
Bastian masih membeku ketika tiba-tiba disamping nya sebuah tirai terbuka dengan sempurna, diiringi tirai tersebut terbuka, bisa dia dengar tepuk tangan sorak Sorai yang memecah keheningan malam.
Tapi bola matanya tetap fokus pada apa yang di lihat nya saat ini dimana bisa dia lihat seorang perempuan yang tengah duduk di kursi roda dihadapan nya tersebut menatap balik dirinya.
Bastian ingin bertanya, ingin emosi kebahagiaan dan ingin menyambar tubuh perempuan yang ada di hadapannya, dan suara sorak Sorai yang ada di hadapannya serta ucapan sempurna acara membuat Bastian tidak tahu harus melakukan apa.
"Kita sambut the next owner Conte company"
suara sang pembawa acara membuat Bastian kehilangan kata-katanya, dikala dia bingung Linda membawa nya berjalan menuju ke arah tengah-tengah panggung, diiringi dengan seorang seorang wanita yang mendorong sosok perempuan ya menaiki kursi roda tadi.
entahlah mimpi apa dia semalam tapi ini seperti sebuah kejutan tak terduga di dalam hidupnya, di mana tiba-tiba saja beri atas kepalanya ada berbagai macam hiasan glitter yang menumpahi mereka, belum lagi suara-suara musik yang memekakan telinga menyambut kehadiran mereka ditambah percikan kembang api yang memenuhi bagian depan panggung seolah-olah ini adalah pentas show spektakuler untuk seseorang.
Bastian Masih belum paham apa yang terjadi hingga akhirnya saat satu lagu ulang tahun disematkan dari para pemain orkestra, kemudian Linda berbisik di samping telinganya.
"Selamat ulang tahun sayang"
bayangkan bagaimana hatinya saat mendengar ucapan yang diberikan oleh perempuan tersebut, seketika bola mata Bastian berkaca-kaca menatap ke arah perempuan itu sembari dia masih menahan keterkejutannya.
__ADS_1
Ulang tahun?!.
iya bahkan hampir melupakan kapan tanggal kelahirannya jadi begitu mendapatkan kejutan ulang tahun seperti ini seketika membuat dia terbelakang dan bayangkan bagaimana bisa ulang tahunnya dirayakan sebegini megahnya.
di tengah keterkejutan dan bola matanya yang terlihat berkaca-kaca tiba-tiba saja beberapa orang naik ke atas panggung yang beberapa dari mereka adalah Daddy Gerald dan Venus.
Seketika Bastian langsung masuk ke pelukan Linda, dan dia tidak bisa lagi menahan tangisnya yang pecah.
perempuan itu memeluk erat dirinya dan mengelus punggungnya untuk beberapa kali sembari Linda berulang kali mencium puncak kepalanya.
bisik Linda pelan.
"Lihatlah, Winda menunggu mu disana"
lanjut perempuan itu lagi menunggu Bastian agar melepaskan pelukannya dan langsung membalikkan tubuhnya karena di ujung sana Winda masih setia menunggu di atas kursi rodanya.
mendengar ucapan Linda seketika Bastian langsung melepas kan pelukan nya, Air mata di kedua bola-bola matanya tumpah tanpa bisa dia hentikan.
__ADS_1
Linda langsung hapus air matanya secara perlahan sembari kembali melakukan kepalanya agar Bastian langsung berbalik dan menghampiri Winda mommy kandung laki-laki tersebut.
Perempuan tersebut langsung mengembangkan senyuman terbaik nya.
"Pergilah"
Bisik Linda kemudian.
itu tepatnya seperti sebuah isyarat dari Linda, pada akhirnya Bastian ikut mengangguk kan kepalanya dan dengan cepat langsung berbalik kemudian laki-laki itu bergerak ke arah depannya kemudian berhamburan memeluk sosok perempuan yang duduk di atas kursi roda tersebut.
"Mommmm..."
itu adalah Winda mommy kandung nya, jangan ditanya bagaimana perasaan Bastian saat ini, dia tidak bisa meluapkan kebahagiaannya yang luar biasa, malam ini seolah-olah adalah mimpi paling indah di dalam hidupnya, bahkan dia tidak berani untuk membukakan bola matanya seandainya ini adalah mimpi.
sejauh ini dia tidak pernah memimpikan hal seperti ini dianya berharap hidup mereka baik-baik saja dan mereka pergi berlalu dari tempat ini, namun malam ini seolah-olah Dewi Fortuna menghampiri dirinya dan seolah-olah memberikan kejutan-kejutan penuh kebahagiaan untuk Bastian.
laki-laki itu menumpahkan seluruh kebahagiaan dan kesedihannya malam ini menjadi satu, diiringi suaranya saling sahut menyahut ditambah suara musik ulang tahun serta tepuk tangan riuh dari berbagai penjuru ruangan menambah kebahagiaan di dalam hatinya.
__ADS_1