
Ketika pagi menjelang, dimana matahari masih malu-malu menampakkan cahayanya, Gea mencoba menggeliat didalam tidur nya, rasanya seolah-olah tubuh nya baru saja bekerja mati-matian seharian atas rasa berat, lelah dan sakit yang menghantam menjadi satu.
begitu dia menggerakkan pahanya ke arah sisi kanan tiba-tiba dia berdesis menahan rasa perih dan sakit, yang awalnya Gea masih enggan untuk bangun dari tidurnya pada akhirnya perlahan membuka bola matanya karena rasa pedih dan sakit di dalam intinya mendominasi dan mengganggu dirinya.
"Sssshhhh"
Perempuan itu mendesis sambil memejamkan sebentar bola matanya sembari menahan perih dan sakit dibawah sana.
Mendengar suara samar-samar Gea, seketika membuat Darrel menggerutkan keningnya, dia mencoba untuk membuka matanya untuk beberapa waktu kemudian membiasakan bola matanya tersebut.
Bisa dia lihat putrinya tersebut meringis karena sakit, Darrel langsung berusaha untuk membiasakan pandangannya kemudian dia membiarkan tangannya masuk ke dalam perut Gea.
"Ada apa hmm?"
Dia bertanya pelan, mencoba menghirup aroma Gea dari balik leher perempuan tersebut.
Sentuhan Darrel seketika membuat Gea meremang, dia memejamkan bola matanya sejenak.
"Aku .."
Perempuan itu tidak berani meneruskan kata-katanya, takut di bilang terlalu cengeng hanya karena urusan semalam, padahal dia tahu daddy nya merupakan tipe laki-laki yang tidak suka mendengar seorang perempuan mengeluh di hadapannya.
bahkan jika mommy nya mengeluh dan berkata lelah dan sebagainya biasanya laki-laki tersebut akan mencibir dan berkata jika mommy nya terlalu lebay, sisa nya Darrel akan mengabaikan Alisa dan menganggap tidak penting akan keluhan dari perempuan tersebut.
Karena itu Gea pikir sebaiknya dia diam dan tidak mengeluh.
"Apakah sakit?"
Darrel berbisik pelan, tangan kanan nya menyentuh lembut inti Gea, membuat perempuan itu sedikit terkejut, dan didetik berikut nya wajah Gea langsung memerah karena malu atas sentuhan daddy nya, belum lagi saat ini dia sadar rupanya dia tidak menggunakan apapun kecuali penutup bagian bawahnya dan juga mendominasi warna hitam miliknya.
Gea mencoba untuk menggelengkan kepalanya.
melihat gelengan kepala yang dilakukan oleh putrinya seketika Darrel bangun dari posisi tidurnya, dia seketika melesatkan ciuman pada bibirnya pada bibir Gea.
Hal itu membuat Gea langsung terkejut dan memejamkan bola matanya, karena gerakan refleks yang dilakukan oleh daddy nya tersebut.
Cukup lama hingga akhirnya di beberapa detik berikutnya laki-laki tersebut melepaskan ciuman nya, kemudian dalam beberapa detik berikutnya lagi laki-laki itu langsung mengangkat tubuh Gea dan membàwa nya turun dari atas kasur.
Hal tersebut jelas membuat putri nya terkejut Gea langsung membulatkan bola matanya dan dengan gerakan tidak terduga langsung memeluk leher Darrel karena dia takut terjatuh atas gendongan yang dilakukan tiba-tiba oleh daddy nya.
"apa masih harus bilang dan berbohong pada Daddy jika milik mu tidak sakit dan tidak apa-apa?"
Darrel terlihat sedikit marah dan menggerutu, dia berharap gadis kecil itu mengadu dan mengeluh di hadapannya, dia ingin Gea mengadu dengan manja dan membuat dia gemas atas tingkah lakunya.
"Ya?"
Gea terlihat bingung saat dia mendengar ucapan dari daddy nya tersebut.
__ADS_1
"kamu boleh mengeluh, mengadu atau menggerutu, daddy mengharapkan nya hmmm"
Ucap Darrel dengan intonasi rendah, dia menatap dalam bola mata Gea sembari kakinya melangkah membawa perempuan tersebut menuju ke arah kamar mandi.
"Aku pikir daddy tidak akan menyukainya, bukankah daddy lebih suka perempuan yang tidak cengeng dan dewasa"
Ucap Gea mencoba menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap Darrel saat ini, ingatan akan sisa pergaulan semalam membuat dia menjadi malu.
mendengar kata-kata Gea seketika membuat Darrel menaikkan ujung bibirnya.
"tapi daddy suka jika kelakuan seperti itu berasal dari kamu hmmm"
jawab laki-laki itu cepat sembari meminta Gea menatap dalam bola matanya, dia masih terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi, membuka pintu dengan kaki kirinya secara perlahan kemudian dia mendorong pintu kamar mandi dengan sikunya, dia jelas tidak bisa melakukannya dengan tangannya sebab kedua tangannya menggendong tubuh Gea ala bridal style.
secara perlahan dia meletakkan tubuh Gea kedalam bath tub mandi.
