Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Kejahatan fatal


__ADS_3

Sejenak Gerald mengerutkan keningnya.


"Maria?"


Dia bertanya balik dengan ekspresi cukup terkejut.


"He em"


Venus mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


Jelas saja Saat Venus berkata itu perbuatan Maria, laki-laki tersebut langsung menghela kasar nafas nya.


Dia cukup tidak percaya bocah tengil itu pelaku nya.


Maria Oh Hara benar-benar di anggap nya nekat jika berani melakukan hal tersebut terhadap Venus.


Jika dibiarkan gadis itu bisa saja melakukan pembuatan nya sekali lagi, maka Gerald fikir dia harus memberikan peringatan pada gadis tersebut, jika masih tidak digubris maka Gerald fikir dia harus memberikan ultimatum terakhir dan jika tidak di hiraukan juga maka dia pastikan akan memberikan pelajaran yang luar biasa pada gadis tersebut.


Gerald fikir sifat Maria persis seperti Mama nya, sama-sama licik dan suka menghalalkan banyak cara demi bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan.


Jika tidak benar-benar waspada pada type orang-orang seperti masa, bisa dipastikan type manusia seperti mereka bisa berlaku nekat secara tiba-tiba dan merugikan orang lain.


Dan putra nya?!.


"Kenapa menjemput Bastian?"


Tanya Gerald masih terus mengerutkan keningnya.


"Dia mabuk, seorang pelayan bar 🍺 berkata seseorang harus membawa nya pulang, aku tidak memikirkan hal yang aneh-aneh saat pelayan tersebut berkata aku Harus membawa si empunya handphone untuk segera pulang, Karena kontak pertama yang pelayan itu temukan adalah kontak ku kata mereka"

__ADS_1


Mendengar kan sedikit penjelasan Venus sejenak membuat Gerald berusaha merangkai peristiwa.


Tapi satu yang membuat dia cukup marah.


Again!.


Bastian menghamburkan uang yang dia berikan untuk hal yang tidak bermanfaat.


Dia selalu berfikir kenapa watak Bastian dominan pada Linda?! itu membuat dia terkadang merasa gagal menjadi seorang ayah.


"Aku akan minta sekretaris ku menyelidiki nya"


Ucap Gerald kemudian.


"Ya?"


Venus bertanya sedikit bingung.


Ucap laki-laki tersebut sambil kembali menyentuh lembut ujung kepala Venus.


"Memang nya apa yang akan Daddy lakukan?"


Venus bertanya sambil mengerutkan keningnya, dia cukup takut jika-jika laki-laki tersebut melakukan hal diluar pemikiran nya.


Meskipun Maria berlaku buruk pada nya dan dia berharap bisa membalas gadis tersebut atas perbuatannya, tapi bukan berarti harus melampaui batasan.


Anggaplah dia masih punya hati.


Yah meskipun tidak dipungkiri dia ingin sekali menghajar gadis tersebut

__ADS_1


Karena dia tidak paham bagaimana cara pemikiran laki-laki dewasa, mungkin bisa jadi orang dewasa melakukan hal yang tidak sama seperti apa yang anak-anak seusia nya fikirkan.


Mendengar pertanyaan Venus, Gerald terkekeh kecil.


"Kenapa memangnya?"


Gerald malah balik bertanya.


"Jangan melakukan hal yang buruk-buruk"


Pinta Venus sambil menatap dalam bola mata Gerald yang sejenak melirik kearah diri nya.


"Aku tidak akan melakukan hal yang buruk-buruk, tapi hanya sedikit akan memberikan anak itu peringatan, kamu tahu baby? ketika kejahatan di biarkan, mereka akan bergerak kembali dan merajalela"


"Tapi mungkin maria tidak benar-benar serius melakukan nya"


Ucap Venus pelan.


"Memberikan kamu afrodisiak? menjual dengan laki-laki hidung belang?"


Gerald kali ini bertanya pada Venus, melirik kearah perempuan tersebut sambil terus fokus menyetir mobilnya.


"Hal seperti itu cukup melampaui batasan nya, bayangkan malam kemarin kita tidak bertemu? di atas kasur siapa kamu akan berakhir baby? itu bukan lagi tidak serius"


Ucap Gerald sambil menghela kasar nafasnya.


"Itu kejahatan yang tidak bisa di tolerir dan itu jelas kesalahan yang fatal"


Mendengar kan ucapan laki-laki tersebut seketika Venus terdiam.

__ADS_1


Yah itu jelas begitu fatal.


Jadi seharusnya memang benar Maria oh zialan diberikan satu pelajaran.


__ADS_2