
Setelah pergi meninggalkan bibi Lina laki-laki tersebut sengaja mentransfer uang pada rekening wanita tersebut, namun di detik berikutnya laki-laki tersebut meraih handphone nya dan mencoba menghubungi seseorang.
Cukup lama hingga akhirnya panggilan Darrel tersambung ke ujung sana.
"Aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk ku"
Ucap laki-laki tersebut cepat ketika panggilan nya tersambung dengan seseorang.
"Aku akan mengirim nya lewat email, hanya 1 Minggu tidak lebih, lakukan semua nya dan pastikan aku puas dengan pekerjaan mu"
Lanjut Darrel lagi.
Dan detik berikutnya laki-laki tersebut langsung menutup panggilannya dengan cepat, setelah itu dia meletakkan handphonenya ke atas meja yang ada di hadapannya sembari bola matanya kini kembali menatap kearah kasur dimana putri nya berada.
Oh ****.
Darrel mengumpat saat dia sadar Gea telah menggunakan pakaian lengkap nya dan terlelap didalam tidurnya.
Wanita sialan itu.
Batin Darrel kesal.
Seharusnya mereka telah melewati sesi panas bersama malam ini di bawah kucuran keringat yang membasahi tubuh mereka berdua di antara gelombang hasrat yang membakar sekujur tubuh mereka, mendapatkan kenikmatan yang tidak bisa digantikan dengan kenikmatan lainnya, dimana dia akan mendapatkan pelepasan nya didalam inti Gea, menyemburkan bibit-bibit super luar biasa nya dan berharap gadis itu yang menjadi sempurna menjadi seorang perempuan dan menerima bibit terbaik dari pertumpahan hasrat membara nya.
Dia menginginkan Gea mengandung anak-anak Milik nya sebab itu menjadi salah satu mimpi terbesar nya.
Namun lihatlah, karena wanita sialan itu dia harus meredam semuanya lebih dulu, dia mana mungkin memaksa Gea bangun dari tidur lelap nya demi kepuasan dirinya semaga.
Sial.
Darrel kembali mengumpat.
Dia pikir mungkin besok pagi akan menjadi sarapan pembuka untuk mereka.
Yeah pagi akan menjadi sarapan paling dahsyat untuk mereka.
Laki-laki tersebut kini bergerak berjalan menuju ke arah kasur dimana putri nya tertidur saat ini, laki-laki itu naik ke atas dasar secara perlahan takut membangunkan gadis tersebut, dia mendekati Gea yang terlelap di dalam tidurnya, kemudian laki-laki tersebut menatap sang putrinya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Rasa gemas dan perasaan penuh gai.rah menghantam dirinya saat ini, bahkan dia terkadang tidak bisa mengendalikan detak jantung nya sendiri, terlalu jauh berbeda perasaan yang dia rasakan saat bersama Alisa meskipun mereka sering bergelut melewati malam panas, pegi penuh hasrat atau bahkan siang penuh peluh bersama, melewati penyatuan hingga puluhan bahkan ratusan kali bahkan meskipun perempuan tersebut mencurahkan banyak cinta untuk nya, nyatanya Darrel tidak pernah merasa berdebar-debar dan jatuh cinta pada Alisa seperti perasaan nya pada Gea saat ini.
Dia benar-benar berada di luar jalur normal nya, dia melampaui batasan nya dan dia hampir gila menahan bendungan perasaan yang menggebu-gebu didalam dirinya.
Laki-laki itu pikir bagaimana bisa dia tergila-gila pada sosok polos yang ada dihadapan nya tersebut dan dia benar-benar merasa frustasi setiap kali mengingat nya.
Darrel benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri saat ini.
Dan secara perlahan laki-laki tersebut mencium lembut bibir Gea dan membiarkan bibir mereka menyatu untuk waktu yang cukup lama.
Mendapatkan ciuman manis dari bibir ke bibir, membuat Gea hanya menggeliat kecil kemudian gadis itu terlihat kembali tenggelam kedalam alam mimpi nya.
dia pikir jika Gea terjaga mungkin dia akan kembali menerkam gadis tersebut dan bisa jadi dia akan melanjutkan aksi nyata tadi sebelum wanita sialan itu datang, tapi karena Gea sama sekali tidak terjaga, Darrel mencoba menahan segala hasrat ini perasaannya, dia tidak mau menjadi laki-laki yang egois yang harus memaksa orang yang dia sayangi dan dia cintai terganggu hanya karena hasrat yang ada di dalam dirinya yang melambung tinggi saat ini.
setelah melesatkan ciuman di bibir Gea, laki-laki itu melepaskan ciuman nya dengan perlahan, tangan kanannya mengelus pipi pipi kiri sang putrinya untuk beberapa waktu sembari dia bergumam pelan.
"I love you"
Oh terkutuk lah dia atas pernyataan sepihak yang diam-diam dia berikan pada gadis kecil tersebut.
