Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Semua orang yang bergerak dibelakang


__ADS_3

Disisi lain


Belakang panggung


Seseorang terlihat berjalan keluar dari satu balik pintu di belakang panggung, Gibran terlihat melangkah menuju ke arah depan dimana beberapa cara siswa dan siswi sekolah apa masih berdiri di sana, bola mata laki-laki tersebut mengangkat salah satu diantara mereka dimana sebelumnya tuan Paulo yang tadi menghampiri mereka.


"Kau sudah datang?"


tiba-tiba suara seseorang terdengar dari arah samping belakang panggung, Louis sang sekretaris tuan Paulo terlihat menundukkan kepala nya ke arah Gibran, seakan-akan laki-laki tersebut begitu patuh dan tunduk ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"He em"


Gibran mengganggu kan kepalanya dengan cepat kemudian laki-laki tersebut menatap satu persatu siswa dan siswi yang ada di hadapannya saat ini.


"Dia meminta kamu untuk mengantar mereka semua kembali setelah acara selesai?"


tanya Gibran kemudian.


"Ya tuan"


Louis menjawab cepat pertanyaan Gibran sembari menganggukan kepalanya.


mendengar jawaban Louis ketika membuat Gibrah menaikkan ujung bibirnya.


"Dia dan Conte palsu sama-sama seorang pedofilia, aku pikir seiring berjalannya waktu ketika usia bertambah seseorang akan berubah, nyatanya orang-orang seperti itu akan semakin menggila"


setelah berkata seperti itu Gibran menoleh ke arah seorang gadis yang ada di sisi kanannya.


"Kau dan kakak mu akan tersenyum hari ini karena sebuah kemenangan"

__ADS_1


Gibran bicara kemudian langsung membuang pandangannya laki-laki ikut ini bergerak menjauhi semua siswa-siswi tersebut secara perlahan.


"Lakukan seperti rencana awal"


Ucap Gibran sembari menepuk-nepuk bahu Louis untuk beberapa waktu.


Louis tidak bergeming, hanya memilih diam Sembari laki-laki tersebut menundukkan kepalanya secara perlahan, dia menatap punggung Gibran yang kini bergerak menjauhi dirinya.


Begitu Gibran pergi berlalu, Louis secepat kilat mengarahkan pada siswa-siswi yang ada di hadapannya.


"Jangan sampai saling berjauhan antara satu dengan yang lainnya"


Dia memberikan sedikit wanti-wanti pada semua orang.


Mendengar ucapan Louis, mereka mengangguk cepat kemudian memilih pergi dari sana sesuai dengan instruksi, namun gadis yang diajak bicara Gibran tadi langsung menatap Louis kemudian meraih telapak tangan laki-laki tersebut dengan cepat.


"Kak Lui?"


"Semua akan baik-baik saja"


"Aku hanya sedikit khawatir"


"Tidak ada yang Perlu kamu khawatir kan hmmm"


Setelah berkata begitu, Louis langsung beranjak dari sana secara perlahan, Sembari mengintruksikan beberapa orang agar melakukan Rencana yang telah di susun matang oleh mereka dengan baik selama berbulan-bulan ini.


"15 menit lagi menuju acara puncak, pastikan semua berjalan baik dan rencana tidak ada yang mengganggu nya, perhatian tiap sudut CCTV dan pastikan tidak ada yang terlewat sedikit pun"


Perintah Louis dengan cepat.

__ADS_1


"Yes sir"


"Yes"


"Yes sir"


Sahutan demi sahutan Terdengar dari semua orang, dari arah luar terdengar suara sang pembawa acara yang mulai mencoba merapikan tamu undangan.


Bola mata Loius menatap satu persatu orang-orang yang kini sibuk berlalu lalang mengerjakan tugas mereka, laki-laki tersebut kini beranjak pergi secara perlahan untuk segera pergi dari belakang panggung dan kembali mendekati tuan Paulo.


Namun begitu dia tiba di arah pintu keluar, bola matanya menangkap sosok seorang gadis yang bergerak tepat dihadapan nya.


"Semua sudah disiapkan?"


gadis muda itu bertanya cepat sembari menatap ke arah Louis.


"Ya nona"


"Aku harap kali ini daddy ku benar-benar merasakan sebuah karma yang memang seharusnya dia terima"


ucap gadis tersebut lantas membuang pandangannya dari arah Louis.


"Kau tidak akan menyesali nya?"


Louis bertanya sembari menahan langkah gadis cantik tersebut.


Sejenak dia diam, kemudian gadis itu berkata.


"mungkin aku akan menyesalinya karena dia adalah daddy ku, tapi ketika aku mengukur kata sakit yang banyak laki-laki itu torehkan, sesalnya menjadi tidak ada arti nya"

__ADS_1


ucap nya lantas bergerak cepat menjauhi Louis secara perlahan.


__ADS_2