
Disisi lain
Mansion utama Gibran
Gibran terlihat beberapa kali menghela nafasnya, dengan perasaan berdebar-debar laki-laki tersebut terus menatap ke arah kaca dan membiarkan Venus untuk membenahi jas nya.
"Tidak bisakah kita menunda waktu pertemuannya?"
tanya Gibran sambil menatap ke arah Venus dari arah kaca.
mendengar pertanyaan omnya seketika Venus terkekeh kecil.
"Om ini akan baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun"
Venus bicara sambil meyakinkan laki-laki yang ada di hadapannya itu, dia mencoba mencari sepatu yang paling cocok dengan pakaian yang digunakan oleh Om nya saat ini.
"Aku takut dia akan membenci ku dan menolak kehadiran ku, Venus"
Ucap Gibran pelan.
ya Gibran takut pada pertemuan pertama mereka Linda akan menghindari dirinya atau bahkan bisa jadi melarikan diri dari hadapannya.
perempuan itu pasti sangat membencinya dengan berbagai macam alasan di masa lalu yang jelas tidak bisa dia jabarkan satu persatu.
__ADS_1
ada banyak sekali beban batin harus Gibran pikul saat ini, menyakinkan Linda jika dia masih mencintai perempuan tersebut jelas saja sulit, dia tahu hati perempuan itu telah mati, mungkin sudah tidak lagi memiliki celah sedikitpun untuk menerima dirinya di dalam hati Linda.
Perempuan itu bahkan begitu membenci diri nya saat dia berulang kali berkata dia ingin menjelaskan sesuatu di masa lalu.
kesalahan terbesar nya dia sama sekali tidak datang di dalam itu, bahkan dia menghilang selama belasan tahun dan tidak pernah menemui Linda.
ada sesungguhnya dia memilih alasan yang begitu besar kenapa sampai malam itu dia tidak datang dan kenapa Gibran menghilang selama belasan tahun.
itu yang ingin dia jelaskan kepada Linda, dan dia ingin Linda mendengarkan semua cerita nya soal masa lalu.
tidak ada satu orang pun orang yang pernah menghianati Linda, bahkan dirinya ataupun Eliza sekalipun.
Malam ini dia akan dipertemukan dengan Linda melalui jalur Venus dan Bastian, pembicaraan ini telah dibicarakan di antara dirinya dan Gerald beberapa waktu yang lalu, hingga akhirnya tercapai kesepakatan menggunakan Bastian dan Venus.
Alasan mereka mengambil Bastian untuk membujuk Linda jelas sangat tepat, perempuan itu satu-satunya yang menjadi titik terlemahnya adalah Bastian, apapun yang di inginkan Bastian Linda jelas tidak bisa menolak nya.
dia mungkin tidak akan bisa bercerita dengan begitu lancar kepada perempuan tersebut, karena apa yang mereka lewati dan juga dia lewati di masa lalu tidak kalah menyakitkannya dengan apa yang Linda lewati.
"Oh my god, look Om ku terlihat begitu tampan sekali"
Venus jelas memuji Gibran dengan bola mata yang berkaca-kaca, perempuan itu pikir pada akhirnya penantian selama belasan tahun akan di tebus juga pada malam ini.
"Pujian nya terdengar sangat berlebihan"
__ADS_1
Gibran bicara sambil terkekeh pelan.
"Tentu saja tidak Om, aku tidak memberikan pujian secara berlebihan, realitanya benar-benar tampan"
Lanjut Venus lagi kemudian.
"Aku tidak heran jika Linda begitu mencintaimu di masa lalu, ckckckck bahkan rela hamil anak Om sebelum menikah"
Ejek venua sembari memicing kan bola matanya.
Mendengar ucapan Venus seketika membuat laki-laki tersebut murung.
"Aku sedang merencanakan pernikahan kala itu"
Ucap Gibran pelan sambil menghela pelan nafasnya.
"Malam itu ketika ulang tahun Eliza, aku telah menyiapkan sebuah lamaran istimewa"
Setelah berkata begitu Gibran langsung membuang pandangannya, sejenak dia meminjamkan bola matanya mengingat kejadian di malam itu, bagaimana dia telah mempersiapkan semua hal untuk lamaran yang telah susah payah dia persiapkan namun berakhir menjadi malam Penuh tragedi berdarah.
"Jika aku tidak bisa menghabisi Conte secepat nya, maka aku akan memilih untuk mati malam ini juga"
Kalimat itu dilontarkannya kepada ibunya setelah kasus keluarga Linda di tutup dengan paksa.
__ADS_1
"Kau akan mati di tangan nya, nak"
"Tidak, aku tidak akan pernah mati di tangan nya bagaimana pun caranya"