
Conte company
Tuan Julio tampak bergerak dengan terburu-buru turun dari dalam mobilnya langsung melangkah menuju ke arah pintu belakang area parkiran yang menembus ke arah Conte company.
gurat kecemasan dan kekhawatiran terlihat jelas di balik wajahnya, laki-laki tersebut bahkan melangkah dengan buru-buru menuju ke arah pintu elevator di mana seorang security menundukkan kepala dihadapannya lantas langsung membuka pintu elevator tersebut.
Kini laki-laki tersebut melangkah menuju ke arah pintu elevator, dia tidak menghiraukan beberapa karyawan dan pegawai yang menunjukkan kepala ke arah dirinya, seolah pikiran laki-laki tersebut tidak pada karyawannya lagi saat ini.
ada keadaan darurat yang benar-benar tidak bisa ditoleransi sama sekali, dia pikir hancur sudah semua yang dia susun bertahun-tahun selama ini.
laki-laki tersebut langsung masuk ke dalam kamar elevator dengan buru-buru diikuti oleh sang asisten yang juga merupakan sekretarisnya tersebut di belakang dirinya, begitu dia membalikkan tubuhnya di dalam kamar elevator tersebut, bisa dilihat tuan Julio mengeratkan rahangnya.
begitu pintu elevator tertentu tuan Julio meminjamkan sejenak bola matanya sembari dia memijat kepalanya dengan jemari-jemari tangannya.
"Katakan pada ku kenapa semuanya bisa berjalan tidak sesuai dengan keinginan dan kenapa semuanya menjadi kacau balau, Louis?"
laki-laki tersebut seketika bertanya sembari membuka bola matanya, dia menetep tajam ke arah sekretarisnya melalui bayangan yang ada di pintu elevator.
Laki-laki yang dipanggil Louis tersebut seketika menundukkan kepalanya kemudian menjawab.
"Semua telah berjalan sesuai dengan prosedur, tidak ada yang salah dengan surat perjanjiannya bahkan mereka menggelontorkan dana untuk menutup segala kerugian kita, laju sama perusahaan telah kembali dengan normal namun sayangnya gosip yang merambah semakin kencang terjadi perihal soal..."
laki-laki tersebut menjawab dengan cepat namun dia menggantung kalimat akhirnya takut jika-jika dia salah bicara mengingat di dalam elevator tersebut terdapat sebuah CCTV yang terpampang di atas kepala mereka.
Louis sama sekali tidak berani melanjutkan kata-katanya.
dia tahu meskipun laju saham perusahaan kembali normal realitanya para pemegang saham tidak ingin lagi bekerja sama dengan tuan Conte, saat ini terjadi revolusi di dalam perusahaan di mana para orang-orang penting serta pemegang saham dan para direksi mulai berupaya untuk menyingkir kan posisi Conte saat ini.
Tuhan Julio jelas menyeram kesal, dia menarik kasar dasinya dan mengendurkan dasi tersebut dari lehernya, rasa gerah mendominasi di dalam dirinya saat ini.
"sial"
__ADS_1
laki-laki tersebut mengumpat dengan perasaan kesal Sembari bola mata nya terus menatap ke arah angka elevator yang ada di atas kepala nya.
Laki-laki tersebut terlihat beberapa kali mencoba menghela kasar nafasnya, begitu pintu elevator terbuka dia dengan cepat melesat keluar dari sana diikuti oleh sang sekretarisnya tersebut.
mereka buru-buru bergerak menuju ke arah ruangan khusus milik tuan Julio.
tidak peduli pada orang-orang di sekitar saat ini laki-laki tersebut terus bergerak maju dengan cara yang terburu-buru seperti pertama kali dia turun dari mobil nya tadi.
setelah tiba di sebuah pintu ruangan mendominasi berwarna hitam di sisi sebelah kiri mereka, Tuhan Julio membiarkan Louis membuka pintu tersebut dan dia dengan cepat langsung melesat masuk ke dalam ruangan itu.
begitu masuk ke dalam ruangan tersebut buru-buru laki-laki itu bergerak menuju ke arah meja dan kursi kerjanya, dia langsung duduk di sebuah kursi putar mendominasi berwarna hitam, kemudian bola mata laki-laki tersebut menatap ke arah Louis yang kini berdiri tepat di hadapannya.
