Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Jangan menyalahkan siapapun


__ADS_3

Disisi lain.


Winda terlihat mengembangkan senyuman nya saat dia melihat Bastian muncul dari arah balik pintu kamar, perempuan tersebut mengembangkan senyuman nya sambil menatap Bastian dari arah cermin hias di mana dia berada saat ini.


"Belum tidur mom?"


Laki-laki tersebut bertanya sambil bergerak mendekati mommy nya.


"Belum, ingin sedikit membersihkan wajah kemudian berpikir untuk tidur"


perempuan tersebut menjawab dengan cepat sembari menatap Bastian yang kini sudah berada tepat di belakangnya, putranya itu memeluk dirinya dari arah belakang.


"belum tidur hmmm?"


dia bertanya kepada laki-laki tersebut.


hari ini kunjungan Bastian ke tempat tinggalnya, setelah dia sadar dari tidur panjangnya Linda ingin membawa nya pulang ke mansion nya, tapi mommy Hendry sama sekali tidak mengizinkannya untuk dibawa oleh siapapun.


"Putra ku terlalu lama menunggu Winda bangun, aku hampir mati ingin melihat dia menikah dan memiliki seorang cucu, ini terdengar egois, aku tidak akan memberikan Winda siapapun"


Meskipun mulut mama Hendry saat bicara selalu judes, tapi Wanita itu nyatanya begitu baik pada nya, tidak mengizinkan siapapun membawa Winda dan langsung membuat winda masuk ke keluarga Henry.

__ADS_1


Karena Linda jelas merindukan nya dan tidak juga ingin melepas kan dirinya pada akhirnya Henry dan Winda membuat kesepakatan, tiap minggunya Winda akan berpindah tempat saat kesehatan nya pulih total, selagi dalam masa pemulihan dia tetap berada dirumah sakit agar semua merasa adil untuk bisa bersama dirinya.


"Belum mom"


Bastian menjawab pelan, memeluk Winda dari arah belakang.


Winda terlihat diam, menyentuh lembut wajah Bastian dengan tangan kanan dimana posisi dirinya ada di depan Bastian dan memunggungi putranya tersebut.


"Apa kesehatan mommy jauh lebih baik hari ini?"


Laki-laki tersebut kembali bertanya, membiarkan mommy nya menyentuh lembut wajah nya.


Sebenarnya dibalik rasa kecewanya saat tahu dia putra siapa, Bastian merasa bahagia memiliki dua mommy didalam hidupnya, meksipun kekecewaan dan kemarahan tidak bisa dia ungkapkan, tapi Kristy mengajarkan dirinya untuk tidak merasa kecewa dan marah.


"tetaplah tersenyum bas dan buat Winda atau Linda bahagia dengan kehadiranmu, buat kedua mommy kamu merasakan jika kamu memang anak yang baik dan patut untuk diperjuangkan dibalik siapapun itu daddy mu"


"tidak ada yang mengingat tentang masa lalu lagi maka jangan kamu ingat siapa daddy kamu saat ini, Uncle Gerald sudah berkata bukan? hingga dia mati bahkan dalam 7 keturunan nya bersama Venus,dia tetap akan mencatat kamu sebagai putra kandungnya, dia tidak mencabut akte kelahiran kamu bahkan tidak mengubah semua susunan keluarga nya dimana ada kamu, dia tetap menganggap kamu putra nya, jadi tetaplah merasa jika dia daddy mu"


Bastian menghela pelan nafasnya, dia kemudian menatap dalam wajah Winda dari arah balik cermin.


"Hmmm semua baik-baik saja, hanya sedikit bermasalah di bagian kaki, masih belum terbiasa berjalan jauh padahal sudah sadar berbulan-bulan"

__ADS_1


Winda menjawab sambil terkekeh pelan.


Bastian ikut terkekeh.


"Itu biasa, tubuh mommy pasti masih kaku dan keram, belasan tahun tidak sebentar tidur tanpa pergerakan"


Ucap laki-laki tersebut cepat, laki-laki tersebut kemudian semakin mengeratkan pelukannya.


"Mom"


"Hmmm?"


"Mari pergi pergi berlibur dengan daddy Henry"


Ucap nya tiba-tiba.


"Juga bersama mommy Linda dan Uncle Gibran, aku ingin kita melewati liburan bersama satu keluarga"


Mendengar permintaan Bastian sejenak Winda berpikir.


"Mommy tidak yakin Linda mau pergi jika ada Gibran"

__ADS_1


"Mari buat sebuah strategi"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


__ADS_2