
Mansion Utama Gerald
beberapa jam kemudian
Gerald meletakkan tubuh Venus ke atas kasur mendominasi berwarna putih di kamarnya tersebut.
Dia menghela kasar nafasnya, ingatan nya soal hal yang dilakukan Bastian tadi cukup membuat dia marah.
Pukulan telak yang dia Lesatkan di wajah anak nya jelas tidak lagi dia fikirkan dua tiga kali.
"Kembali kerumah dan kita akan bicara soal semua nya"
Dia masih mencoba menahan emosi nya, bicara sambil berusaha memejamkan sejenak bola matanya.
Tidak menyangka atas mata yang dilihat nya tadi.
"Daddy lebih membela dia ketimbang aku?"
Bastian berteriak penuh kemarahan.
"Yes, Daddy lebih memilih dia dari pada anak yang kurang ajar dan tidak tahu diri seperti kamu"
Mungkin kata-kata Gerald keterlaluan, tapi dia benar-benar tidak membenarkan tindakan putra nya.
"Tindakan mu melampaui batasan mu Bas, Daddy tidak pernah mengajarkan kekurang ajaran seperti itu, bahkan Daddy selalu menghargai Perempuan tapi kau...."
Dia mencoba menarik kasar dasi nya, melonggarkan kerah kameja nya.
"Semakin kamu memberontak seperti ini..."
Gerald tidak meneruskan ucapannya.
Semakin kamu memberontak seperti ini semakin besar kecurigaan ku selama ini jika kamu bukan Putra kandungku.
Batin Gerald sembari memijat kepalanya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Pulang dan minta maaf dengan Venus nanti"
Ucap Gerald kemudian.
"Apa?"
Bastian jelas keberatan.
"Hah?"
seketika laki-laki itu mendengus.
"Jadi Daddy membulat kan diri untuk memilih Pela..cur ini daripada anak kandung Daddy sendiri?"
"Bastian.."
Begitu putra nya berkata Venus adalah pela.. cur Gerald sudah siap untuk menghantam bogem nya sekali lagi.
Tapi untungnya ada Yolanda dan Maria yang tiba-tiba menyeruak masuk kedalam sana.
"Om jangan"
Maria secepat kilat mencoba melindungi Bastian dengan tubuh nya, dia menangis dan memohon agar diri nya tidak Menghantam kembali wajah Bastian dengan bogem mentah nya.
"Bawa dia kembali kerumah secepat nya, aku ingin kita menyelesaikan semua ini tanpa sisa"
Marah Gerald dengan rahang saling beradu.
Gerald menghela kasar nafasnya, bisa dia lihat setelah dia meletakkan tubuh perempuan itu, Venus mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan.
Laki-laki tersebut menyentuh lembut wajah sang calon istri nya itu secara perlahan.
Sebenarnya ada satu pertanyaan yang terus menghantam Dirinya selama lebih dari 17 tahun ini.
Apakah Bastian putra kandung nya?.
__ADS_1
Entahlah tapi Gerald fikir dia dan Bastian benar-benar tidak memiliki kesamaan sama sekali.
Orang-orang pasti akan berkata kenapa dia dan Bastian sama sekali tidak mirip, bahkan beberapa hal sangat saling bertolak belakang antara dirinya dan Bastia.
Pertanyaan itu menghantam dirinya sejak malam dimana Linda Menjebak nya, dia meragukan kegadisan Linda bahkan dia bingung bagaimana Perempuan itu bisa hamil dimasa lalu.
Tapi ketika Gerald mencoba melakukan tes DNA, dikala kecurigaan menghantam dirinya dimana usia Bastian kala itu masih begitu muda tiba-tiba saja hasil tes nya keluar dan berada di tangan Linda, hasilnya menyatakan mereka 98% match.
Tapi felling Gerald terus menatap curiga soal Bastian hingga hari ini, entahlah dia bukan tidak ingin mengakui Bastian putra nya.
Dia sama sekali tidak melepaskan tanggung jawabnya pada bocah laki-laki tersebut, bahkan Linda masih memperoleh uang bulanan dari dirinya meskipun mereka sudah berpisah dan bercerai selama berapa tahun belakangan.
hanya saja dia tidak ingin dibohongi, sebab sejauh ini Linda terus mendesaknya agar dia meletakkan nama Bastian ke dalam surat wasiat dan Penerus perusahaan.
sebelum semuanya terlanjur dibuat dia ingin memastikan sendiri apakah laki-laki tersebut benar-benar putranya atau bukan.
"Dad..?"
Lirih dia mendengar suara Venus yang terbangun dari pingsan nya.
Gerald buru-buru menatap Venus kemudian berkata.
"Apakah ada yang sakit? kamu baik-baik saja?"
Tanya Gerald sedikit panik.
Alih-alih menjawab seketika bola mata Venus berkaca-kaca, Perempuan tersebut tiba-tiba menjatuhkan air mata nya.
"Bastian..."
Melihat ekspresi Venus buru-buru laki-laki tersebut meraih tubuh perempuan itu kemudian memeluk nya.
"semua baik-baik saja, mari pindah ke mansion kita setelah pernikahan nanti agar aku lebih mudah menjangkau kamu dari Bastian dan ancaman lainnya"
Ucap Gerald sambil menepuk-nepuk lembut punggung Venus.
__ADS_1