Gea terlihat pasrah membiarkan laki-laki tersebut meletakkan tubuhnya di dalam bathtub mandi, bola mata perempuan tersebut menelisik bola mata Daddy nya untuk beberapa waktu kemudian dia tidak sengaja menatap ke arah bawah sana dimana sejak awal Darrel sana sekali tidak menggunakan apapun, wajah Gea memerah.
Darrel terlihat mengulum senyuman nya.
Pada akhirnya Gea mencoba melanjutkan kata-katanya.
"Tapi daddy bilang mommy seperti anak-anak setiap kali mommy mengeluh...."
perempuan itu bicara dengan cepat mencoba untuk mengingatkan Daddy nya dimana setiap kali mommy nya mengeluh atau merengek manja, laki-laki itu pasti berkata jika Alisa terlalu cengeng dan berlebihan menggarap kan perhatian dari nya.
Darrel mencoba duduk di pinggiran bath tub, laki-laki tersebut meletakkan jari telunjuk nya di bibir Gea, dia meminta perempuan tersebut diam dan tidak melanjutkan kata-katanya.
"Kamu boleh melakukannya di depan ku Gea, dan ingat jangan melakukannya di depan laki-laki lain, aku tidak suka itu hmmm"
setiap kali Darrel mendengarkan nama Alisa, baginya nama tersebut hanya menjadi beban untuknya, dia tidak suka Gea membicarakan nama tersebut di antara mereka, baginya nama perempuan itu akan merusak mood bosternya.
pada akhirnya dia memilih untuk diam dan tidak melanjutkan ucapannya, seperti orang bingung dia mencoba untuk menatap Darrel untuk beberapa waktu.
perempuan itu cukup terkejut saat mendapatkan respon dari Darrel soal mommy nya.
Darrel kemudian secara perlahan mengisi bath tub mandi tersebut, dia meraih sebuah botol sabun kemudian menuangkan sabun cair tersebut ke atas bath tub mandi secara perlahan.
Gea sejenak kembali meringis karena dia merasa intinya tiba-tiba terasa nyeri karena terkena air kemudian terkena busa sabun, dan percayalah rasanya sungguh menyiksa nya.
"Perih?"
"Hmmm"
pada akhirnya perempuan tersebut menjawab juga dan menganggukkan kepalanya, dia baru berani meringis dan mengadu sedikit di hadapan dari saat dia yakin jika laki-laki itu tidak akan memarahinya.
mendengar ucapan Gea yang menyatakan jika intinya menjadi peri, seketika membuat Darrel langsung berkata.
__ADS_1
"tunggulah di sini aku akan mengambil sesuatu untuk mengobati nya"
ucap laki-laki itu cepat, kemudian Darrel berusaha untuk menjauhi Gea namun tiba-tiba putrinya tersebut langsung berusaha untuk menahan langkah laki-laki tersebut.
"Dad... aku pikir ini baik-baik saja"
ucap Gea sembari menggenggam erat telapak tangan daddy.
mendapati Gea menahan tangannya dan menggenggam telapak tangannya, Darrel seketika langsung menghentikan gerakannya yang berniat untuk pergi, dia berbalik kemudian menatap putrinya dengan tatapan yang begitu intens.
pada akhirnya laki-laki itu langsung mencoba masuk ke dalam bathtub mandi yang didalam nya sudah terdapat Gea.
melihat laki-laki itu masuk ke dalam bathtub mandi seketika membuat wajah Gea langsung memerah, dia pikir ini pertama kalinya dia akan mandi dengan seorang laki-laki.
melihat ekspresi wajah Gea yang berubah memerah dan terlihat malu, seketika membuat Darrel mengulum senyumannya, kemudian laki-laki tersebut berkata.
"Jangan malu hmmm, bahkan kita sudah saling melihat seluruh anggota tubuh kita masing-masing semalam"
"Bahkan daddy sudah seutuhnya memiliki kamu, memasuki kamu, jadi jangan memasang jarak lagi di antara kita"
sungguh terkutuk mulut manis Darrel, laki-laki tersebut terlalu pandai membuat putri nya merasa berdebar-debar dengan ucapan manis dan menggoda nya.
"Daddy akan membantu mu membersihkan diri, mengobati milik kamu kemudian mari mendapatkan kan sarapan pagi hmmm"
Lanjut laki-laki itu lagi.
"Tapi dad, aku bisa melakukan nya sendiri"
Ucap Gea pelan Sedikit malu-malu.
"Biarkan daddy melakukan nya kali ini"
Laki-laki tersebut selalu seperti itu, apapun yang dia inginkan dan apapun yang harus dia lakukan, dia tidak suka mendapatkan penolakan.
"Berbalik lah"
Darrel secara perlahan mencoba untuk meminta Gea berbalik dari posisi nya, perempuan itu menurut, dia membalikkan tubuhnya secara perlahan.
Tiba-tiba Jemari Darrel secara perlahan memeluk lembut perutnya, kemudian tiba-tiba jemari laki-laki tersebut dengan nakal bergerak menuju kearah dada nya.
"Dad..."
Gea seketika meremang, dia memejamkan bola matanya sejenak.
"Mari mendapatkan sarapan pertama didalam kamar mandi baby"
Laki-laki tersebut berbisik dibalik telinga nya, kemudian dia menyesap lembut telinga perempuan itu dan mulai bekerja untuk memancing hasrat putri nya.
__ADS_1