Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 43


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Beberapa jam sebelum pernikahan Vier.


Vier berjalan tergesa-gesa menuju ke arah perusahaan nya, kepalanya saat ini seakan-akan ingin pecah karena terlalu banyak persoalan yang menghantam dirinya di tengah waktu pernikahan nya.


Urusan perusahaan yang tidak dibilang baik-baik saja juga menghadapi sang tunangan yang dia pikir tidak ada habis keinginan nya.


"Kau yakin akan bahagia dengan pernikahan ini, Vier?"


Bibi nya adik dari Daddy nya bertanya soal hal tersebut kemarin sembari menatap dalam bola matanya.


"Jangan membohongi hati mu, kamu sedang berusaha menutupi keadaan dengan berkata semua pasti baik-baik saja"


Wanita itu selalu tahu apa yang ada didalam hati nya.


"Aku tidak perlu sebuah kebahagiaan didalam pernikahan bukan? Ini hanya kesepakatan pernikahan untuk pengembangan perusahaan, semua orang melakukan nya"


Ucap Vier cepat.


"Kamu pikir menikah saja cukup tanpa cinta? Kau terlalu buta Vier, kebahagiaan seseorang bukan di ukur dari ujung tinta pena atas dasar perjanjian atau atas dasar hitungan kurs dollar karena kata perusahaan, pernikahan itu menyangkut dua hati yang mengikat janji, pernikahan tidak akan di anggap baik-baik saja jika hanya berdasarkan kata kompromi"


Bibi nya bicara cepat, sedikit tidak setuju dengan pernyataan Vier.


"Ini soal kebahagiaan, setiap hari yang akan kamu lihat hanya dia, pagi bertemu pagi, malam bertemu malam, setiap hari selama 24 jam, setiap hari Selama 360 hari, itu bukan waktu yang sejenak Vier, bahkan untuk bercerai pun tidak sebaik dan semanis yang kamu bayangkan, akan ada banyak hati yang harus kamu jaga kedepannya termasuk ibu dan ayah mu sendiri juga keluarga lainnya"


Vier sejenak terdiam, menatap dalam bola mata bibirnya untuk beberapa waktu.


"Bibi tahu kamu mencintai orang lain Vier, jangan rusak masa depan mu hanya untuk pernikahan yang tidak pernah kamu inginkan"


Laki-laki tersebut sejenak menghela nafas nya, dia bergerak menuju kearah pintu elevator yang terbuka.

__ADS_1


"Tuan? Bukan kah dalam beberapa jam lagi pernikahan tuan?'


Suara seseorang mengejutkan dirinya, Vier menoleh dengan cepat.


Sejenak laki-laki tersebut terdiam, membiarkan tubuhnya masuk kedalam ruang elevator diikuti laki-laki tua di samping nya tersebut.


Bisa Vier lihat ada 3 perempuan yang berada di dalam elevator tersebut, Begitu Vier masuk ketiga perempuan itu menundukkan kepala mereka secara perlahan.


"Ada sedikit urusan yang harus aku kerjakan"


Jawab Vier cepat, dia membuang pandangannya dan memilih fokus menatap ke arah depan.


"Apa kamu sudah dengar berita nya?"


Satu suara terdengar dibelakang nya, di mana ketiga perempuan itu memilih untuk berdiri tepat di belakang.


"Anak magang itu kabarnya hamil dari laki-laki yang tidak dikenal"


"Siapa?"


Seketika wajah Vier memerah, dia menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu.


"Dia menangis seorang diri"


"Siapa ayah nya? Tidak dikenal? Bukankah mereka bilang dia sering keluar masuk hotel dengan beberapa orang penting?"


"Bukankah dia pernah digosipkan mengganggu putra bungsu penerus Oxtone?"


"Ini sangat memalukan"


"Jangan bergosip yang aneh-aneh, aku tahu betul dia gadis baik-baik"

__ADS_1


"Kau pasti bercanda"


"Aku mengenalnya lama"


"Kamu membela nya karena pernah di bantu oleh nya"


"Tapi dia memang gadis baik-baik"


Terjadi perdebatan panjang di antara mereka.


"He em...he em"


Laki-laki tua disamping Vier langsung berdehem kesal, dia menoleh kebelakang sembari melotot tajam.


"Sangat tidak sopan"


Oceh nya kemudian.


Vier terlihat diam, memilih memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.


Hamil?!.


Ingatannya soal malam itu menghantui nya, dia ingat dia adalah laki-laki pertama yang menjamah nya.


Mungkinkah?!.


Vier terlihat tercekat, dia memasang wajah Merah, mencoba menetralisir detak jantung nya untuk beberapa waktu.


Apa kau bahagia?!.


Vier aku tahu kau mencintai gadis lain, bukan diri nya.

__ADS_1


Apa kau yakin akan menikah?!


Jangan sampai kamu menyesali nya.


__ADS_2