Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Terlalu naif


__ADS_3

Masih di masa lalu


Penjara xxxxxxx


Bola mata Gibran tampak membulat sempurna saat perempuan dihadapan nya berkata,


"Tuan Conte masih hidup tapi dia terus berada di atas kasur nya, laki-laki kepercayaan dibelakang nya kini naik ke perusahaan dan menguasai semua milik keluarga kalian"


Gibran menggenggam erat telapak tangan, kilat api kemarahan terlihat di balik wajah tampannya, dia pikir perjuangan panjang nya dalam menyusun rencana dan membuat laki-laki itu mati sia-sia.


"Kenapa orang yang memiliki banyak dosa dan Begitu di benci oleh banyak orang bisa hidup begitu lama di muka bumi ini?!."


Tanya Gibran sembari mengeram.


"Tembakan mu melumpuhkan beberapa saraf di tubuhnya tapi dia masih bisa memerintahkan siapapun yang ingin di perintah nya"


"Dia menaikkan kasus nya ke pengadilan, hukuman mu tidak menjadi ringan karena kasus pembunuhan terhadap beberapa orang dan percobaan pembunuhan terhadap dirinya"


Lagi Gibran mengeram, rahang nya mengeras dan jari tangan nya mengeluarkan suara kemeratak saat laki-laki tersebut meremas telapak tangan nya dan jari-jari tangan nya.


Gibran sejenak terdiam, dia terlihat berfikir untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Tapi setidaknya dia lumpuh?! seumur hidup? itu akan memudahkan aku untuk menyingkir dirinya bukan?"


Tanya Gibran kemudian.


"Ya, tuan"


"Aku akan kembali membuat rencana untuk merebut kembali perusahaan nya, kita hanya butuh menunggu waktu, tidak lebih"


Ucap Gibran lagi.


Perempuan dihadapan nya terlihat diam.


"Terus awasi Winda dan Linda untuk ku, Pastikan mereka masuk ke keluarga Gerald dan tetap terlindungi di bawah naungan nama besar keluarga La Oberoy"


"Baik tuan"


******


Masih di masa lalu


Rumah sakit xxxxxxx

__ADS_1


Bola mata Linda muda menatap sosok perempuan dihadapan nya dengan tatapan berkaca-kaca, suara memekakkan telinga dari layar monitor hadapannya tersebut membuat dia berusaha untuk menutup kedua telinganya.


Setelah proses kelahiran yang dilakukan Winda, Perempuan itu tiba-tiba tidak sadarkan diri untuk waktu yang begitu lama, seolah-olah menolak untuk bangun, Winda menjadi terlalu nyaman dengan kehidupan di dalam tidur nya.


Di depan sana suara bayi laki-laki terus memekakkan telinga nya, menangis melengking seolah-olah tahu ibu nya tidak baik-baik saja, bayi itu butuh tangan hangat dan dada hangat untuk di genggam dan dipeluk oleh dirinya.


Linda terlihat memundurkan langkahnya kebelakang, ketakutan, kemarahan, kebencian dan kesedihan bercampur aduk menjadi satu didalam hatinya.


Seorang perempuan menggendong bayi tersebut sembari berusaha membujuk Bastian kecil agar berhenti dari tangisan nya dan terlelap didalam tidur nya.


Sembari cemas memikirkan Bastian, dia juga cemas memikirkan soal Linda juga Winda didepan sana.


"Masuklah ke kehidupan Gerlad dan menjadi Winda, bukankah sejak awal Gerald tahu nya dia menikah dengan mu, Linda?"


Perempuan itu bicara sembari mencoba menenangkan Linda dari keterpurukannya.


"Hal ini anggap lah cara yang tepat untuk terus menerimanya kucuran dana dalam pengobatan Winda juga untuk kamu bertahan hidup dan berlindung dari orang-orang yang mungkin berniat jahat kepada kalian"


Linda menatap bola mata Perempuan itu untuk beberapa waktu.


"Tapi aku mana bisa menipu sahabat ku dan mengkhianati diri nya"

__ADS_1


"Sahabat? kau masih muda dan begitu naif, sepolos itu jalan pikiran mu?Masihkah kamu menggunakan hati kamu setelah sekian banyak keluarga La Oberoy mengecewakan kamu dan membunuh Paman mu? jangan lupa, kematian ayah mu dan ibu mu sedikit banyak berasal dari keluarga mereka, bahkan Gerald mengkhianati Paman mu bersama kakak laki-laki nya"


__ADS_2