Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 23


__ADS_3

DarrelĀ pikir bagaimana bisa pria tua itu ada di sini saat ini.


Oh sh.it.


Dia mengumpat dengan kesal, menatap Gea dengan pandangan penuh cinta dan nafsu, seketika laki-laki tersebut kembali berusaha untuk bergerak.


"per..setan, kita lanjutkan Sejenak"


Desah Laki-laki tersebut pelan.


"Dad...no itu Grandpa"


Gea menggelengkan kepalanya cepat, dia berusaha untuk menutup rapat kedua kakinya


Darrel bukan tipe laki-laki yang suka mengalah tapi melihat Gea seketika membuat dia mau tidak mau menghela kasar nafasnya kemudian dia naik ke atas tubuh Gea dan menyambar bibir perempuan tersebut cepat.


"kita akan lanjutkan nanti dalam 2 ronde permainan"


Laki-laki tersebut berbisik nakal setelah menghisap lembut bi.bir putrinya, hal tersebut membuat wajah Gea langsung merona.


Laki-laki itu selalu bisa membuatnya tersipu-sipu malu akan ucapannya, Darrel seperti bukan sosok Daddy nya yang dingin yang sering dia lihat selama ini, laki-laki tersebut terlihat begitu manis dan menggoda ketika bersama dirinya.


Setelah berkata begitu, Darrel Kemudian secepat kilat menutup tubuh Gea dengan selimut, dia turun dari kasur tersebut meraih celana pendek dan bajunya sambil berkata,


"Daddy akan mengurus semuanya dengan cepat"


Ucap laki-laki tersebut sambil menggunakan pakaian nya.


"Pergilah membersihkan diri daddy akan menunggu mu untuk sarapan di depan"


Lanjut nya lagi setelah itu dia bergerak pergi kearah pintu kamar.


"He em"


Gea buru-buru menganggukan kepalanya sembari mengulum senyumannya.


Darrel secepat kilat membuka pintu kamar tersebut dengan cepat, dia menatap kearah sosok laki-laki tua yang ada dihadapan nya tersebut.


"Kau masih terlelap di jam segini?'


Tanya laki-laki tua dengan rambut beruban yang ada di hadapannya itu, dia melirik kearah jam tangan nya.


Mendengar ucapan laki-laki tua tersebut membuat Darrel langsung mendengus kesal, dia bergerak menutup pintu kamar dengan kasar dan berjalan menuju ke arah depan.


"Aku cukup terkejut daddy ada di sini"


Laki-laki tersebut bicara sambil bergerak menuju ke arah kursi sofa yang ada di ujung sana, dia meletakkan pantatnya di sana dan menghempaskan tubuh nya dengan perasaan kesal, dia pikir tidak bisakah dia mendapatkan liburan bersama Gea dengan kepuasan tersendiri tanpa gangguan dari keluarga mereka?!.

__ADS_1


Darrel pikir mungkin sebaiknya dia mengambil liburan ke luar negeri jika dia mendapatkan waktu luang, mungkin ke Indonesia misal nya.


Melihat putranya kurang begitu menyukai kehadiran nya, laki-laki tertua dari keluar Oxtone Tersebut seketika langsung mendengus.


"Kau benar-benar anak tidak tahu diri, bukan menyambut ayah mu dengan cara yang baik layak nya anak-anak lain di luar sana, kamu malah bersikap seolah-olah aku ini bukan ayah mu"


Tuan Oxtone protes berat, dia bergerak mendekati Darrel kemudian kembali berkata.


"Dimana cucu ku?"


Dia jelas menanyakan keberadaan Gea, tidak ada yang tidak tahu bagaimana buruknya kelakuan Darrel pada kehadiran Gea, laki-laki itu dulu bahkan memungkiri jika Gea putri nya, laki-laki tersebut tidak siap memiliki seorang putri dari Alisa yang notabene nya perempuan itu menikah dengan Darrel atas perjodohan dari dirinya.


Darrel bahkan enggan menyentuh Gea di kelahiran awal nya, belum lagi laki-laki tersebut sama sekali tidak pernah ingin menoleh kearah Gea di kehadiran pertama gadis kecil itu dulu.


Hingga akhirnya Alisa membawa Gea pergi menjauh selama bertahun-tahun, namun atas desakan dirinya pada akhirnya Alisa kembali bersama Darrel membawa Gea yang beranjak dewasa, tapi tetap saja Darrel tidak pernah mau mengakui Gea putri nya, bahkan laki-laki tersebut pernah menyeret Gea satu kali di pertemuan keluarga karena gadis itu menumpahkan makanan miliknya.


Karena itu tuan Oxtone meragukan kasih sayang Darrel.


Meskipun sebenarnya Darrel tidak pernah protes atas perjodohan nya, tapi dia tahu laki-laki tersebut tidak pernah mencintai Alisa.


