Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 36


__ADS_3

The Royalt penthouse


suite president Wilson.


Darrel terlihat diam untuk beberapa waktu saat menatap laki-laki dihadapan nya kemudian melirik kearah kertas yang ada ditangan nya dan secara perlahan membuka nya.


Son, gadis yang pernah akan akan kamu nikahi di masa lalu, bertukar tempat dengan Marina dan terjebak dalam situasi, Silsila.. dia telah kembali dalam kondisi tidak baik-baik saja dan dia membutuhkan pertolongan kamu, maafkan aku yang telah memisahkan kalian dimasa lalu.


Charles Hopkins.


Darrel meremas kertas ditangan nya tersebut secara perlahan, melempar nya ke sembarang arah tanpa perasaan, Darrel tersebut menatap tajam laki-laki yang ada dihadapan nya itu.


"Aku telah lama melupakan Silsila, Leone"


Ucap Darrel kemudian, dia menatap kembali laki-laki yang dia panggil Leone tersebut.


Mereka duduk di antara dua kursi yang saling berhadapan, di satu ruangan khusus tanpa di ganggu oleh orang-orang disekitar mereka.


Tidak ada percakapan banyak di antara mereka, hanya soal silsilah dan masa lalu yang Darrel anggap tidak penting.


Laki-laki dihadapan nya itu adalah salah satu teman yang tahu akan kisah mereka, dia dan Silsila sepasang kekasih yang mungkin benar saling mencintai di masa lalu, kemudian satu pengkhianatan besar terjadi, perempuan itu hamil dengan laki-laki lain dan meninggalkan dirinya dimalam pernikahan mereka, membuat Darrel mau tidak mau meninggalkan perempuan tersebut dan memilih Alisa untuk dijadikan pengantin perempuan nya.


Malam itu hidup nya hancur berantakan,dia pikir menikahi Alisa akan membuat dia baik-baik saja, tapi rupanya tidak ada yang baik, Alisa bahkan menyimpan satu rahasia besar didalam hidup nya, hilir mudik kesana-kemari dengan rencana yang tidak dia ketahui.


Kemudian satu kenyataan membuat dia paham jika perempuan tersebut bermain-main dibelakang nya.


Saat dia memergoki perempuan itu bermain dibelakang nya, Alisa hanya bisa menangis pura-pura semalaman, bersimpuh di bawah kaki nya memohon agar tidak di ceraikan.

__ADS_1


"Dua perempuan itu bagi ku sama saja, mereka sama-sama seorang pembohong"


Lanjut Darrel lagi, bola mata tajamnya menatap Leone, bagi nya dia tidak perlu lagi membicarakan salah satu di antara kedua orang tersebut.


"Bahkan 17 tahun lebih bersama Alisa membuat ku berkubang dengan rasa marah yang sama, dia membohongi ku soal banyak hal termasuk kehamilan nya, kau pikir aku buta? Aku hanya sedang menunggu diri nya hancur dengan berbagai macam rencana nya dibelakang ku bersama orang-orang yang terlibat dibelakang nya"


Dan saat Darrel berkata begitu seketika Leonel membulatkan bola matanya.


"Apa?"


Laki-laki tersebut Bertanya dengan nada terkejut.


"Kau tahu?"


Tanya nya dengan tatapan tidak percaya.


"Apa aku terlihat seperti laki-laki bodoh?"


"Jika aku bodoh, aku tidak akan mungkin menjadi penerus Oxtone, aku diam hingga semua kepemilikan Oxtone berpindah dengan ku, setelah itu aku tidak mesti khawatir dengan hal apapun lagi"


Setelah berkata begitu, Darrel langsung berdiri dari posisi duduknya, dia kemudian berniat beranjak dari sana namun Leone seketika berkata.


"Apa kau tahu sejak awal jika Gea bukan putri mu?"


Dia bertanya dengan buru-buru, penasaran dengan isi pikiran Darrel.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, seketika Darrel menghentikan gerakan kakinya, dia meletakkan kedua tangannya kedalam kantong celana nya.

__ADS_1


"Kau pikir apa mungkin seorang ayah meniduri putri kandung nya sendiri? Aku belum segila itu"


Ucap nya lantas kembali akan bergerak dengan cepat.


Tapi Leonel kembali berkata.


"Apa kau sudah tahu dia putri siapa?"


Mendengar pertanyaan Leonel, Darrel membalikkan tubuhnya.


"Aku tidak perlu tahu soal itu lebih dalam"


"Kau harus tahu, karena ini akan cukup mengejutkan mu"


Leonel bergerak dengan cepat, dia melangkah kehadapan Darrel.


"Kau harus tahu soal satu hal, dia putri silsila dimasa lalu"


Ucap laki-laki tersebut cepat kearah Darrel.


Mendengar ucapan Leonel seketika Darrel membulatkan bola matanya dengan sempurna.


"Apa?"


Seketika suara Darrel tercekat, dia bertanya dengan perasaan cukup tidak percaya.


"Apa kau sedang bercanda dengan ku?"

__ADS_1


"Aku tidak akan Berani melakukan nya"


Jawab nya dengan cepat.


__ADS_2