
Hotel xxxxxxx
Kamar inap Linda dan Winda.
Swiss.
setelah melewati perjalanan yang cukup jauh dan cukup menguras waktu juga tenaga, pada akhirnya mereka tiba di hotel xxxxxxx Swiss pada malam hari ini.
Cukup melelahkan karena perjalanan yang mereka tempuh jelas tidak sebentar, menyita tenaga dan juga waktu.
Belum juga sebelum pergi ke Swiss, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh Winda selama di Paris, itu membuat Winda cukup semakin kelelahan.
Swiss menjadi destinasi untuk mereka dimana Bastian berkata Linda telah lama menginginkan untuk datang ketempat tersebut jauh sebelum ini.
Karena itu mereka memilih Swiss dan tidak mencari negara lain untuk mereka tuju saat ini.
harapan Linda sejak dulu tinggal di Swiss untuk melupakan banyak kenangan yang terjadi di masa lalu jika Winda telah bangun dari tidur lelapnya dan Bastian menyelesaikan semuanya termasuk kuliahnya dan juga saat itu dia berpikir bagian properti dan juga sarjana mungkin Akan berpindah pada Bastian sesuai dengan rencana miliknya yang jelas sangat egois dan juga sedikit melampaui batasan.
__ADS_1
tapi kala itu dia hanya berpikir untuk pergi sejauhnya dari semua orang, karena baginya semua kenangan di hari kemarin tidak ada yang menyenangkan, semua terasa melukai dirinya dan dia berharap semuanya akan hilang secara perlahan.
namun siapa sangka tidak ada satupun rencana nya yang terlaksana hingga saat ini, meskipun tidak dia pungkiri Bastian mendapatkan sesuatu yang jauh melampaui ekspektasinya, bahkan Winda bangun di dalam tidur panjangnya lantas mendapatkan laki-laki yang mau menerimanya dengan tulus.
bahkan saat dia ingin membawa Bastian pergi, laki-laki itu menolaknya dan berkata dia memiliki tanggung jawab besar atas perusahaan Conte yang semua pemegang saham telah memilih dirinya.
wanita tersebut hanya bisa pasrah dan diam, menerima semua keadaan.
"apa kamu ingin makan sesuatu mungkin yang hangat-hangat dan lain sebagainya?"
"aku belum begitu lapar"
dia menjawab pelan sembari menyusul beberapa barang tersisa yang belum dia masukkan ke dalam lemari.
"bagaimana jika hanya cemilan?"
perempuan itu kembali bertanya.
__ADS_1
sejenak pertanyaan itu membuat Linda diam.
"Mari kita keluar setelah membersihkan diri dan mencari makan malam bersama membawa Bastian di antara kita"
perempuan tersebut kembali membuka suaranya, Winda menatap dalam saudara kembarnya tersebut untuk beberapa waktu,
menunggu dengan berdebar-debar apa jawaban yang akan dilontarkan oleh Linda.
Sangat sulit sekali untuk dirinya mengajak Linda pergi kemanapun, Perempuan tersebut seolah-olah membentang jarak untuk semua orang dengan sengaja.
"kamu bisa memutuskan, aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu baru kita akan pergi untuk mencari makan bersama"
pada akhirnya perempuan tersebut mengalah, menuruti ucapan Winda, Linda kemudian bergerak ke arah sisi kanannya, secara perlahan meraih sebuah handuk mendominasi berwarna putih yang tergeletak di atas kursi mendominasi berwarna merah yang telah disiapkan oleh pihak hotel tersebut.
Dia kemudian langsung melesat masuk menuju kearah kamar mandi.
Dan percayalah jawaban Linda seketika membuat Winda mengembangkan senyuman, cukup puas dengan apa yang didengarnya, dia pikir akan membawa Linda ke satu tempat saat keluar nanti.
__ADS_1