
disisi lain
mansion xxxxxxx
Pusat kota Paris
Beberapa hari sebelum Gibran memindah semua saham ketempat seharusnya.
Beberapa orang pelayan menunduk kan kepala mereka ketika melihat seorang perempuan muda dan wanita tua berjalan masuk kedalam mansion tersebut.
dua orang itu terus berjalan menuju ke arah lantai atas mension tersebut tanpa banyak bicara, terus bergerak menaiki satu persatu anak tangga secara perlahan.
Di lantai atas, beberapa orang terlihat telah menunggu kehadiran mereka.
"Kau sudah menyelesaikan semua nya?"
Tanya wanita tua itu begitu mereka tiba di atas sana.
kedua orang itu langsung melangkah mendekati barisan kursi sofa yang mengelilingi ruangan besar yang ada di depannya di mana terdapat dua orang laki-laki yang telah siap sejak tadi atas banyak pertanyaan yang akan diajukan wanita tersebut.
wanita tua itu langsung duduk di salah satu kursi sofa yang terletak di depan nya tersebut.
"Kami sudah menyelesaikan semua nya, Nyonya"
salah satu laki-laki menjawab dengan cepat sembari menundukkan kepalanya lantas menyerahkan semua map mendominasi berwarna coklat ke arah wanita tersebut.
__ADS_1
perempuan yang berada tepat di samping wanita itu meraih map coklat tersebut, perempuan itu sama sekali tidak duduk dia langsung menyerah map tersebut ke arah wanita tua itu.
Secara perlahan wanita itu meraih map tersebut kemudian membuka berkasnya satu persatu, cukup lama wanita itu tidak menampilkan ekspresinya sama sekali, aku bolak-balik halaman demi halaman kertas-kertas yang bertumpukan di dalam map yang kini ada di tangannya itu.
hingga akhirnya seulas senyuman mengembang dari bibir wanita tua itu.
"Dia mendapat kan proyek nya dengan cara yang begitu bagus"
Ucap Perempuan itu sembari meletakkan tumpukan kertas berwarna putih ditangan nya itu ke atas meja.
"Aku ingin dia merasa terdesak karena keadaan, pastikan dia kehilangan cara untuk bertahan dan menjual semua saham nya tanpa sisa"
Lanjut wanita tua itu lagi kemudian.
"Baik, nyonya"
setelah berkata begitu dua laki-laki itu langsung bergerak menjauhi wanita tua itu, persamaan kedua laki-laki tersebut beranjak pergi, dari arah anak tangga terlihat Gibran mulai menaiki anak tangga satu persatu menuju ke lantai atas.
Laki-laki itu terus berjalan melangkah kan kakinya ke atas mendekati wanita tua tersebut.
"Kau sudah datang?"
Tanya wanita tua itu saat melihat kedatangan Gibran.
Alih-alih menjawab pertanyaan dari wanita tua itu, Gibran lebih memilih untuk menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
laki-laki tersebut berjalan mendekati wanita tua itu kemudian memilih duduk dengan santai dan tenang.
"Aku pikir kau akan senang mendengar keberhasilan mereka yang bekerja hingga sejauh ini"
wanita tua itu menggeser map dengan kertas-kertas yang ada di atas meja ke arah depan di mana Gibran tengah duduk menghadap dirinya.
Laki-laki itu secara perlahan meraih kertas-kertas tersebut, laki-laki itu mulai membacanya satu persatu hingga akhirnya bisa dilihat sudah senyuman mengembang di balik wajah laki-laki itu.
"Bukankah dia bekerja dengan cara yang luar biasa?"
Tanya Wanita itu lagi.
"Kau pantas memberikan dia bonus yang luar biasa pada nya"
Lanjut wanita itu lagi.
"Yah Om memang seharusnya banyak memberikan aku bonus tidak terduga"
Mereka baru saja membicarakan orang yang mereka maksud hingga akhirnya seorang perempuan muda menyeruak masuk di antara mereka.
Wajah cantik tersebut terlihat mengembangkan senyuman indah nya sembari dirinya berjalan mendekati wanita tua tersebut.
"Aku menyelesaikan banyak tugas, termasuk membuat Venus pergi bersama Gerald bahkan membuat Pemilik palsu Conte kehilangan ½ saham nya melalui Andrew"
Ucap nya sambil melirik kearah Gibran sejenak.
__ADS_1
"Semoga panjang umur dan sehat selalu, Nek"
Lanjut perempuan itu lagi kemudian menoleh kearah wanita yang dia panggil nenek, lantas perempuan itu duduk tepat di samping wanita tua itu sembari mencium pipi kiri dan kanan wanita yang dipanggil nya nenek tersebut.