
Masih dimasa lalu
Gibran terlihat berusaha menahan tangan nya yang gemetaran memegang pistol yang ada ditangan nya, darah segar terlihat memenuhi tangan nya, bola matanya menatap Eliza yang meringkuk di sudut kasur kamar tersebut.
Di atas kasur ibu nya terlihat tidak berdaya dengan banyak luka-luka lebam di wajah dan seluruh anggota tubuhnya, perempuan itu terlihat begitu tidak berdaya, kehilangan kesadaran nya karena berjuang untuk melindungi putri nya.
Di dekat pintu seorang laki-laki terlihat bersimbah darah, tubuh nya dipenuhi dengan darah segar yang mulai menggenang perlahan ke bagian lantai mendominasi berwarna putih tersebut.
Di sudut kasur Tuan Conte juga berusaha memegang bagian dadanya untuk beberapa waktu, sebenarnya ada banyak tembakan yang dilesatkan oleh Gibran hinggamembuat laki-laki tersebut kehilangan keseimbangan dan banyak darah.
Bisa dipastikan beberapa tembakan yang dilesatkan bisa mengakibatkan kecacatan atau kematian untuk laki-laki tersebut.
Laki-laki tersebut baru saja berniat akan memperkosa adik perempuan nya karena kemarahan nya dimana Eliza mencoba membuat kesaksian untuk keluarga Linda.
Sore ini seharusnya adik kesayangannya itu berada di persidangan keluarga Linda, tapi yang terjadi ancaman besar pada nyawa nya sendiri datang menerjang.
Seharusnya dia menepati janji untuk datang menemui ibu Linda dan membawa pergi Linda dari kehidupan nya yang sekarang, tapi realita nya disinilah dirinya sekarang.
Tragedi besar tidak bisa terelakkan, kemarahan Gibran jelas sudah membuncah, di sinilah batas kesabaran nya saat ini.
"Aku tidak bisa lagi mentolerir banyak kebejatan dan tidak bisa lagi melihat orang-orang terdekat ku menderita dan tersiksa, bahkan aku nyaris kehilangan gadis yang aku cintai, satu-satunya jalan adalah menghancurkan apa yang seharusnya nya di hancurkan, menyingkir kan benalu yang merusak kehidupan di rumah yang penuh keceriaan"
__ADS_1
Bola mata Gibran Menatap sosok Conte untuk beberapa waktu, kemudian bola matanya berpindah ke adik nya dan ibu nya.
Dua orang terlihat menyeruak masuk dengan tubuh gemetaran, menatap Gibran dengan keadaan panik.
"Bawa ibu ku dan Eliza keluar dari sini secepat nya, susun alibi sesuai yang sudah aku bilang sebelumnya"
Ucap Gibran kemudian.
"Tapi tuan muda...?!"
Satu laki-laki bicara sambil berusaha menyentuh Gibran n
Gibran dengan cepat menepis tangan nya, biara dengan nada memerintah.
"Pergilah, aku akan menghapus seluruh bukti dan sidik jari semua orang"
Setelah berkata begitu Gibran langsung membalikkan tubuhnya.
Eliza menangis terisak dengan kondisi tubuh yang cukup mengenaskan, dia mencoba mendekati kakak nya dan berusaha untuk memeluk laki-laki tersebut.
Tapi Gibran langsung menghindar dan berkata.
__ADS_1
"Menikahlah dengan Andrew, buang nama Conte di belakang nama mu, hidup lah dengan baik dan lupakan semua hal yang berhubungan dengan Conte mulai hari ini"
Mendengar ucapan kakak nya, Eliza terlihat menahan isakan nya, dia menangis didalam diam sambil menggelengkan kepalanya.
"Masih ada satu orang lagi yang bermain di balik layar bukan? aku akan menyelesaikan semuanya setelah aku keluar dari penjara"
Meskipun Eliza berkata tidak mau, tapi dua orang itu terus membawa Eliza dengan paksa agar keluar dari sana dimana di belakang mansion tersebut seorang laki-laki dan perempuan telah menunggu mereka di dalam sebuah mobil mendominasi berwarna hitam, kemudian setelah itu dua orang yang membawa nya kembali pergi dan membawa ibu nya.
Maafkan aku karena tidak bisa menepati janjiku, sayang. Jika tali jodoh masih terikat di antara kita, satu hari aku akan datang untuk meraih tangan mu kembali seperti janji ku dimasa kemarin.
*****
Catatan \=
kok banyak flash back Mak?.
Lah kalau ga ada kisah flash back terus readers bisa tahu kenapa Gibran menghilang belasan tahun? bakal tahu alasan tuan Conte hidup nya di masa depan bagaimana tanpa tahu masa lalu? bisa tahu juga kenapa Linda bisa trauma? bisa tahu kenapa Linda jadi jahat? bakal tahu Bastian anak siapa? bisa tahu kenapa Winda koma? dan lain sebagainya lah dah.
Piye toh Mak, kalau tanpa masa lalu gimana ada masa depan coba?.
Ah sudahlah yang belum tahu ciri khas author di maklumi yah makkk❤️🤧.
__ADS_1