
Mansion utama keluarga Oxtone
Setelah beberapa hari Tuan Oxtone membaik.
Keluarga besar terlihat mengelilingi meja makan, tidak banyak pembicara yang terjadi ketika mereka akan melewati makan malam bersama, tuan Oxtone sebenarnya belum pulih total namun dia jelas memaksakan diri dan berkata dia baik-baik saja agar bisa kembali ke kediaman.
Dia sangat membenci aroma rumah sakit, baginya rumah sakit benar-benar membuatnya tidak nyaman dan bukannya sehat dia merasa semakin sakit jika terus-terusan berada di sana.
Laki-laki tersebut duduk di atas kursi roda sedangkan anggota keluarga lainnya duduk dengan mantan di atas kursi makan menghadap ke arah meja makan besar berbentuk oval.
Beberapa pelayan mulai menyajikan beberapa menu makanan, dan juga menyajikan minuman wine di atas meja makan.
"Masih ingin minum wine?"
Istri tuan Oxtone bertanya saat salah satu pelayan meletakkan wine di depan mereka, ekspresi wajah yang menunjukkan ketidaksukaan.
"Itu kurang baik untuk kesehatanmu sayang, berhenti mengkonsumsi wine"
Istrinya dengan cepat bicara kemudian menarik piring Makan lantas secara perlahan mulai meletakkan berbagai macam makanan di atas piring tersebut.
"Itu bukan masalah aku hanya minum sedikit"
Tuan Oxtone menjawab dengan cepat mencoba meyakinkan istrinya jika dia tidak akan minum banyak malam ini.
"Tapi sayang, kamu belum benar-benar pulih total, tidak bisakah kamu tidak minum meskipun hanya sekali?"
Wanita tua itu terlihat menghela nafasnya dengan berat, dia pikir suaminya selalu saja keras kepala soal minuman.
"Ini baik-baik saja sayang"
Tuan Oxtone kembali menjawab.
yeah sebagai seorang istri pada akhirnya nyonya Oxtone berusaha mengalah juga.
"Jadi kalian resmi akan bercerai?"
Tiba-tiba diselah pertengahan mereka makan tuan Oxtone bertanya ke arah Darrel.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Gea langsung melirik ke arah daddy nya, perempuan tersebut mengerutkan keningnya sebagai bahasa sejauh ini ya dia sama sekali tidak tahu berita soal hal tersebut.
Darrel tidak pernah bercerita soal rencana perceraiannya dengan mommy nya.
"Aku sudah mengajukan gugatan ke pengadilan dan juga mereka sudah mengirimkan surat panggilan nya kepada Alisa"
Darrel pada akhirnya menjawab dengan cepat lantas secara perlahan dia terus menyuapi makanan yang ada di hadapannya tersebut.
Mendengar jawaban putranya tuan Oxtone terlihat diam sejenak kemudian dia melirik ke orang Gea.
"Lantas bagaimana dengan hak asuh Gea?"
Dia jelas ingin tahu soal itu karena baginya Alisa tidak pantas mendapatkan hak asuh cucunya tersebut.
"Tentu saja hak asuh akan jatuh padaku, pihak pengadilan akan mempertimbangkan banyak hal karena kesalahan-kesalahan yang telah dia perbuat Dan juga aku tidak akan pernah memberikan dia kepadanya"
Darrel bicara dengan cepat dimana tangan kirinya dari arah bawah meja tiba-tiba menggenggam paha Gea dan mengelusnya dengan lembut.
Gea yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Darrel seketika terkejut, namun di detik berikutnya perempuan tersebut mengeluarkan ekspresi biasa-biasa saja.
Dia membiarkan tangan daddy nya mengelus pahanya secara perlahan, Gea tahu itu adalah ekspresi cinta yang diungkapkan oleh daddy nya yang sulit diucapkannya dengan kata-kata.
"Ada apa dengan mommy dad?"
Gea jelas bertanya penasaran kalau Gea sejauh ini dia tidak tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tersebut, mengingat belakangan dia tidak pernah melihat mommy nya lagi hilir mudik kediaman Daddy nya, bahkan perempuan itu tidak mengunjungi Grandpa nya yang sakit dirawat di rumah Sakit.
Hal tersebut sontak membuat nya jadi sedikit curiga.
