
Lewat tengah malam
Awalnya Gea merasa begitu gelisah, dia menggeliat didalam tidur nya untuk beberapa waktu ketika dia merasa ada yang menahan tubuh nya, sesuatu yang ba.sah seolah-olah bergerak di atas bibir nya.
Bisa dia rasakan sesuatu dibawah sana menempel dimilik nya, sentuhan halus yang membuat nya seketika merinding terus terasa memenuhi tubuh nya.
Sebenarnya gadis itu masih mengantuk, sangat mengantuk karena perjalanan seharian Paris ke Swiss bukan lah jarak tempuh yang dekat.
Tapi karena dia merasa sesuatu menimpa tubuh nya, seketika Gea berusaha untuk menyadarkan dirinya.
Dengan perasaan enggan gadis itu membuka bola matanya saat dia merasa sebuah tangan menyusup masuk kedalam kedua belah pahanya.
"Daddy?"
Dia bertanya sedikit kaget saat sadar jika Darrel sudah ada dibawah sana.
Rupanya tanpa dia sadari laki-laki tersebut telah melepaskan pakaian nya satu per satu dan kini tubuh nya sudah nyaris tanpa menggunakan apapun, hanya menyisakan lapisan terakhir yang kini siap di lepas kan oleh daddy nya itu.
"Dad...aku...kita..."
Gea terlihat sedikit panik, dia protes tapi siapa sangka tiba-tiba dengan gerakan cepat laki-laki itu melepaskan bawahan nya.
"Dad...no"
Gadis itu mencoba untuk menahan gerakan Darrel, dia menarik dirinya dengan cepat tapi laki-laki tersebut tiba-tiba menarik gerakan nya kembali.
"Sstttt kita lanjutkan apa yang tertunda tadi hmnmm"
Bisik Laki-laki tersebut.
"Ini salah dad..."
Dia Protes, tergoda tapi takut dengan perasaan dan hubungan yang salah, gadis itu mencoba membalikkan tubuhnya secara perlahan.
"Ini tidak masalah, mari menikmati perasaan kita hmmm"
Laki-laki tersebut naik ke atas tubuhnya, berbisik tepat dibalik telinga Gea, sambil tangannya masih terus dengan nakal bergerak kemana-mana.
"Dad......"
Wajah Gea memerah, dia mencoba membalikkan tubuhnya, membiarkan mereka saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya.
Cukup lama mereka berdiam diri, menikmati saling memandang dan menatap Bola mata masing-masing.
Secara perlahan Darrel menyentuh lembut wajah Gea, kemudian laki-laki tersebut berkata.
"Daddy tidak bisa lagi menahan nya"
Bisik nya lembut sambil terus menatap bola mata putri nya.
Gea tampak diam, sembari menggigit bibir bawahnya.
Melihat ekspresi Gea yang menggigit bibir bawahnya seketika membuat Darrel semakin merasakan Has.rat nya membuncah.
Pada akhirnya tanpa menunggu dua tiga kali seketika laki-laki tersebut langsung menyambar bibir Gea dengan cepat.
laki-laki tersebut menautkan bibir mereka secara perlahan, menikmati indah nya sesapan demi sesapan di antara dinginnya AC dalam suasana malam.
Gea mengeratkan pegangannya, di antara rasa bingung dia menikmati apa yang dilakukan daddy nya, gadis itu kini telah kehilangan seluruh penutup nya, semakin mempermudah Darrel bergerak melancarkan aksinya.
laki-laki tersebut secara perlahan membiarkan li.dah nya mulai menyeruak masuk kedalam mulut Gea, sembari tangan kanan nya mulai naik dan meraup benda kenyal putri nya.
"Ummm"
Seketika Gea memejamkan bola matanya ketika bisa dia rasakan gerakan tangan Darrel yang mulai bergerak lincah di da.da nya.
Laki-laki tersebut terus Menyapu bibir mungil itu dengan begitu lembut dan penuh cinta, sangat lembut dan tidak tergesa-gesa.
Tangan kanan nya masih memberi gerakan lembut di da.da Gea, dia membiarkan Gea menikmati sensasi indah dari tangan dan Jemari nya.
demi apapun dia tidak bisa lagi menghentikan keinginan didalam dirinya, bahkan di bawah sana telah mengembang dengan sempurna.
