Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Perempuan yang kehilangan segala-galanya


__ADS_3

Mansion utama Linda


Kamar Bastian


Prangggg


Prangggg


Mendengar suara pecahan kaca menyembur ke mana-mana membuat Linda mengurungkan niatnya untuk menurunkan Gagang pintu yang ada di hadapannya.


Linda awalnya ingin mencoba masuk ke kamar Bastian, dia ingin mencoba bicara pada laki-laki itu empat mata.


tidak tahu harus memulainya dari mana tapi setidaknya dia harus menjelaskan kekecewaan yang Bastian rasakan soal Gerald.


Kini oerempuan tersebut terlihat diam, berusaha menetralisir perasaannya, gemuruh di jantung nya terus berdetak kencang, tangannya sedikit Gemetaran, Perempuan itu perlahan memudarkan langkahnya.


"I hate you Mom, I hate you, aku juga benci pada Daddy, kalian semua pembohong..."


Teriakan melengking dari arah dalam kamar tersebut seketika membuat Linda kehilangan kata-kata nya.


Putra nya terus membanting barang apapun yang ada di dalam kamar tersebut sambil berteriak berkali-kali soal kebencian Bastian kepada dirinya dan Gerald.

__ADS_1


Dia tahu Bastian jelas masih kecewa kepada dirinya dan juga Gerald saat anak itu tahu jika dia bukan putra kandung Gerald.


Tidak tahu bagaimana Gerald bisa mengetahui hal tersebut padahal jelas-jelas dia telah menutup rapat-rapat semua perihal masa lalu bahkan dia memalsukan tes DNA mereka tapi laki-laki itu pada akhirnya diam-diam melakukan tes DNA kembali tanpa sepengetahuan nya.


Realita nya bukan Linda kejam dan jahat, tapi dia masih belum punya keberanian untuk menjelaskan soal kisah di masa lalu pada Bastian, bisa dibayangkan bagaimana hancur nya anak itu nanti jika Linda membuka kisah kelam dimasa lalu.


ketika Bastian tau Gerald bukan ayahmu laki-laki itu jelas begitu marah, apalagi jika dia juga berkata Bastian bukan putra kandung nya melainkan putra Winda, saudara kembar nya dan Bastian lahir dari hasil pemerkosaan.


Bayangkan bagaimana Bastian bisa menerima semua kenyataan itu nanti?!.


Dia tidak siap kehilangan Bastian.


Selama ini dia mencoba untuk terus memberikan tekanan agar Bastian bisa bersikap lebih dewasa, tidak cengeng dan tegas, sebab Linda tahu lamban laut semua rahasia masa lalu yang pernah di tutup rapat-rapat akan terbuka juga suatu hari nanti.


"Nyonya?"


Pelayan kepercayaan nya bicara pelan sambil menyentuh lembut bahu Linda, mencoba menguatkan Perempuan itu jika semua pasti baik-baik saja.


Dia mencoba untuk memberikan kekuatan pada sang nyonya nya.


wanita itu tahu betapa beratnya kehidupan yang telah di jalani Linda selama ini, belasan tahun tetap setia berada di samping Linda membuat dia paham betul bagaimana luka hati perempuan cantik tersebut.

__ADS_1


Linda terus menyimpan luka yang menganga dalam di dalam hatinya selama belasan tahun tanpa membukanya kepada siapapun.


kehilangan masa depan, kehilangan kebahagiaan, kehilangan kekasihnya, kehilangan orang tuanya, kehilangan pamannya, kehilangan saudara kembar nya, kehilangan harga diri, kehilangan senyuman dan keceriaan nya.


Dia tahu betul bagaimana Linda dimasa lalu, gadis ceria dengan sejuta senyuman serta kepolosan nya.


Dia rindu nyonya nya yang dulu, benar-benar merindukan gadis muda itu dulu yang selalu hilir mudik di kediaman Conte bersama Eliza.


Harapan nya satu hari perempuan itu bisa bahagia bersama orang-orang yang mencintai dirinya.


Prangggg


"Akhhhhhh"


Suara sebuah benda dari kaca kembali terdengar memecah keadaan, teriakan penuh kemarahan dan kekecewaan Terdengar di dalam kamar tersebut.


Linda mencoba membalikkan tubuhnya, dia berjalan dengan langkah sedikit gemetaran Menuju ke arah kamar nya diikuti sang pelayan wanita tersebut.


Linda buru-buru mencari handphone nya, dia fikir mungkin dia membutuhkan seseorang untuk bisa datang dan membujuk Bastian.


Cukup lama Perempuan itu mencoba menghubungi seseorang diseberang sana hingga akhirnya panggilan nya terhubung juga.

__ADS_1


"Halo..."


__ADS_2