Dia menoleh kearah Darrel dan menunggu penjelasan dari laki-laki tersebut.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Darrel menoleh, sebenarnya dia cuma malas membahas dengan Gea karena pada dasarnya dia dan Alisa tidak jauh berbeda.
Sama-sama berselingkuh dan bermain serong di belakang, namun perbedaannya dia melakukannya karena dia tahu Alisa telah bermain dan berserong di belakangnya sejak pertama mereka menikah.
Bahkan dia sama sekali tidak mendapatkan keperawanan Alisa namun seseorang yang sama sekali dia tidak pernah siapa yang tidur dengannya malam itu dan hingga hari ini masih menjadi teka-teki untuk dirinya.
"Daddy mu tidak bercerita pada mu soal Alisa?"
Grandma nya bertanya dengan cepat ke arah Gea.
Mendengar ucapan wanita tua tersebut seketika Gea menoleh lantas menggelengkan kepalanya.
"No"
Perempuan tersebut menjawab dengan cepat.
"Mommy mu berselingkuh di belakang daddy mu dalam waktu yang cukup lama"
Jelas grandmanya cepat kepada Gea.
Mendengar ucapan wanita tersebut seketika membuat Gea terbelalak kaget.
__ADS_1
"Ya?"
Perempuan tersebut mengeluarkan ekskresi yang sangat sulit dijelaskan kemudian dia menoleh ke arah Darrel.
"Come mom, dad berhenti membahas soal Alisa, dia membuat selera makanku menghilang secara tiba-tiba"
Darrel protes dengan cepat ke arah orang tuanya dia benar-benar keberatan saat orang-orang membahas tentang dirinya di atas meja makan, apalagi membahas soal Alisha yang membuat nafsu makannya seketika turun tiba-tiba.
Dia merasa muak saat orang-orang membahas perempuan tersebut, tidak tahu kenapa tapi dia hanya merasa jijik dan enggan membalasnya karena dia merasa Telah di tipu mentah-mentah selama puluhan tahun ini.
"Maafkan aku son,Daddy hanya menanyakan nya karena khawatir jika kalian tidak juga mengajukan gugatan perceraian, karena Pada dasarnya perselingkuhan adalah hal yang paling fatal di dalam pernikahan"
Tuan Oxtone pada akhirnya menjawab dengan cepat kemudian dia kembali melanjutkan makannya tanpa ingin membahas lagi soal Alisa.
Hingga akhirnya mereka memilih untuk menghabiskan makan malam bersama tanpa mengeluarkan suara mereka lagi, tanpa lagi membahas soal Alisa meski sedikitpun.
Namun Gea masih bergelayut dengan tanda tanya Soal mommy nya, dimana sebenarnya dia ingin menanyakan satu persoalan penting soal status dirinya.
Sebenarnya apakah dia dan Darrel adalah ayah dan anak kandung?!.
Sebab pada dasarnya dia dan daddy nya telah memiliki hubungan layaknya suami istri, dan hal tersebut cukup membuatnya khawatir.
Gea berusaha untuk melihat makanannya dengan jutaan tanda tanya, hingga akhirnya dia mencoba menelan sisa makanan terakhirnya namun tidak tahu kenapa tiba-tiba saja dia merasa perutnya menjadi sangat mual.
Gea berusaha untuk meminum air putih yang ada di hadapannya, namun alih-alih bisa menghentikan rasa mual di perutnya, tiba-tiba dia merasa ingin mengeluarkan semua apa yang ada di dalam perutnya saat ini.
Karena tidak bisa menahannya lagi seketika perempuan tersebut langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan berlarian menuju ke arah toilet belakang.
Hal itu sontak membuat semua orang terkejut dan mengerutkan keningnya.
"Sayang ada apa?"
Grandma nya seketika langsung mengejarnya Gea dengan tatapan khawatir, begitu juga dengan darah yang langsung mengeluarkan ekspresi khawatir berlebihannya, dia langsung beranjak dari posisi duduknya dan berlarian menuju ke arah belakang di mana Gea melesat pergi.
Bisa dia dengar perempuan tersebut memuntahkan makanannya di dalam kamar mandi.
"Apa kamu sakit sayang?"
Nyonya Oxtone semakin panik.
Darrel yang mendengarkan Gea memuntahkan makanannya seketika menghentikan gerakan langkahnya tepat di depan pintu kamar mandi, laki-laki tersebut sejenak menatap punggung kecil putri kesayangannya tersebut, dia tampak membeku untuk beberapa waktu.
