Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Seketika membuat panik semua orang


__ADS_3

Venus bisa melihat reaksi yang ditimbulkan oleh Linda saat ini di hadapannya, kecemasan terlihat jelas dari cara Linda menggenggam erat telapak tangan, bahkan ketika dia menyebutkan naman Om Lim nya dengan nama asli laki-laki tersebut dengan nama Gibran di masa lalu seketika membuat tangan Linda terlihat gemetaran.


"Aku ingin kita membicarakan soal Gibran dan masa lalu paman ku dengan tuan Conte"


lanjut Venus lagi.


Dan tiba-tiba reaksi luar biasa lainnya terjadi pada Linda saat Venus menyebutkan nama Conte di antara mereka, perempuan itu langsung berusaha berdiri di tempat duduknya dengan keadaan bingung, berusaha untuk berjalan pergi dari hadapan Venus.


"Mereka di sini? mereka disini?"


Racau Linda, perempuan itu mencoba merogoh tas miliknya, mencari kunci mobilnya didalam sana, tapi seolah-olah betapa sulit nya Perempuan itu mendapat kan apa yang dia inginkan.


"Tante?"


Venus seketika panik, dia tidak berfikir respon yang diberikan Perempuan itu akan berlebihan seperti itu.


"Apa Tante baik-baik saja?"


Linda sama sekali tidak menjawab ucapan Venus, dia saat ini merasa tiba-tiba lehernya seolah-olah dicekik oleh seseorang ketika dia mendengar nama Conte di sebutkan oleh perempuan muda di hadapannya itu.


pupil mata Linda membesar, Tangan terlihat gemetaran dan kakinya seolah-olah sama sekali tidak berhasil menopang tubuhnya.


apapun yang ingin diambil Linda di dalam tasnya sama sekali tidak bisa dia dapatkan, seolah-olah tiba-tiba saja dia kehilangan konsentrasinya.

__ADS_1


"Tante?"


Venus berusaha untuk menyentuh Linda dan mencoba menenangkannya dia bahkan mencari air putih untuk diberikan kepada Linda, tapi bukannya membuat perempuan itu tenang melainkan membuat Linda semakin terlihat kebingungan, dan sepersekian detik kemudian seketika bisa Venus lihat keringat dingin tampak di seluruh permukaan wajah dan tubuh perempuan cantik dihadapan nya itu.


dan siapa sangka detik berikutnya Linda ambruk tidak sadar kan diri.


"Tante...."


Venus berteriak histeris,. orang-orang di sekitar Restoran jelas ikut panik.


Di ujung sana terlihat seorang laki-laki berlarian dengan keadaan tergesa-gesa dan tidak kalah panik nya, dia menyambar tubuh Linda tanpa berfikir dua tiga kali.


"Sayang..bangun...Linda...lihat aku"


******


Disisi lain


Beberapa waktu sebelumnya


Mobil milik Lim (Gibran)


laki-laki tersebut menatap kearah depan sana untuk beberapa waktu, Dimana bisa dia lihat sesosok perempuan cantik yang dia tunjukkan tengah duduk di depan sebuah restoran terlihat sedikit gelisah menunggu seseorang.

__ADS_1


Gibran melirik kesisi kanan nya untuk beberapa waktu, bisa dia lihat Venus mengembang kan senyuman nya kearah Om nya tersebut.


"Jangan khawatir kan soal apapun, Om"


Ucap Venus pelan.


bisa dia rasakan bagaimana kekhawatiran Om Gibran nya itu, laki-laki itu takut jika Linda tidak siap menerima penjelasan dari Venus akan rencana mereka.


"Bukankah Linda sama sekali belum mengetahui soal kenyataan di masa lalu?"


tanya Venus kemudian.


"Saat dia mendengar cerita yang sesungguhnya aku yakin tante Linda tidak akan pernah membenci Om sama sekali, Om jelas punya alasan yang begitu kuat kenapa sampai Om meninggalkan dirinya dan tidak bisa mengunjungi dirinya di masa lalu"


lanjut Venus lagi.


pada akhirnya Gibran hanya bisa menghela pelan nafasnya, laki-laki tersebut menyentuh lembut ujung rambut keponakan nya itu.


"Kau tahu? hatinya begitu lembut dan gampang terluka, bicaralah dengan lembut tanpa membuatnya merasa tertekan dengan keadaan"


pesan laki-laki itu kemudian.


Venus mengangguk kan kepalanya, kemudian secara perlahan perempuan muda itu langsung keluar dari dalam mobil tersebut dan mulai bergerak mendekati Linda.

__ADS_1


__ADS_2