Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 11


__ADS_3

Darrel sibuk menyeduh kopi dari mesin pembuatan kopi yang ada di hadapannya sembari menunggu putrinya menyelesaikan sesi mandinya.


di depan nya terlihat beberapa koki tanpa mulai menyiapkan makanan dengan berbagai macam menu makanan yang disiapkan oleh koki terbaik di hotel miliknya tersebut.


dia memastikan seluruh makanannya jelas bergizi dan baik dikonsumsi oleh Gea, bagi Darrel dia harus mengkonsumsi makanan-makanan bergizi dan penuh nutrisi untuk masa pertumbuhan terbaiknya.


Memenuhi nutrisi remaja adalah hal yang penting untuk menunjang tumbuh kembangnya. Sayangnya Darrel tahu masih ada saja anak yang suka memilih-milih makanan, atau bahkan menolak makan karena berbagai alasan tertentu. Padahal jika kebutuhan gizi remaja tidak tercukupi, berbagai penyakit dan masalah kesehatan bisa muncul. Karenanya Darrel sebagai orang tua, perlu membangun kebiasaan dan menekankan betapa pentingnya mengonsumsi makanan sehat pada Gea.


Mengoptimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta organ reproduksi, yah organ reproduksi.


Anggap lah Darrel gila tapi dia ingin Gea memiliki kemampuan kuat untuk bisa mengandung anak nya.


Dan karena itu dia perlu sedikit teratur memberikan makanan terbaik untuk Gea, ditambah lagi Gea butuh cadangan zat gizi yang cukup guna meningkatkan kekebalan tubuh nya.


Bahkan makan baik bisa mencegah risiko berbagai penyakit yang bisa disebabkan oleh makanan. Misalnya saja penyakit jantung, diabetes, osteoporosis dan kanker.


Dia paling suka orang-orang yang dicintainya membangun kebiasaan gaya hidup dan pola makan sehat terutama untuk remaja seusia Gea


Ketika tubuh remaja kekurangan zat gizi akan muncul beberapa masalah kesehatan sejak usia dini bahkan berlanjut hingga dewasa.


bola mata laki-laki tersebut terus menelusuri bagian atas meja di mana para pelayan telah meletakkan semua berbagai macam makanan, seringai tipis hadir di balik wajah tampannya, Darrel cukup puas dengan berbagai macam menu makanan yang ada di hadapannya tersebut.


setelah memastikan isi meja makan telah penuh dengan berbagai macam makanan nutrisi dan bergizi, bahkan Darrel tidak lupa meminta pelayan membawakan jus jeruk dan juga segelas susu untuk Gea, karena dia paling suka gadis tersebut mengkonsumsi susu sehat untuk tubuhnya.


Darrel baru saja menyelesaikan membuat coffee miliknya, laki-laki tersebut secara perlahan mengangkat gelas kopi itu menuju ke arah meja makan, Sembari bola mata Darrel menatap ke arah jam di dinding yang berada tepat di sisi kirinya.


dia pikir putrinya cukup lama melewatkan dan menghabiskan sisi untuk membersihkan, Darrel jelas merasa gelisah dan dia memutuskan jika dia tidak keluar juga dalam 5 menit dari arah kamar mandi bisa dipastikan dia yang akan masuk ke kamar mandi dalam keadaan apapun.


laki-laki itu duduk di salah satu kursi makan kemudian mulai menyesap kopi miliknya, sejenak tangan kirinya meraih majalah yang ada di atas meja makan tersebut, dia memutuskan untuk membaca beberapa halaman majalah demi menghabiskan waktu menunggu putrinya.


entah berapa lama waktu berlalu hingga membuat laki-laki itu semakin gelisah menunggu, dia mencoba untuk berdiri dari posisi duduknya dan berniat bergerak menuju ke arah kamar mandi.


namun tiba-tiba handphonenya berdering, dia meletakkan handphonenya depan di samping ranjang miliknya, laki-laki itu pada akhirnya memutuskan untuk tidak pergi ke kamar mandi, dia memilih mendekati sisi ranjang dan Meraih handphone nya.

__ADS_1


seketika ujung alis kanan laki-laki tersebut naik ke atas.


Alisa?! apa lagi mau nya?!.