*****
Gea terus memuntahkan seluruh isi perutnya sejak tadi, bahkan seluruh makanan yang telah dia isi seolah-olah buyar tanpa sisa sedikitpun, sekuat apa dia mencoba untuk tidak memuntahkannya sekuat itu juga isi perutnya harus keluar dengan cara memaksa, seakan-akan ada sesuatu yang salah dia makan yang membuat dia mual setengah mati dan meminta dimuntahkan seluruh isinya.
Grandma nya jelas terlihat begitu panik, berlarian mencari minyak angin atau apapun yang bisa digunakan untuk meredakan keadaan Gea.
Nyonya Oxtone terlihat mulai mengoceh saat dia menatap putranya tampak membeku di ambang pintu, laki-laki itu terlihat dia mematung beberapa waktu.
Di tengah ocehan nya tiba-tiba Darrel malah mengembangkan senyumannya kemudian dia berkata.
"Mom... jangan khawatir soal apapun, ini hal yang biasa terjadi..."
Ucap laki-laki itu namun berusaha untuk menggantung kalimatnya.
Dia tidak melanjutkan kata-katanya sama sekali, nyaris saja dia salah bicara.
Nyonya Oxtone yang mendengar ucapan putranya tanpa begitu geram, dia mencubit pinggang Darrel kesal.
"Bisa-bisanya kau berkata jangan khawatir, kau tidak lihat bagaimana tersiksanya Gea saat ini?"
Wanita tersebut kembali mengoceh.
Darrel sama sekali tidak mempedulikan ocehan mommy nya dan mengabaikan rasa dicubit oleh mommy nya, dia langsung meraih minyak angin yang ada di tangan mommy nya, bergerak cepat mendekati Gea kemudian meletakkan minyak angin tersebut ke tengkuk dan perut putri nya.
Gea masih berusaha untuk memuntahkan sisa makanannya, rasanya matanya telah berair karena rasa sakit atas paksaan dari dalam perutnya.
Dia menatap Darrel sambil meneteskan air mata nya setelah menyelesaikan semua rasa dalam ketidak enakan didalam tubuhnya.
"Dad..."
Rengek nya cepat.
Darrel menyentuh lembut puncak kepala Gea, dia kemudian membuka perlahan baju di bagian perut Gea, menaikkan nya perlahan lantas mengusap minyak angin disana.
"Jangan menangis hmmm ada daddy disini"
Dia berkata pelan,mengusap perut Gea pelan, Seolah-olah feeling nya bermain dengan logika serta mengingat soal kenyataan. Dia menebak-nebak ada kemungkinan harapan besar nya terlaksana.
Mungkin terdengar dan terlihat buruk juga kejam mengingat Gea masih belum cukup umur dan masih SMA, tapi dia merencanakan semuanya dengan matang dari jauh-jauh hari agar semua orang tidak memiliki pilihan untuk memisahkan mereka.
Mendengar kata-kata Darrel, Gea terlihat diam, rasa mual meredam, entah kenapa elusan tangan Darrel membuat dia nyaman dan seketika rasa mualnya berangsur menghilang.
"Dia pasti demam"
Nyonya Oxtone kembali bicara, mencoba mencari beberapa obat-obatan didalam laci kamar.
"Aku pikir sebaiknya kamu membawa Gea ke rumah sakit"
__ADS_1
Tuan Oxtone buru-buru bicara, mendekati kedua orang tersebut dengan tatapan panik.
"Kami akan menemani kalian"
Tawar laki-laki tua itu lagi.
"Biarkan dia beristirahat sementara dikamar dad, hari sudah cukup malam"
Darrel langsung menyela cepat.
Dia pikir dia tidak mungkin membawa kedua orang tuanya untuk memeriksa keadaan Gea, dia tidak ingin hal buruk terjadi terlalu cepat, dia ingin dia yang memastikan terlebih dahulu kondisi Gea saat ini.
"But son..."
"Boleh aku tidur saja grandpa? Aku tidak ingin berada di ruangan dokter dan berhadapan dengan jarum suntik sama sekali"
pada akhirnya Gea bicara dengan cepat, dia menatap kearah Darrel.
"Aku mau tidur dad"
Bola mata nya terlihat berkaca-kaca.
Tuan Oxtone melihat Gea sejenak, cucu nya terlihat manja dengan putranya, mengikis jarak buruk dalam hubungan yang lalu.
