihannya sesuai selera Perempuan tersebut.


"kamu bebas memilih apa yang kamu mau, baby"


Ucap Andrew sambil mengembang kan senyuman nya.

__ADS_1


pada akhirnya dengan sedikit ragu-ragu Yolanda mencoba untuk memilih menu makanan mereka.


setelah memastikan pesanan mereka sang pelayan langsung pergi dari hadapan mereka.


kemudian Andrew meraih tangan Yolanda sambil mereka mulai berbagi kisah dan cerita.


Cukup lama mereka bercerita antara satu dengan yang lainnya, Bahkan mereka sesekali saling tertawa, bercengkrama, melakukan aksi tanya jawab sambil sesekali Andrew menggenggam telapak tangan Yolanda.


Hingga akhirnya menu makanan dan minuman mereka tiba, lantas mereka memilih menikmati makan bersama dengan cara yang begitu romantis hingga akhirnya tanpa terasa waktu berlalu begitu saja.


Langit mulai menggelap dan restauran tersebut telah dipenuhi oleh lampu-lampu indah disepanjang ruangan nya.


Lalu setelah menyelesaikan makan bersama mereka memutuskan untuk turun dan keluar dari sana.


Andrew masih menggenggam erat telapak tangan Yolanda, menyusuri jalan menuju ke area parkiran.


Mereka masih asih bercanda sambil sesekali tertawa bersama, bahkan Andrew merangkul Yolanda dengan begitu mesranya.


Hingga akhirnya mereka setelah mereka masuk ke area parkiran tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka.


"Yolanda?"

__ADS_1


Mendengar nama nya di sebutkan seketika Yolanda membeku, dia buru-buru melepaskan rangkulan Andrew dan menoleh ke belakang.


"Andrew, kalian sedang apa berdua?"


__ADS_2