Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 77


__ADS_3

Bayangkan bagaimana perasaan Nyonya Oxtone saat ini ketika dia melihat satu pemandangan mengerikan di depannya, belum selesai satu kasus yang terus gonjang-ganjing menghantam mereka di mana Alisa berselingkuh, kini satu kejadian tidak terduga kembali menghantam dirinya dan menyeruak masuk ke dalam keluarga mereka.


Anggaplah wanita itu mulai kehilangan atau warasnya karena orang-orang di sekitarnya saat ini pun sama tidak warasnya dengan dirinya, seketika nyonya Oxtone langsung bergerak mendekati teras kamar di mana putranya dan cucunya berada.


Tanpa berpikir dua tiga kali dia masuk ke dalam sana dan....


Plakkkkkkk.


Satu tamparan menghantam Darrel.


Jangan ditanya bagaimana perih dan pedih nya, ini luar biasa nyeri.


Satu tamparan membuat laki-laki tersebut Cukup terkejut.


Nyonya Oxtone sendiri berusaha memejamkan sejenak bola mata nya,Sebenarnya dia tidak tahu harus memukul siapa lebih dulu dan siapa yang harus disalahkan, tapi karena dia berpikir Gea adalah orang yang lugu, anak gadis yang patuh dan belum cukup umur maka dia berpikir Darrel yang sudah gila mencium bibir putri nya sendiri.


"Apa kau sudah gila?"


Bentak wanita itu dengan kesal, dia menarik lengan Gea dengan cepat agar lepas dari pelukan Darrel.


Kedua orang tersebut jelas terkejut, derel bahkan membulatkan bola matanya saat mommy nya dengan cara yang begitu mengerikan menampar pipinya, ini kali pertama dia mendapatkan tamparan dari mommy nya sendiri.


Gea sendiri jelas tercegah karena tidak percaya jika Grandma nya sudah ada dihadapan mereka, wanita itu pasti melihat ciuman mereka.


"grandma?"


"pantas saja kamu berubah Belakangan ini, jadi karena kamu memiliki maksud tersembunyi pada putri mu sendiri"


Nyonya Oxtone Bertanya penuh kemarahan, suaranya menggebu-gebu, dia mencoba menetralisir detak jantung nya yang kacau balau sejak tadi.


Apa yang dia lihat jelas sangat tidak normal menurutnya.


bayangkan saja itu adalah ciuman bibir bagaimana seorang ayah mencium bibir putrinya sendiri.


"Mom"


Darrel mencoba untuk bicara, menatap wanita di depannya tersebut dengan tatapan yang cukup sulit untuk diungkapkan.


"Mom... biarkan aku menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya"


Laki-laki tersebut bicara dengan cepat, dia menatap mommy nya untuk beberapa waktu, berharap wanita tersebut tidak salah paham pada Gea, dia takut mommy nya akan menyangka yang tidak-tidak pada Gea misalnya berpikir Gea lah yang menggoda nya.

__ADS_1


Alih-alih mendengarkan Darrel, wanita tersebut secepat kilat meraih Gea, dia menggenggam kedua bahu Gea kemudian berkata.


"Apa Darrel sering melecehkan mu? Dia mengancam mu? Atau bahkan telah berbuat yang tidak-tidak pada mu?"


Mendengar pertanyaan Grandmanya membuat Gea cukup ciut dan takut, apalagi wanita tersebut menahan bahunya dengan kedua belah tangannya nya, tatapan wanita itu membuat Gea takut.


"Grandma, aku...."


Perempuan tersebut terlihat gemetaran, tidak berani berkata soal kenyataan nya.


Apa dia harus bilang soal hubungan mereka? Bukan hanya tentang ciuman, mereka bahkan melakukan semua nya lebih dari sekedar ciuman.


"Gea dengar kan Grandma, jawab dengan jujur"


"Mom..."


Darrel pikir mommy nya terlihat sangat kacau dan marah, pertanyaan nya malah membuat Gea takut.


Saat Gea mencoba menetralisir perasaan nya tiba-tiba rasa mual kembali Menghantam dirinya, dia tidak peduli dengan siapapun saat ini, menutup mulutnya dengan cepat, dan mencoba kabur dari sana menuju ke kamar mandi.