Bisa dia lihat Darrel buru-buru memeluk Gea, mengelus lembut punggung putrinya itu secara perlahan.
"Ini tidak apa-apa, daddy akan membawamu ke dokter besok jika memang tidak mereda"
Ucap Darrel pelan.
Melihat adegan tersebut, tuan Oxtone pikir itu hal yang normal, dia cukup bahagia kedua orang itu memiliki hubungan yang baik layaknya seorang putri dan ayah.
Laki-laki tersebut pada akhirnya menghela nafasnya.
"Baiklah pergilah beristirahat"
Ucap laki-laki tua tersebut cepat.
"Sayang berikan obatnya pada Gea"
Tuan Oxtone bicara cepat cara istrinya yang bergerak mendekati mereka dari arah kamar.
"Berikan padaku mom aku Yang Akan memberikannya pada Gea"
Darrel buru-buru bicara kemudian meminta obat di tangan mommy nya, dia seolah-olah tidak mengizinkan Gea mengkonsumsi obat apapun saat ini yang mungkin bisa membahayakan kesehatan nya.
Mendengar ucapan putranya nyonya Oxtone buru-buru memberikan obat di tangannya pada laki-laki tersebut kemudian dia berkata.
"Jangan tidak memberikannya obat tersebut sebelum dia beristirahat, itu bisa mencegah demam dan mual, mommy pikir mungkin Gea kelelahan dan juga akan terserang demam karena beberapa orang berkata ini tengah musimnya"
Ucap wanita tua itu dengan cepat sembari menatap cucunya dengan pandangan khawatir.
Bohong jika dia tidak khawatir melihat keadaan Gea saat ini, ditambah lagi tidak ada Alisa yang bisa mengawasi Gea dia takut jika Darrel tidak tuntas dan kurang becus merawat putrinya mengingat yang namanya laki-laki terkadang tidak benar-benar bisa mengurus anak dan istri disaat keluarga mereka sakit.
"Jangan khawatir soal apapun mom, serahkan Gea padaku"
Darrel berusaha untuk meyakinkan mommy nya dengan cepat.
Pada akhirnya nyonya Oxtone menganggukan kepalanya dan membiarkan Darrel membawa Gea ke kamar atas.
"Aku akan tidur di kamar bersama Gea mom, dad"
Darrel bicara dengan cepat kepada kedua orang tuanya, dia bergerak berjalan menuju ke arah tangga.
Sepasang suami istri tersebut terlihat diam sejenak, seolah-olah memikirkan sesuatu hingga akhirnya Nyonya Oxtone berkata.
"Mommy akan menyiapkan selimut dan bantal tambahan, mungkin kamu akan kesulitan tidur di atas kursi sofa"
Ucap wanita tua tersebut dengan cepat.
Dia pikir putranya pasti akan kesulitan untuk tidur di sofa apalagi ini mendekati musim dingin di ujung kamar yang memang sengaja mereka sediakan sejak awal menata kamar tersebut.
"Terserah mommy saja"
Laki-laki tersebut menjawab sembari menaikkan ujung bibirnya. Dia pikir siapa yang mau tidur di atas kursi sofa, mereka bukan hanya tidur di kasur yang sama, bahkan mereka jelas telah berbagi Saliva dan juga saling memasuki antara satu dengan yang lainnya bahkan menikmati keindahan penyatuan berulang kali dibelakang semua orang.
Laki-laki tersebut secara perlahan membawa Gea naik ke atas tangga menuju ke atas di mana kamar tersebut biasanya memang digunakan oleh Darrel atau Gea jika menginap di kediaman orang tuanya.
Laki-laki tersebut bergerak menuntun putrinya secara perlahan, membawa Gea dengan begitu hati-hati, seolah-olah dia takut hal buruk terjadi pada putri tersebut.
Sebuah senyuman mengembang di balik wajah tampan nya, seolah-olah ada kepuasan tersendiri yang terbit di dalam hatinya saat ini.
Dia yakin ini akan menjadi berita baik untuk dirinya besok, dan jika benar harapan nya terjadi maka tidak bisa dia bayangkan bagaimana perasaan nya nanti.
"Dad..."
"Hmmm?"
"Boleh aku tidur memeluk daddy?"
__ADS_1
"tentu saja kamu bisa melakukan nya"
"Hmmmm rasanya begitu nyaman, aku suka aroma Daddy"