
mansion utama Gerald
Bola mata Venus menatap kearah laki-laki yang ada di belakang nya tersebut, memunggungi dirinya di mana laki-laki tersebut sibuk dengan kegiatan nya sejak tadi.
"Dad?"
Tiba-tiba Venus memeluk laki-laki tersebut, berbisik di balik telinga Gerald sambil menutup laptop laki-laki tersebut secara perlahan.
"Oh god, maafkan aku"
seolah sadar dengan kesibukannya laki-laki tersebut langsung berbalik menoleh ke arah Venus.
"beberapa hari ini terlalu sibuk dengan perusahaan"
hujan laki-laki tersebut cepat sembari menyentuh keningnya kemudian dia langsung meraih tangan Venus dan meminta perempuan itu duduk depan di pangkuannya.
"Aku tanpa sadar mengabaikan dirimu"
Ucap laki-laki tersebut cepat dengan penuh penyesalan.
setelah kasus Conte naik sedikit banyak perusahaan Gerald mendapatkan serangan dari berbagai macam keadaan, saham naik turun juga investasi yang meragukan dirinya mulai membuat nya ketar-ketir belakangan ini untungnya Gibran menjadi laki-laki yang siap dengan jutaan senjata tempur nya, dia seolah-olah telah memperhitungkan semuanya dengan baik sebelum berperang.
__ADS_1
"Aku telah memperhitungkan semuanya, tidak akan membuat kerugian para pihak yang terlibat"
Itu adalah ucapan yang diberikan Gibran pada dirinya.
"Aku sedikit cemburu belakangan ini"
Venus bicara sambil melingkarkan tangannya pada leher Gerald, menatap wajah laki-laki dihadapan tersebut untuk beberapa waktu.
"Daddy mengabaikan ku untuk 1 bulan belakangan ini"
dia mengeluh.
Perempuan itu memunyungkan bibir nya, mengeluh pada laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.
"Maafkan aku baby, aku benar-benar lupa dengan segalanya saat disibukkan dengan pekerjaan."
sejuta sesal terbit di balik wajah laki-laki tersebut, dia menata Venus dengan jutaan penyesalan yang mendalam di dalam dirinya,. laki-laki tersebut memeluk istrinya kemudian dia membiarkan dirinya tenggelam ke dalam pelukan perempuan yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
"satu bulan lebih ini rasanya begitu berat dari menyelesaikan urusan Bastian mengejar pernikahan Winda kemudian harus bertarung dengan perusahaan, rasanya seolah-olah semua tidak akan selesai di dalam waktu yang cepat"
ucap laki-laki itu kemudian lantas melepaskan pelukannya kemudian menatap dalam bola mata istrinya.
__ADS_1
"tapi malam ini semuanya berakhir, hanya satu berkas lagi setelah itu kegiatan ku akan kembali normal"
Pinta laki-laki tersebut kemudian.
bola mata mereka sejenak beradu antara satu dengan yang lainnya, Membiarkan diri mereka larut dalam pandangan masing-masing, Venus menyentuh lembut wajah Gerald kemudian perempuan itu berkata.
"Aku tahu semua nya pasti berat tapi bisakah jangan memforsir semua nya hingga kehilangan waktu berharga? Daddy bahkan nyaris lupa segalanya jika sudah menghadapi pekerjaan, ini membuat ku cukup sedih dad"
Ucap Venus kemudian.
"Minimal jaga kesehatan sendiri, terkadang daddy lupa mengatur pola makan sendiri"
Lanjut Venus lagi kemudian.
Gerald terlihat cukup menyesal.
"Maafkan aku baby, aku tidak akan mengulanginya lagi Hmmm"
Kali ini laki-laki tersebut yang menyentuh kedua belah pipi perempuan yang ada di hadapannya itu, posisi duduk mereka yang sering berhadapan di mana Venus duduk di dalam pangkuannya membuat keadaan menjadi sejenak memanas.
secara perlahan satu ciuman manis mursa dari bibir laki-laki tersebut untuk sang istrinya, lembut penuh kerinduan karena satu bulan lebih ini berpuasa karena keadaan.
__ADS_1