
Kembali ke masa sekarang
Linda terlihat diam saat Bastian berkata ingin mempertemukan diri nya dengan seseorang, dia jelas protes sebelum nya tapi apalah daya Bastian belakangan begitu pandai membujuk dirinya, membuat Linda pada akhirnya memilih bungkam dan diam.
"Bas mommy tidak butuh seseorang untuk mendampingi mommy"
Protes Linda pada nya Berulang kali.
"Tentu saja mommy membutuhkan nya"
Laki-laki muda itu terus bicara mencoba menyakini dirinya.
"Bas di usia mommy pernikahan bukan lagi prioritas utama, yang Mommy pikirkan hanyalah soal masa depan kamu bas"
"Tidak masalah memikirkan masa depan ku, tapi mom juga membutuhkan masa depan untuk menata masa depan baru demi mendapatkan sebuah kebahagiaan bukan?"
"Tapi bagaimana jika laki-laki nya bukan orang yang baik?"
"Baik Mom, Bastian jamin dia baik"
"Bagaimana jika dia tidak mencintai Mommy?"
"Dia mencintai mommy, yakinlah"
Sejenak Linda diam, dia seolah-olah memikirkan soal sesuatu.
"Bagaimana jika mommy tidak tertarik dengan nya?"
__ADS_1
"Aishhhh mommy pasti tertarik pada nya, dia bahkan lebih tampan dari Gerald, bahkan jauh lebih Kharismatik, dia juga sukses dan bukan seorang duda"
Setelah berkata begitu Bastian terlihat terkekeh.
"Dia itu mom masih bujangan"
Lanjut Bastian lagi.
Mendengar kata bujangan membuat Linda langsung membulatkan bola matanya.
"Bujang tua?"
Tanya nya kemudian.
"Yeah, tapi dia cukup teruji di masa muda, dia pernah hampir punya anak dengan kekasihnya"
Sejenak raut wajah Bastian berubah murung, bola matanya secara perlahan menatap kearah perut Linda.
Lanjut laki-laki itu lagi.
Mendengar ucapan Bastian seketika Linda terdiam, seolah-olah Dejavu dia ingat bagaimana dia kehilangan calon bayinya di masa lalu.
seandainya dulu tuan Conte tidak menerjang perutnya, usia anak nya kala ini juga pasti sama seperti Bastian, mungkin jika buah hati nya masih hidup, yang jelas Bastian dan buah hati nya bisa jadi teman sepermainan atau bahkan teman bertengkar pagi, siang sore bahkan malam.
Sejenak perempuan tersebut menghela kasar Nafas nya saat mengingat kejadian na'as dimalam itu, bagaimana kehancuran kekuarga mereka dimulai pada malam itu.
"Apa yang mommy pikirkan?"
__ADS_1
Tanya Bastian kemudian, laki-laki itu tahu-tahu memeluk Linda secara perlahan dari arah belakang.
"tidak ada, mommy hanya berfikir kamu sudah se dewasa ini sekarang Bas"
Ucap Linda pelan, dia membiarkan kedua lengan Bastian mengalung di lehernya.
"Dulu kamu sering menangis hanya karena kamu menganggap mommy Begitu jahat, padahal mommy hanya berpikir ingin kamu Mandiri dan bisa berjalan di atas kaki mu sendiri seandainya mommy pergi lebih dulu"
Ucap Linda pelan.
"Ketakutan seorang ibu adalah, ketika mereka meninggal dunia tapi anak-anak tidak punya kemampuan untuk menjadi mandiri dan berdiri di atas kaki nya sendiri, terlalu manja dan bergantung pada orang lain"
Perempuan itu kemudian menatap sosok Bastian yang ada di depan kaca meja hiasnya.
"Mommy selalu berfikir, bagaimana jika besok mommy tidak Bangun lagi dari tidur malam dan tidak bisa melihat wajah mu, apakah kamu bisa melakukan segala sesuatu dengan sendirinya tanpa bergantung pada siapapun termasuk Gerlad"
Setelah berkata begitu Linda meneteskan air matanya.
"Kau tahu Bas? seorang ibu selalu bisa melakukan segala sesuatu tanpa pasangan nya dan mampu bertahan untuk tidak menikah kembali demi anak-anak mereka, tapi seorang ayah tidak bisa melakukan segala sesuatu tanpa pasangan nya, mereka terkadang tidak memprioritaskan anak-anak didalam kehidupan nya"
Mendengar ucapan Linda seketika Bastian terdiam, terlihat bagaimana bola mata laki-laki tersebut berkaca-kaca.
"Mommy selalu berfikir, jika kamatian menghampiri mommy, kemana kamu akan pergi bas? karena satu-satunya yang kamu punya hanya Mommy, karena itu rasanya begitu kejam saat mommy meminta hak mu pada Gerlad, berfikir sebagian saham yang diterima bisa membuat mu mendapatkan sedikit masa depan dengan bergantung pada saham itu hingga kamu benar-benar dewasa dan tahu bagaimana cara nya untuk bertahan hidup ketika sendirian"
Mendengar kata-kata terakhir Linda, Bastian langsung memutar, dia memeluk erat tubuh wanita itu, kemudian membiarkan wajah nya masuk kedalam dekapan Linda.
"Berhentilah bicara seperti itu, kau akan panjang umur mom, panjang umur, melihat aku menikah, menunggu aku memiliki anak-anak yang sehat dan aktif, melihat mereka tumbuh besar dan melihat aku sukses dengan cara ku sendiri"
__ADS_1
Yah mom, jangan pergi dulu, kau dan Winda akan panjang umur, jangan pergi sebelum aku menjadi Bastian yang luar biasa seperti apa yang mommy harapkan.
Air mata nya tumpah didalam pelukan wanita itu untuk waktu yang cukup lama, dimana Linda ikut menangis didalam diam nya.