Nyonya Oxtone yang masih ingin menekan Gea berusaha untuk bersabar menunggu, wanita tersebut mengejar langkah cucunya tanpa berpikir dua tiga kali diikuti Darrel dengan kepanikan nya.


Darrel memijat-mijat kepalanya dengan keras, dia pikir bagaimana bisa semua jadi sekacau ini?!.


Bahkan selama sesi muntah nya, Gea berusaha untuk menahan diri sambil kedua tangannya terus berpegangan pada bagian wastafel kamar mandi.


Darrel secepat kilat mencari minyak angin, kembali mengolesi minyak tersebut pada tengkuk putri nya, memijat-mijat nya berkali-kali.


Entahlah apa yang dipikirkan Nyonya Oxtone saat ini, saat dimeja makan tadi dia tidak memikirkan hal yang aneh-aneh, dia pikir mungkin Gea demam dan tidak enak badan, mungkin cucunya kelelahan karena banyak nya jadwal sekolah yang padat dan ujian yang menghantam beberapa Minggu kemarin, belum lagi rasa lelah perjalanan panjang yang dia ketahui Darrel membawa nya tempo hari kala itu yang mungkin menyita banyak waktu Gea.


Setelah semuanya selesai Gea baru merasakan efek lelah dan capek nya.


Tapi kali ini tidak tahu tiba-tiba pikiran buruk menghantam diri nya, wanita tersebut tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya, dia terlihat memucat dan mencoba untuk tidak menduga-duga yang tidak-tidak.


Tapi semakin kencang dia mencoba tidak berpikiran yang aneh-aneh, namun seolah-olah ada seseorang yang mencoba untuk berbisik dibalik telinga nya.


Sesuatu terjadi di antara mereka.


Tidak mungkin.


Nyonya Oxtone menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mana mungkin Darrel sebejad itu.


Kepalanya berputar-putar, berpikir mungkinkah Gea di ancam, Gea diperalat dan Gea di perlakukan dengan tidak senonoh?!.


Dia mencoba melihat kelakuan putra nya, bagaimana laki-laki tersebut memperlakukan cucunya.


Jelas terlihat berlebihan, terlalu aneh dan membuat siapapun yang melihatnya pasti berpikir mereka bukan ayah dan anak tapi....


Nyonya Oxtone kembali menggeleng kan kepala nya.


Gea masih terus berusaha memuntahkan seluruh isi perutnya yang sebenarnya sudah nyaris tidak ada apa-apa lagi, Darrel berusaha untuk terus memberikan minyak angin pada putrinya, memijat-mijat tengkuk nya dengan tatapan penuh kekhawatiran.


ini sangat buruk.


Itu yang ada didalam pemikiran laki-laki tersebut saat ini.


"masih ingin muntah?'


Dia bertanya pada Gea.


"Sebentar dad..."


Gea membiarkan air di wastafel hidup, dia mengusap dan mencuci mulutnya berkali-kali, berusaha untuk menetralisir rasa mual luar biasa didalam dirinya.


Tidak dia hiraukan lagi kemarahan Grandma nya tadi, yang dia pedulikan bagaimana agar dia tidak terus memuntahkan isi perutnya lagi.


Setelah selesai memuntahkan seluruh isi perutnya, memastikan jika Gea baik-baik saja, nyonya Oxtone langsung kembali menarik lengan Gea.


Darrel jelas terkejut begitu juga dengan Gea.


"Berhenti di sana Darrel, jangan membuat mommy lebih marah dari pada saat ini, kau...kemasi barang-barang mu, Gea"


"Grandma..."


"bagi ku tidak ada yang waras saat ini, Alisa dan kelakuan nya juga ketidak normal'an mu Darrel, membiarkan Gea terus berada di antara kita akan membahayakan dirinya, aku akan mengirimkan dia kepada seseorang, membiarkan dia yang merawat Gea, apalagi dia saat ini akan menikah,aku yakin istrinya pasti bisa menjaga Gea dengan baik"


Nyonya Oxtone terus bicara dengan nada penuh kemarahan, menetralisir perasaan nya yang berkacamuk menjadi satu, seolah-olah ada kekhawatiran besar diantara hati nya saat ini.


Mendengar ucapan mommy nya seketika jelas saja membuat Darrel terkejut.


"Apa?"

__ADS_1


tanya nya sambil membulatkan bola matanya.


__ADS_2