Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 57


__ADS_3

Mansion xxxxxxxx


Tengah hutan.


Alisa bergerak cepat turun dari dalam mobilnya dan melesat masuk ke dalam Mansion yang ada dihadapan nya tersebut dengan keadaan kacau balau, jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini, berita yang diberikan oleh anak buahnya benar-benar mengacaukan pikirannya.


Silsila menghilang.


No...!, bagaimana Bisa?!.


Perempuan itu jelas kelabakan setengah mati, dia pikir bagaimana bisa Silsila menghilang dari tempatnya, bahkan ke mana larinya perempuan itu mengingat jika tempat itu jelas jauh dari pusat kota.


perempuan itu tidak mungkin bisa pergi jauh pikir nya, bagaimana bisa silsilah tiba-tiba menghilang dan keluar dari jangkauan?!.


Bahkan kamera CCTV tidak bisa menangkap pergerakan nya sama sekali, itu jelas terasa terlalu aneh untuk nya.


"Bagaimana bisa dia menghilang?"


Teriakan dari mulut Alisa mengacaukan keadaan, dia tidak bisa mengontrol emosi dan kemarahan nya, bayangkan bagaimana anak buahnya kocar-kacir ketakutan menatap kemarahan perempuan tersebut.

__ADS_1


Alisa jelas terkenal dengan watak buruk serta temperamental buruknya, perempuan itu tidak pernah mau memaklumi perasaan orang lain, baginya selama apapun yang dia inginkan bisa dia dapatkan, orang lain bukan menjadi urusannya.


Bahkan perempuan itu tidak segan menampar atau memukul siapapun yang membuat dia jijik Dan benci, bagi perempuan itu karena dia memiliki uang dan bisa membayar siapapun dengan materi nya, maka dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan dengan seenak perut nya.


"Bagaimana bisa dia sadar dari tidur panjangnya dan dia menghilang?"


Alisa kembali berteriak tidak tenang, perempuan itu benar-benar sangat marah saat ini, dia mencoba menetralisir perasaan kacaunya di tengah Kemelut perutnya yang sejak tadi tidak baik-baik saja.


"sial, benar-benar sial."


umpat nya kesal.


Sial.


Lagi Alisa mengumpat.


Mendengar kemarahan perempuan dihadapan mereka, 3 laki-laki dan 2 perempuan dihadapan Alisa terlihat tidak bergeming, mereka bergetar dan berusaha untuk menahan rasa, mereka tahu ketika perempuan tersebut marah, maka bisa jadi kematian mereka semakin mendekat.


"Seperti nya efek obat Silsila terlalu lama berakhir, dia pura-pura merasakan efek nya tetap terjadi di dalam tubuhnya, karena itu tidak heran tiba-tiba dia bangun lantas melarikan diri ketika semua orang lengah"

__ADS_1


Salah satu laki-laki berusaha untuk menjelaskan, dia menunjukkan kepalanya dengan penuh penyesalan.


Alisa jelas menggenggam erat telapak tangannya sembari dia menggeratkan rahangnya.


"Kenapa kalian semua terlihat bodoh dan sangat tidak becus? Kalian benar-benar brengsek"


Perempuan itu seketika langsung menghantam apapun yang ada di hadapannya, kemarahan besar menghantam dirinya.


"Cari perempuan itu hingga dapat, aku tidak peduli bagaimana caranya, yang aku inginkan dia kembali dalam keadaan hidup atau mati"


Ucap perempuan itu lagi dengan cepat.


Mendengar kata-kata perempuan itu, kelima orang tersebut menunjukkan kepala mereka tanda mengerti, mereka membiarkan Alisa berbalik dan pergi dari sana dengan cepat.


Alisa secepat kilat keluar dari bangunan itu, dia harus kembali fokus pada pemikiran utama dan tujuan utamanya untuk menemui Bram, selanjutnya dia ingin untuk menemui Darrel dan putrinya.


Dengan langkah-langkah tergesa-gesa dia menuju ke arah mobilnya lantas bergerak dengan cepat pergi dari sana tanpa berpikir dua tiga kali.


*******

__ADS_1


__ADS_2