Gea jelas menikmati kelembutan laki-laki itu, berdosakah dia yang mulai membalas ciu..man laki-laki tersebut dan ikut bergerak saling membelit li..dah ketika laki-laki tersebut mengajak nya saling berbelit li.dah.
sesapan yang mendominasi terus Darrel berikan, hingga akhirnya secara perlahan lidah laki-laki tersebut menyusup lembut ke dalam rong.ga mulut Gea.
Bayangkan bagaimana suasana kamar mereka yang kini semakin lama semakin memanas.
Kini bahkan tangan kanan laki-laki itu mulai bergerak di bawah sana, turun menuju ke bawah Gea yang sesungguhnya sudah tidak menggunakan apa-apa, mempermudah Darrel untuk menyeruak masuk ke dalam sana.
Tangan Darrel secara perlahan melebarkan pa..ha Gea, kemudian dia membiarkan satu jari nya menyentuh secara perlahan ujung milik nya hingga membuat sensasi aneh di tubuh Gea.
"Dad..."
Gadis tersebut memejamkan bola matanya secara spontan, merasa desiran dahsyat menghantam dirinya.
Darrel sendiri terus membiarkan li.dah mereka saling membelit Antara satu dengan yang lainnya, mengajarkan Gea untuk ikut Melakukan nya dan membalas belitan nya.
Setelah itu dengan nakal bibir Darrel tahu-tahu secara perlahan turun ke dagu Gea, menyapu lembut dengan lidah nya hingga naik ke tulang leher gadis tersebut.
"Akkk.."
Lagi satu suara manja keluar dari bibir Gea.
"Keluarkan suara indah mu sayang, lebih kuat, itu membuat ku semakin bersemangat"
bisik Darrel dengan nakal di Balik telinga Gea.
Mendengar ucapan daddy nya seketika membuat Gea merona.
Lantas dengan lembut Darrel menyapu telinga Gea, dia memainkan li..dah nya disana dengan begitu sempurna.
"Dad...akhhh.."
Gea merengek lembut Sembari dia kembali memejamkan bola matanya.
__ADS_1
"Sebut nama ku sayang"
Bisik Darrel lembut
Darren terus menyesap le.her atas Gea dengan begitu lembut sembari tangan nya dengan gerakan lembut mulai masuk ke bawah milk Gea, membuat gadis itu seketika mengencangkan pegangan nya di lengan Darrel.
"Akhhh please Darrel..."
Nama laki-laki itu lolos dari Balik bibir indahnya, membuat Darrel seketika semakin bersemangat.
Ketika tangan kanan Darrel dengan nakal bergerak hilir mudik ke dalam milik Gea, bibir laki-laki tersebut kini menyesap da.da Gea, bagaikan bayi kecil dia menikmati benda ranum milik putri nya.
Hal tersebut seketika membuat Gea merasa aliran listrik menyentak hingga ke ubun-ubun nya, dimana dia tempat paling gampang membuat nya gila nya diserang secara bersamaan tanpa ampun.
Sakit, nyeri dan Oh entahlah bercampur aduk menjadi satu.
Dia meringis kecil, memeluk daddy nya dangan erat.
"Ini akan membuatnya sedikit terbuka dan Lebih mudah di masukkan"
Bisik laki-laki tersebut Sembari menikmati wajah Gea yang dipenuhi berbagai macam hasrat di dalam nya.
Seketika Gea meremang hingga mengeluarkan suaranya yang menggila, dia dengan cepat menyambar Kepala Darrel dan memeluk nya erat, sehingga membuat laki-laki tersebut semakin gila menghisap bagian benda kenyal nya secara bergantian, Gea hanya bisa terus berteriak kecil menahan rasa di bawah sana.
"Akhhh dad.. please...Akhhh"
Racau nya tidak karuan'an, dia pikir semakin cepat jemari Darrel bergerak di bawah sana, semakin menggila rasa di bawah sana, dia ba.sah, benar-benar ba.sah dan seolah-olah dia siap meledak saat ini juga.
"keluarkan sayang, lakukan sekarang, aku suka jika kamu mengeluarkan semuanya di tangan ku"
laki-laki tersebut bicara pelan sembari mendongakkan kepalanya.
setelah berkata begitu lagi bibirnya menyambar dua benda kenyal Gea, sedangkan jemari nya tidak memberikan ampun kepada bagian bawah putri nya.
dia mempercepat gerakan jari nya hingga membuat Gea mulai mengencang kan pegang nya ke sisi kiri dan kanan ranjang saat ini.
Dan benar saja dalam hitungan beberapa detik Gea merasa sesuatu tumpah dibawah sana.
Dia cukup lega saat jari Darrel lepas dari miliknya bersamaan dengan sebuah semburan hangat terus mengalir di bawah sana.
