Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Butuh bicara 4 mata


__ADS_3

Mendengar Daddy nya berkata dengan kata-kata yang sedikit ragu-ragu jelas saja membuat Venus menatap bingung kearah laki-laki tersebut.


Dia menunggu ucapan berikut nya dari sang Daddy, cukup lama tapi tidak kunjung dia dengar.


"Kamu bahkan tidak bilang Daddy ku pulang, Yolanda?"


Dari pada menunggu ucapan daddy nya yang tidak kunjung datang dari bibir laki-laki itu, Kali ini Venus langsung bertanya pada sahabat terbaik nya itu, menatap Yolanda sambil mengernyitkan dahi, dia fikir tidak biasa nya Yolanda menyembunyi kan soal kepulangan Daddy nya.


Biasanya gadis itu yang paling antusias jika Daddy nya pulang.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Yolanda menelan salivanya, dia melirik kearah Andrew untuk beberapa waktu


Alih-alih menjawab Yolanda malah balik bertanya.


"Itu...kamu sama sekali tidak meng'aktifkan handphone kamu? kenapa aku sama sekali tidak bisa menghubungi kamu?"


Tanya Yolanda dengan nada yang terdengar sedikit gugup, Venus bisa melihat ekspresi wajah Yolanda yang sedikit panik.


Seolah-olah dia baru saja kepergok mencuri sesuatu saat ini.


Bola mata Yolanda menyiratkan satu kekhawatiran besar, seolah-olah takut apa yang akan terjadi berikutnya pada mereka.

__ADS_1


Dia tidak berharap ketahuan saat ini dan memperburuk persahabatan mereka.


"Yeah well kamu tahu? sesuatu yang tidak enak Terjadi pada handphone ku saat aku keluar kemarin malam"


Pada akhirnya Venus terpaksa bicara, dia memang belum bercerita soal kemalangan hidup nya malam itu.


Tapi dibalik kemalangan tersebut dia bertemu dengan orang yang diam-diam dia kagumi, terjadi one night stand dan ... mereka akan menikah.


Oh god tidak bisa Venus bayangkan bagaimana hubungan mereka selanjutnya.


Dia dan Gerald akan Menikah dengan banyak polemik dan drama izin sana sini sebelum hari H penikahan mereka.


"Aku lupa membicarakan nya pada mu, sebab aku buru-buru keluar dari kampus tadi"


Bayangkan bagaimana ekspresi Yolanda nantinya saat tahu soal itu.


Baginya Yolanda satu-satunya sahabat yang begitu perhatian pada dirinya, bahkan kekawatiran Yolanda melebihi kekhwatiran seorang kakak kandung kepada adik kecil nya sendiri.


Saat tahu dia berkencan dengan laki-laki tua yang bahkan seharusnya menjadi daddy nya, bisa jadi Yolanda histeris melihat kenyataan tersebut dan menerima cerita dari nya.


"Bisakah kita bicara didalam saja? ini cukup penting"

__ADS_1


Ucap Andrew kemudian tiba-tiba, laki-laki tersebut menyentuh lembut ujung kepalanya.


"Daddy ingin kita bicara 4 mata, sayang"


Lanjut nya lagi.


Tapi saat dia menunggu Jawaban dari Venus tiba-tiba bola matanya menangkap sosok seseorang.


Andrew jelas langsung mengerutkan keningnya.


"Kamu pergi dengan siapa?"


Andrew baru menyadari jika Venus tidak datang kesana seorang diri, dia bisa melihat laki-laki seusia dirinya tengah berdiri di depan sana sejak tadi.


Sebenarnya bukan itu yang membuat Andrew terkejut, tapi satu kenyataan lainnya yang jauh membuat dirinya lebih terkejut lagi.


"Gerald La Oberoy?"


Andrew seketika tercekat.


Yang dipanggil nama lengkap nya jelas ikut terkejut, dia yang sejak tadi juga berusaha memastikan penglihatan nya pada akhirnya benar-benar menyakini bola mata nya.

__ADS_1


"Andrew Auschwitz, Oh shi..t"


Laki-laki itu mengumpat tidak percaya.


__ADS_2