Percayalah Darrel yakin gadis itu tidak akan bangun di pagi hari, sebab cepat atau lamban gadis itu akan bangun dari rasa lapar nya yang berlebihan, dan itu akan menjadi masa untuk mereka kembali mengulangi hal di kamar mandi dan di atas kasur tadi yang tertunda.
Darrel menyeringai kecil sembari laki-laki tersebut Meraih sebuah pakaian dan mulai menggunakan nya dengan cepat.
*******
Disisi lain.
Mansion xxxxxxxx.
Alisa terlihat berjalan mondar-mandir dengan gelisah, dia mencoba menghubungi Gea namun gagal, sebenarnya ada perasaan cemas yang menghantam dirinya ketika Darrel membawa putrinya tersebut mengingat bagaimana cuek nya sifat Darrel kepada siapapun selama ini tanpa terkecuali bahkan kepada dirinya.
Laki-laki itu tidak pernah mempedulikan orang-orang disekitar nya apalagi jika sudah berkutat dengan urusan pekerjaan nya.
Darrel akan mengabaikan semua orang bahkan tanpa sadar laki-laki tersebut akan menyakiti perasaan orang-orang yang ada disekitar nya.
Bukan waktu sejenak bersama Darrel, sejak mereka muda, menikah beberapa tahun hingga membuat Alisa memilih pergi meninggalkan Darrel sejenak karena tidak tahan cintanya hanya terasa sepihak.
__ADS_1
Dia pergi menjauhi laki-laki tersebut dan tinggal di negara berbeda, setelah hamil dan melahirkan Gea pada akhirnya dia kembali menemui Darrel, dia tahu dia butuh seseorang untuk menunjang biaya hidup dia dan putri nya, Alisa pikir saat mengetahui dirinya memiliki seorang putri laki-laki tersebut akan bahagia dan berubah, realitanya Darrel masih bersikap acuh dan dingin pada nya, dia sama sekali tidak berhasil membuat Darrel jatuh cinta pada nya.
Dia akhirnya kembali pergi dan berpisah kembali bersama Darrel hingga Gea masuk ke jenjang sekolah SMP, setelah itu dia kembali menemui Darrel dan meminta tinggal bersama Darrel kembali, dia membutuhkan tanggung jawab Darrel untuk biaya kehidupan Gea hingga hari ini.
Tapi realita nya laki-laki tersebut tidak kunjung jatuh cinta pada nya, sifat dingin Mendominasi dan acuh nya tetap sama seperti dulu, Darrel hanya membutuhkan dirinya ketika dia memancing laki-laki tersebut lebih dulu untuk melewati sesi percintaan panas yang dia ciptakan, laki-laki tersebut tidak pernah menjamah nya atas inisiatif Darrel lebih dulu.
Hal tersebut membuat Alisa selalu berpikir dia jangan-jangan memang terlalu bodoh karena menunggu Darrel membuka pintu hati nya.
Dia acapkali berpikir ingin menyerah, tapi dia membutuhkan uang Darrel dan segala fasilitas nya untuk menunjang kehidupan nya.
Dan dia tahu satu-satunya alasan Darrel bertahan pada pernikahan mereka karena Gea, sejak Gea ada laki-laki tersebut meskipun terlihat dingin dan begitu datar, Gea menjadi titik terlemah nya di mana laki-laki tersebut tidak akan berani menceraikan nya karena putri mereka.
Dan seluruh kehidupan dan fasilitas yang dia miliki diberikan oleh laki-laki tersebut karena kehadiran Gea di Antara mereka.
Oleh sebab itu, Alisa selalu menggunakan Gea untuk tingkat ke egoisan nya setiap kali laki-laki tersebut berkata ingin berpisah.
Dia tidak siap kehilangan semua fasilitas mewah dan kehidupan indah nya, meskipun dia harus bertahan pada pernikahan tanpa cinta.
"Ada apa?"
Tiba-tiba seorang laki-laki memeluk erat tubuh Alisa, dia berbisik tepat di sisi telinga kanan Perempuan tersebut, satu hisapan nakal di balik telinga nya membuat Alisa memejamkan perlahan bola matanya.
"Aku khawatir dia memperlakukan Gea dengan buruk"
Ucap Alisa pelan sembari menggigit bibir bawahnya.
"Jangan khawatir soal apapun, dia tidak akan menyakiti Gea karena bagi seorang ayah, anak-anak adalah segala-galanya hmmm"
Setelah berkata begitu, tangan laki-laki tersebut secara perlahan masuk melalui pakaian Alisa, bergerak nakal naik ke puncak dadanya.
"Sayang aku pikir aku kembali menginginkan nya"
Bisik laki-laki tersebut lagi lantas dia membalikkan tubuh perempuan tersebut dengan cepat.
"Kita telah melakukan nya lebih dari 3 kali sayang"
Alisa terkekeh kecil Sembari membiarkan laki-laki tersebut kembali menyambar tubuh nya.
__ADS_1