"Berikan aku daftar orang-orang yang mencoba untuk mendepak ku mundur dari Conte company"
ucapnya pada laki-laki tersebut cepat.
Louis dengan catatan menyerahkan sebuah berkas ke hadapan tuan Julio tanpa banyak bicara.
sejenak laki-laki tersebut tampak diam, dia sepertinya tengah memikirkan soal sesuatu.
"saat menandatangani kerjasama dengan pemilik perusahaan Ultimate Company aku hanya bertemu dengan sekretarisnya, aku penasaran siapa memilih perusahaan sebenarnya yang menggelantarkan dana untuk menyeimbangkan saham Conte company"
ucapkan tuan Julio ucapan ke arah Louis.
mendengar pertanyaan laki-laki tua yang ada di hadapannya tersebut Louis langsung menundukkan kepalanya.
"Anda bisa bertemu dengan beliau malam ini di acara ulang tahun perusahaan"
mendengar kata ulang tahun perusahaan sejenak tuan Julia ingat bukankah malam ini adalah malam perayaan ulang tahun ke 50 perusahaan? ini adalah usia emas perusahaan, dia hampir saja melupakan hal tersebut karena beberapa persoalan yang menghantam dirinya belakangan ini.
"aku pikir Renita cukup kompeten dalam menyusun segala jadwal malam perayaan ulang tahun perusahaan, sepertinya dia sama sekali tidak memiliki kesulitan dalam perencanaan selama satu bulan ini?"
__ADS_1
laki-laki tersebut bertanya kepada Louis sembari mengerutkan keningnya, dia pikir Perempuan yang menjabat sebagai direktur personalia tersebut terlihat begitu kompeten bekerja selama ini, semua urusan yang menjadi becus dan sama sekali tidak ada yang keluar dari jalurnya, bahkan Renita sangat bisa diandalkan dalam segala situasi tanpa harus bertanya lagi terhadap dirinya.
itu membuat dia cukup kagum dengan cara kerja perempuan tersebut.
"Anda benar tuan, semua telah dirancang dan di eksekusi oleh Nana Rita dengan sangat sempurna, anda tidak perlu lagi khawatir sedikitpun tentang segala sesuatu perencanaan dalam perusahaan"
jawab Louis sembari merata sentuhannya dengan penuh keyakinan.
mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut membuat Tuan Julio manggut-manggut kan kepalanya.
apa yang dikatakan oleh Louis benar adanya, tidak ada pekerjaan perempuan tersebut yang pernah mengecewakan dirinya, biasanya dia selalu memantau dan mengecek pekerjaan Renita dan baginya Renita benar-benar perempuan sempurna, tapi kali ini dia tidak sempat untuk melakukan pengecekan secara langsung, karena banyaknya konflik dan perihal yang menghantam dirinya dan berusaha belakangan ini.
"aku hanya akan datang sebentar pada perayaan ulang tahun malam nanti"
ucap laki-laki tersebut sembari menatap ke arah Louis.
mendengar perkataan sang tuannya laki-laki tersebut menundukkan kepalanya tanda mengerti.
dia berpikir akan berbalik dan pergi dari sana namun tiba-tiba tuan Julio berkata.
"bisa kau sambungkan aku dengan sekretaris dari Mr. G?"
katanya Tuan Julio sembari laki-laki tersebut menyusun beberapa kertas kedalam map yang ada di hadapannya.
sejenak Lois langsung menatap ke arah tuan Julio yang sama sekali tidak melihat ke arah dirinya saat ini.
seketika laki-laki tersebut menaikkan ujung bibirnya.
"Baik tuan"
Jawab laki-laki tersebut kemudian.
__ADS_1