Seketika Darrel menghapus cairan nya, namun tiba-tiba saja kini kepala laki-laki tersebut turun ke bawah sana, dari menyapu da.da tahu-tahu li.dah laki-laki tersebut dengan gerakan lembut turun kebawah sana dan....
"Ohhh Daddy...Akhhhh stop please"
Gea meracau, dia memejamkan bola matanya sembari kedua tangannya mencoba menahan kepala Darrel saat dia merasakan li.dah laki-laki tersebut bergerak gila dibawah sana.
Alih-alih bisa melakukan nya, tiba-tiba Darrel menahan tangan nya Sembari dia kembali memposisikan diri nya tepat dihadapan Gea mencoba bicara pada putrinya tersebut.
"Kita akan mencoba nya Hmmmm, slowly, no Fast"
Rayuan laki-laki tersebut selalu bisa membuat Gea menelan salivanya.
"Tapi kita...dad...?"
Dia takut melanjutkan kata-katanya, realita nya mereka ayah dan anak.
Oh demi apapun, kalimat itu terdengar terlalu manis untuk Gea, gadis itu seketika menatap balik daddy nya dengan bola mata berkaca-kaca.
Dia juga kah?, yah dia mencintai daddy nya.
"Tapi mereka bilang ini sakit .."
Ucapnya sembari mengingat ucapan beberapa sahabat nya.
"Sebentar, setelah itu kamu akan menikmati nya hmmm"
Setelah berkata begitu, laki-laki tersebut kemudian melebarkan kaki Gea, hingga menampilkan milik Gadis tersebut yang masih berwarna merah jambu dan begitu indah dengan rambut halus nya.
Lagi Laki-laki tersebut turun kebawah, dan Sepersekian detik kemudian bisa Gea rasakan li.dah Darrel dengan gerakan cepat mengobrak-abrik milik Gea.
"Akh "
Seketika gadis itu mengeluarkan suaranya, dia memejamkan bola mata, bisa Gea rasakan satu tekanan keras semakin mendominasi di bawah sana hingga membuat Gea semakin menggila menyebutkan nama Darrel berkali-kali.
Dia terus mengeluarkan suara-suara memalukan yang memenuhi seluruh ruangan itu saat ini, Gea pikir dia juga tidak bisa menolak hasrat nya, melupakan status hubungan mereka, setan terlalu manis memberikan hasutan pada kedua anak manusia tersebut.
Dan Gea tahu malam ini laki-laki tersebut akan mengambil segala harta paling berharga nya yang belum pernah di sentuh oleh siapapun sebelumnya.
Li.dah Laki-laki itu terus bergerak di intinya dengan cara menggila, semakin lama semakin melesat dalam masuk ke sana.
"Ahhhh dad.. please... berhenti"
Gea merasa tidak tahan, otak nya Seketika benar-benar buntu dan menggila, alih-alih peduli racauan putri nya, laki-laki tersebut kini menghisap milik Gea dangan rakus.
Hal tersebut membuat Gea jelas semakin mengencangkan pegangan nya pada Darrel.
lagi dia pikir sesuatu akan tumpah dibawah sana.
"please...oh no... aku akan tumpah...dad... please ohhh .."
Gadis tersebut terus meracau dengan sempurna, dia mengencangkan pegangan nya ke spray kasur mereka.
li.dah laki-laki tersebut bergerak semakin dalam dan kencang, hingga akhirnya bisa Gea rasakan sesuatu akan tumpah sekali lagi saat ini juga.
Dan benar saja Gea kembali mendapat pelepasan nya, ini benar-benar terasa aneh bagi nya sebab dia belum pernah merasakan nya sebelumnya.
Tidak lama kemudian secara perlahan laki-laki itu kembali naik ke atas tubuh Gea, Darrel kembali menautkan bibir mereka dengan gerakan lebih cepat dari di awal tadi, mendominasi.
Dan Secara perlahan Darrel kini mulai melebarkan kedua kaki Gea dan tiba-tiba Milik Laki-laki itu mulai bergerak dibawah sana perlahan tapi pasti Darrel kecil mulai menyeruak masuk ke tempat nya.
"Akhhhh'
Tiba-tiba rasa penuh dan perih mulai menghantam dibawah sana, Gea pikir ini terlalu aneh dan menyakitkan untuk nya, dia Mencoba mendorong dada Darrel.
"Sakit?"
__ADS_1
Laki-laki tersebut melepaskan tautan bibir mereka, dia menatap bola mata Gea dalam.
