
"Bagaimana bisa kau berkata tidak ada orang yang masuk ke dalam? Seorang laki-laki jelas-jelas berbicara denganmu tadi kemudian dia memilih masuk ke dalam kamar elevator, kalian bahkan mengobrol untuk beberapa waktu"
Perempuan itu langsung bertanya dengan tidak sabaran dia mengerutkan alisnya sembari menatap kesal kekerasan security.
"Aku bilang tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam elevator, dan aku tidak pernah mengobrol dengan siapapun sebelum ini, Anda pasti salah melihat nona"
Tegas laki-laki tersebut cepat, dia mencoba untuk mengusir Alisa agar segera pergi dari sana.
"Apa?"
Bayangkan bagaimana ekspresi Alisa saat ini.
"Kau pasti Sedang bercanda, apakah laki-laki tadi membayar mu? Kau pasti mengenali nya dan mencoba untuk menyembunyikan soal kenyataan"
Alisa jelas langsung meninggikan suaranya, dia terlihat sangat marah saat ini, kecurigaan semakin besar menghantam dirinya.
"Anda pasti sedang berkhayal saat ini"
Oceh security tersebut dengan kesal, dia mencoba mendorong Alisa dengan kasar.
__ADS_1
"Yakkkk aku bisa menuntut mu jika kamu berlaku kurang ajar begini"
Pekik Alisa kesal, dia memaksa untuk menerobos, berusaha masuk kearah elevator, tapi lagi-lagi saya security tersebut mencoba untuk menghalangi jalannya.
"Apa dia bersama selingkuhannya? dia bersama dengan perempuan lain? aku yakin saat ini dia sedang bermain di belakangku dan membayar kalian semua untuk membohongiku"
Alisa jelas ketika menjadi histeris dia mencoba memberontak dan masuk ke dalam pintu elevator hingga membuat laki-laki itu sedikit kewalahan, beberapa security yang lain tiba-tiba datang dan mencoba untuk menarik Alisa.
Suasana seketika menjadi sedikit aneh dan Alisa merasa orang-orang disana pasti mengenal Bram, semua orang pasti sedang menipu dirinya terutama Bram.
Laki-laki itu pasti tengah bermain di belakangnya dan menemui seseorang di dalam sana, pasti ada perempuan baru dan perempuan lain yang telah disembunyikan oleh laki-laki tersebut.
Bram melakukan panggilan video kepada dirinya, Alisa buru-buru mengangkatnya dan terlihat begitu marah.
"Bajingan, apa kau tahu aku mengikuti kamu dan berada di apartemen yang kamu kunjungi?"
Perempuan itu berteriak histeris sembari menatap kesal ke arah Bram tiba-tiba keningnya kembali berkerut.
"Sayang kamu bicara apa? Aku ada di depan Mansion mu, hanya ada pelayanmu di sini, kamu ada di mana? aku merindukanmu"
__ADS_1
Seketika Alisa tercekat saat dia melihat video yang ada di hadapannya, Bram saat ini benar-benar berada di depan mansionnya, bibi pelayannya dengan cepat membukakan pintu dan berat masa begitu saja menuju ke arah dalam mansion nya.
Bram terlihat berjalan menuju ke arah kamarnya sembari bicara.
"Aku akan menunggumu di kamar sekarang juga"
Bayangkan bagaimana ekspresi Alisa saat ini, perempuan itu jelas terkejut dan bingung, dia memundurkan langkahnya sejenak dan berusaha untuk menatap para security yang ada dihadapan nya.
Ada apa ini?!.
Alisa bertanya didalam hatinya sembari mencoba untuk menahan tubuhnya yang hampir jatuh ke lantai.
Dia pikir apakah dia sudah gila? Dia benar-benar melihat Bram sejak tadi, mobil yang sama bahkan orang yang sama dan...
Bagaimana bisa Bram kini didalam mansion nya?.
Satu orang bagaimana caranya berada di dua tempat yang berbeda?!.
Perempuan tersebut mencoba menyentuh keningnya dimana dia merasa kepalanya tiba-tiba menjadi pusing tak berdaya.
__ADS_1