Tapi bagi tuan Oxtone Alisa merupakan perempuan paling tepat untuk mendampingi Darrel hingga sejauh ini, dia bahkan selalu ada disaat dalam keadaan apapun mendampingi putranya.


Tapi meskipun tidak mencintai Alisa, dia tidak berharap laki-laki tersebut membenci Gea.


Mendengar daddy nya bertanya soal Gea, laki-laki tersebut langsung menaikkan pandangan nya, dia menatap daddy nya dalam.


Protes Darrel cepat.


"Apa Alisa yang memberitahukan daddy soal keberadaan Gea? Aku membawa nya untuk berlibur? Atau... jangan-jangan Perempuan matre itu yang banyak mulut mengatakan keberadaan kami pada daddy?"


tanya nya cepat sambil menebak siapa yang terlalu banyak mulut mengurus urusan nya, dia benci type manusia pengadu, seolah-olah Darrel akan takut dengan laki-laki tua Oxtone tersebut.


"oh come on Darrel, tidak bisakah kamu bersikap lebih lembut dan tidak mudah marah? Kenapa kamu begitu keras kepala, mereka bicara pada daddy karena takut jika kamu memperlakukan Gea dengan buruk"


"Apa aku pernah melakukan nya selama ini?"


"kau pernah menyeretnya di perayaan makan malam keluarga besar"


"itu terjadi karena sebuah kesalahpahaman"


"kau pikir daddy buta?kau bahkan bersikap dingin pada nya"


"Come dad itu kesalahpahaman, selanjutnya aku tidak pernah berlaku kasar pada nya bukan? Aku bahkan tidak pernah memaki nya bahkan memukul nya, aku menyayangi nya tapi tidak harus berkoar-koar pada semua orang"


"kau tidak pernah memperlihatkan nya dalam keluarga kita, berhentilah bersikap aneh daddy akan membawa Gea pulang hari ini juga, aku cukup khawatir jika dia terus bersama mu"


"what? No.."

__ADS_1


Mereka berdebat dengan cara yang cukup rumit, Darrel memang seperti itu, sulit mengalah pada siapapun meskipun itu ayah nya sendiri, tapi percayalah dia mungkin akan mengalah saat orang-orang mulai berkata akan mengirim Gea menjauh dari diri dan dan Alisa, Darrel benar-benar tidak bisa mengendalikan emosi nya jika ancaman sudah diberikan pada nya soal Gea.


"ini liburan pertama ku dengan putri ku, bagaimana bisa Daddy ikut campur dengan kelakuan ku pada putri ku, aku tidak memperlakukan Gea dengan buruk, ada apa dengan kalian semua?"


Seketika emosi Darrel menjadi menanjak, dia berdiri Sembari Menatap kesal kearah daddy nya.


"what the fu.ck, sh.it"


ditengah perdebatan mereka dan kekesalan Darrel, tiba-tiba Gea muncul di arah balik pintu, dia bergerak bingung menatap dua orang yang dia sayangi, dia pikir kenapa daddy nya terlihat begitu marah, bisa dia lihat kilatan emosi di balik bola mata tersebut dan Darrel mengerat kan rahangnya.


"Grandpa?"


Gea bicara pelan, mendekati sang kakek dengan perasaan takut, Gea tahu kedua orang itu jarang akur, Darrel yang keras kepala dan Grandpa nya yang ingin menang sendiri dan selalu mengatur kehidupan Daddy nya.


"sayang kamu disini?"


Laki-laki tua tersebut tersenyum bahagia, dia menatap Gea sembari merentangkan kedua tangannya, menunggu cucu kesayangan nya itu masuk kedalam pelukan nya.


Melihat ekspresi grandpa nya Gea buru-buru masuk ke pelukan laki-laki tua tersebut.


"Mari pulang bersama Grandpa"


Ucap laki-laki tua tersebut kemudian.


Mendengar ucapan Grandpa nya seketika membuat Gea terkejut, dia mengerutkan keningnya lantas mendongakkan kepalanya sedikit panik.


"Grandpa tidak yakin Darrel akan berlaku baik pada mu"


"Tapi..."


Gea terlihat menggigit bibir bawahnya.


"Jangan bercanda dad, aku tidak akan mengizinkan nya"


Darrel langsung menarik tubuh Gea, memasukkan gadis itu kedalam pelukan nya"


"Darrel"


Tuan Oxtone langsung meradang.


"Katakan pada Grandpa, mau ikut pulang dengan Grandpa atau tinggal dengan baji.ngan ini tanpa tahu apa yang akan dia lakukan pada mu"


Laki-laki itu bicara dengan cepat, Menatap kearah cucunya dengan tatapan mendominasi.


"Aku curiga dia berlaku baik karena ada mau nya"


Lanjut laki-laki itu lagi dengan kesal.

__ADS_1


Gea jelas bingung dengan ucapan laki-laki tua tersebut, seketika dia mencoba menelan ludah nya.


__ADS_2