Gadis tersebut terlihat malu Sembari menahan nyeri, dia mengangguk kan pelan Kepala nya lantas mencoba menenggelamkan wajahnya di dada Darrel.
"Ini begitu sakit"
Ucap nya pelan seolah-olah mengadu, dia meringis.
Darrel memeluk Gea sejenak.
"Hanya sebentar sakit nya, believe me Gea, I Need You now "
lirih nya serak, Darrel sudah tidak bisa menahan hasrat nya, laki-laki tersebut melepaskan pelukan nya, dia menatap Gea sembari membenahi anak-anak rambut nya.
"Hmnm"
lirih Gea, dia memejamkan mata, membiarkan kembali Darrel menyambar bibir nya, laki-laki tersebut kembali memberikan kenyamanan, menyesap lembut bibir Gea dan terus menjelajahi seluruh bibir dan Anggota tubuh putri nya itu.
"Aku akan kembali memulainya"
Ucap Darrel lagi. dengan akal menipis, laki-laki tersebut kembali membungkam bibir Gea dengan bibirnya Sembari dibawah sana kembali Darrel bergerak masuk ke milik Gea untuk menyempurnakan putri nya Sembari Gea bersiap-siap menerima apapun yang akan daddy nya lakukan untuk dirinya.
Mereka tau ini dosa, Ini salah, tapi percayalah hati mereka tertutup oleh kegilaan dan pikiran mereka telah buta oleh rasa.
Seketika didalam hitungan detik tiba-tiba Darrel menghantam milik Gea dengan keras dan cepat, membuat gadis tersebut seketika merasa satu hantaman keras luar bisa mulai mencabik-cabik dan merobek dibawah sana.
Demi apapun ini perih dan sakit sekali, tapi dia tidak bisa mengeluarkan suaranya, hanya bisa menancapkan jari-jari nya di punggung Daddy nya.
Belum masuk secara sempurna tapi sudah membuat Gea nyaris pingsan karena keadaan, baginya milik Darrel sungguh besar sekali, membuat tubuhnya seakan-akan dihantam oleh sesuatu yang sangat menyakitkan.
Belum pula dia bisa menyudahi rasa sakit, tiba-tiba satu hantaman lagi melesat menyeruak masuk kembali, demi apapun dia yakin itu sobek, dan dia memekik histeris, menggigit bahu Darrel secara otomatis.
"Akhhhh no..."
Gea pikir untuk kenapa rasanya sangat sakit luar biasa, kini tubuhnya benar-benar terasa terkoyak-koyak, dia menggigit bahu kanan Darrel tanpa berpikir bahwa laki-laki itu mungkin kesakitan, baginya dia butuh untuk melampiaskan rasa sakit yang luar biasa tersebut.
mendengar teriakan Gea dan gigitan dari garis tersebut yang kini telah sempurna menjadi perempuan membuat Darrel yang belum melanjutkan gerakannya.
dia bisa merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari bawah sana, pada akhirnya harta berharga itu benar-benar berhasil untuk ditembus oleh Darrel.
dan percayalah dia begitu menikmati rasa memiliki utuh seorang gadis muda, realitanya saat bersama Alisa pertama kali dia tahu perempuan itu menipu dirinya, dia tidak utuh sama sekali, itu yang ada di kepala Darrel.
laki-laki tersebut menyentuh lembut pipi kiri Gea, dia menelisik wajah putrinya itu dengan rasa bersalah karena menyakiti Gea, namun meskipun begitu mampu menembus pertahanan garis tersebut jelas membuat dia begitu bangga dan bahagia, dia bener-bener laki-laki pertama yang telah menyentuh Putrinya.
dia mencium lembut bibir Gea, mencoba menghilangkan rasa sakit perempuan tersebut sembari Darrel mencoba untuk bergerak secara perlahan, awalnya rasa perih dan sakit masih menghantam Gea, dia meringis sembari mencoba memejamkan bola matanya lantas memeluk erat daddy nya.
Darrel bergerak secara perlahan dan tidak ingin tergesa-gesa karena tahu ini adalah hal pertama yang dilakukan oleh putri nya, hingga akhirnya dia mulai terbiasa menikmati apa yang diberikan daddy nya diiringi rasa perih dan luar biasa yang bercampur aduk menjadi satu.
"Ohhh Dad"
Satu suara lolos dari bibir perempuan tersebut, Gea membiarkan kedua tangan nya dengan cepat menyambar leher Darrel, dia memeluk laki-laki tersebut sembari menikmati gerakan hebat di bawah sana yang luar biasa.