Darrel pikir setiap kali Alisa menghubungi dirinya dia merasa begitu kesal dan enggan meskipun perempuan itu adalah istrinya, ah tidak sebenarnya meskipun mereka telah menikah namun dulu Darrel tidak pernah benar-benar mengumumkan pernikahannya kepada siapapun.


pernikahan bangsa yang diciptakan untuk dirinya dengan Alisa di masa lalu membuat dia tidak ingin menggelar resepsi pernikahan besar-besaran, saat itu udah ada hanya memutuskan untuk menikahi Alisa di kantor saja.


meskipun perempuan tersebut telah berapa kali mencoba untuk merayunya membuat pesta pernikahan mereka, realitanya Darrel sama sekali tidak pernah mengabulkan keinginan Alisa.


"Ada apa?"


laki-laki tersebut bertanya menyambungkan handphonenya melalui headset bluetooth-nya.


mendengar jawabannya begitu cetus dan dingin dari sang suaminya membuat Alisa menelan salivanya, perempuan itu pikir meskipun mereka telah tinggal beberapa tahun bersama realitanya dia sama sekali tidak benar-benar bisa menarik hati laki-laki tersebut.


Kenyataan nya Darrel hanya benar-benar membutuhkannya saat mereka melakukan kegiatan panas bersama, itupun bahkan terjadi jika Alisa yang memancing laki-laki tersebut lebih dulu, bahkan belakangan sangat sulit sekali membuat Darrel sampai pada puncak pelepasannya.


Alisa terkadang berpikir apakah suaminya sudah tidak memiliki nafsu sedikit pun untuk dirinya?!.


tinggal di tempat terpisah benar-benar tidak merugikan dirinya selama beberapa tahun ini.


"Sayang apakah kalian telah tiba ke Swiss?"


dia bertanya penasaran ke arah suaminya tersebut melalui panggilannya, dia mencoba menyambungkan panggilannya menggunakan video, tapi Darrel tidak kunjung menerimanya.


"Yeah aku dan Gea belum lama tiba di sini"


laki-laki tersebut menjawab dengan entengnya sembari dia berjalan menuju ke arah kamar mandi secara perlahan.


"Aku harap semua baik-baik saja dan tidak ada satupun halangan selama kalian di perjalanan tadi?"


"Tentu saja, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan"

__ADS_1


selalu Darrel menjawab dengan nada yang begitu datar dan juga dingin, mereka benar-benar bukan seperti sepasang suami istri yang sering Alisa lihat di antara teman-temannya.


"sayang bisakah aku melihat Gea?"


pada akhirnya perempuan itu bertanya soal putrinya, dia ingin melihat Gea saat ini untuk sejenak.


"dia tengah pergi membersihkan dirinya di kamar mandi, apakah kau ingin melakukan panggilan dengan Gea di kamar mandi?"


laki-laki tersebut bertanya sembari dia semakin mendekati pintu kamar mandi.


"Ohhhh aku pikir aku akan bicara dengan dia setelah dia selesai mandi, tidak baik mengajak putriku bicara ketika dia tengah membersihkan diri"


pada akhirnya Alisa menjawab dengan cepat.


"sayang tidak bisakah aku melihat wajahmu sejenak?"


perempuan tersebut bertanya sembari meminta agar Darrel menerima panggilan videonya.


laki-laki tersebut kini telah berada di pintu kamar mandi, sesuai dengan apa yang di batinkannya tadi jika Gea tidak juga keluar dalam 5 menit dia yang akan menghampiri gadis tersebut saat ini juga.


"kenapa?"


bisa-bisanya dia bertanya seperti itu seperti tanpa dosa, secara perlahan dari yang membuka pintu kamar mandi tersebut.


"aku merindukan wajahmu"


Ucap Alisa cepat sembari menahan malunya, dia pikir dia merindukan wajah laki-laki tersebut hari ini.


saat pintu kamar mandi terbuka seketika bola mata Darrel membulat dengan sempurna, sebab dia melihat sosok dia yang tidak menggunakan sehelai benang pun sembari menikmati kucuran air dari shower yang ada di atas kepala gadis tersebut.


"bisa kita bicara nanti ? aku memiliki pekerjaan yang penting saat ini"


ucap laki-laki tersebut kemudian lantas langsung mematikan handphonenya.

__ADS_1


bola mata laki-laki tersebut terus menatap putrinya yang kini tidak menggunakan apa-apa, bayangkan bagaimana jantung Darrel saat ini? terkutuklah dia karena dia menutup pintu kamar mandi tersebut secara perlahan dan laki-laki itu masuk ke kamar mandi tersebut juga dengan gerakan yang nyaris tidak terdengar oleh Gea.


Oh Baby, kau membangunkan dia dengan sengaja.


__ADS_2