
Catatan \=
Coba ingat dan cek visual Linda kenapa Mak author bikin cantik, sampe ada yang bilang Mak jangan cantik-cantik visual Linda dong hihihi 🤭🤭🤭😁😁😁.
Inilah alasan nya, karena Linda punya peran penting di sini.
*******
Masih di masa lalu
Rumah sederhana Linda
"Ma.... dimana Kakak?"
Linda buru-buru melangkah kan kaki nya menuju ke dalam rumah, dia jarang pulang kerumah belakangan sebab lebih memilih tinggal di rumah Eliza, selain karena jarak Kampus lebih dekat, Mama Eliza meminta dia Tinggal disana mengingat Elizabeth sama sekali tidak memiliki teman di rumah mereka.
Awalnya Linda sedikit ragu-ragu, dia fikir meninggal mama nya sedikit memberat kan karena papa nya sering tidak pulang karena ikut kemanapun Daddy Eliza pergi selama ½ tahun ini.
Tapi saat sang Mama nya berkata tidak apa-apa, pada akhirnya Linda menuruti permintaan wanita tersebut.
Hanya hingga kelulusan kuliah, bukan masalah.
"Dia sedang keluar membeli sesuatu"
Jawab mama nya pelan.
"Seharusnya jangan pergi saat tahu aku datang"
Protes Linda sambil mengerucutkan bibirnya.
"Sudah tidak sabar ingin bertemu kakak mu?"
Wanita tua itu bicara sambil melebarkan senyuman nya, dia buru-buru menerima dua kantong kresek yang diberikan Linda.
"Tentu saja, 3 tahun lebih tidak bertemu membuat aku Begitu merindukan nya"
__ADS_1
Jawab Linda cepat.
Mama nya hanya mengulumkan senyuman nya.
"Dua bersaudara jika berjauhan saling merindukan, tapi kalau dekat pasti bertengkar"
mendengar kalimat mama nya yang sedikit menggoda membuat Linda tersipu malu.
"Itu karena kami dulu belum dewasa"
Jawab nya pelan.
"Mereka memberikan oleh-oleh yang banyak?"
Tanya mama nya sambil menatap dua kantong kresek yang telah berpindah tangan tersebut.
"Nyonya Conte Begitu baik, dia memberikan banyak barang untuk kita"
Yah Mama Eliza memang begitu baik, selalu memberikan mereka barang-barang yang bagus dan mahal, bahkan tidak jarang wanita itu memperlakukan dirinya sama seperti putri nya sendiri.
Hanya saja aneh nya wanita secantik dan sebaik itu kenapa masih saja di sia-sia kan oleh laki-laki seperti Papa Eliza.
Begitu Mama Linda beringsut pergi menjauhi Linda, gadis itu terlihat bergerak menuju kearah dapur.
Sejenak Linda terlihat memainkan jarinya di ujung bibirnya, dia beberapa hari ini Mama Eliza dan dia tengah menyiapkan pesta kejutan ulang tahun untuk Eliza, itu artinya dia harus menyiapkan kado istimewa untuk sahabat baiknya itu.
Tapi.... yang jadi pertanyaan apa?!.
Kado macam apa yang harus dia berikan pada gadis itu?!.
Apa aku harus menghubungi Gerald? bertanya laki-laki payah itu akan memberikan Eliza Kado seperti apa?!.
Batin Linda.
Sejenak dia mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Tunggu dulu, apa si playboy Andrew juga memberikan kado istimewa?.
Seketika Linda ingat dengan teman dekat Eliza, dia fikir laki-laki playboy itu pasti sudah menyiapkan sesuatu lebih dulu sejak kemarin mengingat bagaimana cekatan nya Andrew dalam merayu seorang gadis bahkan teman nya sendiri.
Linda buru-buru merogoh kantung celananya, dia mencari handphone nya dan berusaha untuk menghubungi Gerald.
Cukup lama dia berusaha menghubungi laki-laki tersebut tapi aneh nya sama sekali tidak di jawab.
Pada akhirnya Linda hanya mengirimi laki-laki itu pesan agar Gerald tidak lupa menyiapkan kado untuk Elizabeth secepat nya.
Ingat, siapa cepat dia dapat, kau tahu Andrew pasti lebih cekatan dari mu.
Kalimat akhir yang di ketik Linda cukup berguna agar membuat Gerald gelagapan.
Gadis tersebut terkekeh kecil, dia mulai mengirimkan pesan nya kepada laki-laki tersebut dengan cepat.
kemudian Linda buru-buru meletakkan handphone nya ke atas meja makan, dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.
"Kamu Sudah pulang?"
Suara seorang gadis Terdengar di belakang nya.
Linda buru-buru menoleh sambil mengulum senyuman nya.
"Kamu juga pulang?"
Tanya Linda dengan antusias.
"Terlihat begitu bahagia?"
Tanya gadis itu lagi sambil menatap dirinya.
Linda mengembangkan senyuman nya, menatap gadis cantik dihadapan nya itu.
"Tentu saja ,berapa tahun kita tidak bertemu? Aku dengar kamu mengambil waktu liburan bersama paman dan bibi jadi buru-buru kembali kerumah dengan cepat, Winda"
__ADS_1
Yang dipanggil Winda membentang kedua tangan nya, dia menunggu Linda masuk ke pelukan nya dengan cepat.
Dua gadis dengan wajah yang sama itu langsung saling berpelukan untuk melepaskan rindu yang lama tertahan.