
Mansion utama Linda.
"aku belum siap untuk pergi"
Bastian tiba-tiba berkata seperti itu malam ini, tidak tahu ada apa namun rencana keberangkatan mereka pada akhirnya tertunda.
"Kenapa?"
Linda bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Ada banyak hal yang harus aku selesaikan mom, dan aku punya tanggung jawab besar saat ini gimana semua orang mencoba untuk mempercayaiku dan bagaimana bisa aku menghianati mereka mom"
Bastian bicara cepat mencoba untuk meyakinkan perempuan yang ada di hadapannya tersebut, dia berkata dia tidak mungkin meninggalkan semua tanggung jawab yang telah diserahkan kepada dirinya.
"semua orang telah melihat pada malam itu di mana Paman Gibran menyerahkan semua Conte company kepada diriku, ini bukan soal serakah atau tidak tapi ini soal tanggung jawab yang besar, di mana para karyawan Conte membutuhkan seorang pemimpin untuk mengendalikan perusahaan dan mereka butuh gaji untuk menghidupi keluarga mereka mom"
__ADS_1
laki-laki tersebut terus bicara sembari menatap dalam bola mata mommynya, berharap Linda mengerti dengan apa yang dikatakannya, ingat bagaimana semua orang membuat kejutan begitu juga mommy nya dan memberikan tanggung jawab besar pada nya.
"bayangkan jika aku pergi, siapa yang akan mengurusi semuanya mom?"
mendengar ucapan putranya seketika Linda terdiam, meskipun tidak dipungkiri sebenarnya dia bahagia Bastian akhirnya sudah mengerti arti sebuah tanggung jawab tapi dia tidak mungkin bertahan di tempat ini setelah banyak hal yang telah terjadi.
ada banyak sekali mimpi buruk yang terjadi selama belasan tahun ini, bahkan tinggal di tempat itu membuat Linda seolah-olah mengingat berbagai macam rangkaian peristiwa masa lalu, bahkan api kemarahan dan juga rasa bencinya pada dua keluarga yang tidak bisa dia padamkan sepenuhnya hingga hari ini, juga dia tidak bisa berdamai dengan masa lalu di mana ada banyak sekali kesedihan yang harus mereka lewati selama ini.
dia bahkan bergelut dan berjuang untuk mengikis masa lalu dalam kehidupannya, dan dia sama sekali belum bisa melakukannya sepenuhnya.
tanpa harus lagi terhubung pada masa lalu atau melihat orang-orang di masa lalu mereka, nyatanya tanggung jawab yang telah diberikan padanya mempersulit laki-laki tersebut untuk pergi dari negara tersebut.
"bagaimana jika mommy pergi sendiri?"
perempuan tersebut bertanya pada Bastian sembari menatap dalam bola mata putranya tersebut, meskipun realitanya Bastian bukan putra kandungnya dan Bastian adalah putra dari saudara kembarnya Winda, tapi dia sama sekali tidak menganggap laki-laki itu bukan seperti putranya.
__ADS_1
Ada sejuta kesedihan ketika dia berkata seperti itu seolah-olah dia akan melepaskan separuh jiwanya dan membuat dirinya keluar dari keadaan.
mendengar ucapan Linda jelas saja Bastian langsung menggelengkan kepalanya.
"No Mommy, aku membutuhkan kamu, bahkan sangat membutuhkan kamu, apa yang bisa aku lakukan tanpa kamu, mom? jangan pernah berpikir untuk saling berpisah dan saling meninggalkan"
Bastian langsung Sedikit meninggikan suaranya, dia bukan marah tapi dia sedih dan entahlah apalagi, dia tidak siap berpisah dari Linda.
"aku tidak mau kita saling berjauhan"
tambah laki-laki tersebut lagi, dia menggenggam erat telapak tangan mommy nya.
"aku tidak akan rela jika Mommy melakukannya"
Linda terlihat terdiam, dia menatap wajah Bastian untuk beberapa waktu sembari mengelisik bola matanya, tidak tahu bagaimana menyebarkannya tapi dia merasa keadaan saat ini jelas tidak baik-baik saja dan seketika bisa dia rasakan sebuah keraguan menghantam dirinya.
__ADS_1