Dibawah sana Darrel kecil terus bergerak dengan lembut memompa Gea, membuat milik Gea harus terbiasa lebih dulu untuk waktu yang cukup lama, setelah dia melihat Gea tampak nyaman dengan keadaan laki-laki tersebut kini mulai menaikkan tempo nya.
Awalnya seperti sebelumnya terasa tidak nyaman, sakit dan perih, Gea berkali-kali merengek Karena sakit nya, namun lama-lama gerakan Darrel membuat Gea semakin keta.gihan, dia mulai terbiasa dengan irama yang laki-laki tersebut berikan meskipun tidak dipungkiri rasa sakit dan perih menghantam nya.
Suara rengekan demi rengeka kecil dan manja mulai memenuhi gendang telinga Darrel, Membuat laki-laki tersebut semakin bersemangat memompa putri nya
Terkutuklah dengan hubungan dan status mereka, yang jelas Darrel tidak lagi bisa menahan hasrat nya terhadap Gea, dia pikir gadis itu benar-benar membuat dia menggila.
Tidak peduli bagaimana keringat membasahi wajah dan pelipis mereka, yang ada Darrel terus semakin memperdalam gerakan nya.
Suara satuan milik mereka memenuhi ruangan tersebut, membuat menambah suasana panas dan membara semakin menggelegar didalam kamar tersebut.
Semakin Gea merengek nik.mat, semakin Darrel menaikkan tempo gerakannya hingga menciptakan suara sahut menyahut antara suara dibawah sana dan rengekan kenikmatan mereka.
sesekali laki-laki tersebut menyambar bibir putri nya, menyesap dan saling berbe.lit lidah.
"Baby you so beautiful, kau sangat luar biasa Ah dear"
Suara laki-laki tersebut memenuhi gendang telinga Gea, membuat gadis yang telah sempurna menjadi seorang perempuan tersebut mengeluarkan wajah memerah karena malu bercampur rasa nikmmat dan perih atas gerakan dari daddy nya.
"Ohhh"
Gea memejamkan bola matanya tiap kali dia merasa milik Darrel menyeruak Begitu dalam, posisi tersebut benar-benar luar biasa, terasa sekali Darrel kecil laki-laki tersebut memenuhi dan menabrak dinding rahim nya.
"Akhhh dad aku..."
Dan Darrel tahu racauan Gea menandakan perempuan cantik tersebut akan masuk pada waktu pelepasan, hingga akhirnya dia semakin mempercepat tempo gerakan nya.
Dan akhirnya dalam hitungan detik terasa sesuatu yang hangat keluar didalam sana disusul dengan tembakan yang di berikan Darrel pada Gea.
"Oh dear"
Darrel mengerang sembari memperdalam hujaman akhirnya, rasanya begitu indah, dia memejamkan bola matanya saat dia membiarkan semua sisa-sisa pelepasan nya menembak dinding rahim putri nya tanpa henti, dia mengencangkan pelukan nya pada Gea
Terkutuklah dia, laki-laki itu berharap dari sekian jutaan kecebong yang lepas didalam rahim Gea ada satu yang akan terbentuk menjadi penerus kerajaan Oxtone miliknya, dia mengharapkan nya, sangat.
Tidak dari siapapun, bukan dari perempuan mana pun bahkan bukan juga dari Alisa, tapi hanya dari Gea.
"Kau luar biasa, i love you baby"
bisik laki-laki tersebut lembut sambil memeluk erat tubuh Gea, kemudian laki-laki tersebut mencium lembut bibir perempuan sebelum akhirnya laki-laki tersebut membuat tubuh mereka berdua ambruk di atas kasur.
Mendengar ucapan daddy nya seketika membuat Gea memejamkan bola mata, rasa malu dan Lelah menghantam dirinya, dia membiarkan laki-laki tersebut memeluk erat dirinya dan Darrel sama sekali belum mau melepas kan penyatuan mereka.
"Dad?"
"Sstttt daddy pikir dia akan kembali terjaga"
Ucap Darrel sedikit menggoda nya.
Mendengar ucapan Darrel seketika wajah Gea memerah, dia menelan pelan ludahnya.
Melihat Gea terlihat sedikit panik dan gelisah, laki-laki tersebut mengulum senyaman nya.
__ADS_1
"Daddy hanya bercanda, sebentar saja hmmm setelah ini mari bangun kamu belum mendapat kan makan malam yang sesungguhnya sama sekali"