Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 45


__ADS_3

Mansion utama Vier


05.45 AM


Silsila terlihat baru saja selesai dari sesi membersihkan dirinya, masih dengan rambut basah nya dimana dia telah menggunakan pakaian kameja milik Vier, Perempuan tersebut terlihat risih dengan pakaian nya.


Mungkin karena terlihat terlalu pendek dan yah tidak nyaman sebab itu bukan pakaian perempuan melainkan pakaian laki-laki.


"Sekretaris ku dalam perjalanan membeli pakaian untuk mu"


Vier bicara sembari menatap dalam wajah perempuan yang ada dihadapan nya itu.


"Sementara Gunawan itu dulu"


Lanjut nya lagi sambil mencoba mengembangkan senyuman nya.


Silsila hanya bisa menganggukan kepalanya, dia sedikit gelisah, menyentuh tengkuknya untuk beberapa waktu.


Sejenak pandangan mereka bertemu, cukup lama hingga membuat wajah Silsila sejenak berubah rona, cukup tidak nyaman saat vier menatap nya dengan pandangan sedikit aneh.


Vier masih menelisik silsilah, dia mencoba untuk menghitung usia perempuan dihadapan nya tersebut, di masa kemarin usianya masih 19 tahun dimana Silsila baru menyelesaikan SMA nya dan memilih bekerja menjadi anak magang disana, jika mereka memang memiliki anak usia nya mungkin belum genap 17 tahun, masih sekitar 16 tahunan ditambah masa kehamilan 9 bulan.

__ADS_1


Vier pikir usia nya sekarang pasti kisaran 35 tahunan, wajah perempuan tersebut terlihat jauh lebih dewasa namun sama sekali tidak terlihat tua walaupun dia tidak pernah melakukan perawatan karena di sekap oleh Alisa.


Perempuan tersembunyi masih memiliki kecantikan alamiah seperti, masih dengan hidung mancung ya yang kecil, bibir kecil dan juga bola mata indah yang membuat dia jatuh cinta.


Ekspresi wajah malu-malu yang begitu ceria di mana senyuman selalu Merekah dibalik bibir indahnya masih tetap sama seperti yang dulu.


Mungkin ini adalah 17 tahun mereka tidak pernah lagi bertemu, hanya perubahan tekstur wajah yang jauh lebih dewasa yang terjadi pada Silsila.


"Kamu bisa menghabiskan makanannya"


Vier bicara cepat sambil mengembangkan senyumannya, dia menarik sebuah kursi makan dan menunggu Silsila agar duduk di sana.


Sejak tadi bola matanya terus menelisik kesisi kiri dan kanan, dia bahkan mencoba mencari foto di berbagai sudut dan dinding tapi dia sama sekali tidak mendapatkan apa yang ingin dia lihat.


Silsila mengerutkan keningnya untuk waktu yang cukup lama.


"Paman seperti seorang laki-laki single tanpa pasangan"


Ucap Silsila pelan.


"Aku pikir Darrel dan paman pasti sudah memiliki anak yang sudah remaja"

__ADS_1


Setelah berkata begitu, Silsila menghela Pelan nafasnya, dia mencoba menatap makanan yang ada di atas meja.


Mendengar ucapan Silsila membuat Vier diam, dia sama sekali tidak menyahut ucapan Silsila.


"Aku pikir menu makanan favorit mu masih sama bukan?"


Tanya vier pelan.


Silsila tidak bergeming, dia menatap satu persatu menu makanan yang ada di atas meja, sejenak dia meneteskan air matanya.


Berapa tahun dia tidak menikmati nya?!


Ah entahlah dia hampir lupa saking lama nya


Semua itu jelas adalah makanan favorit nya, tidak ada satu pun yang tidak disukai nya dari segala macam hidangan yang ada di atas meja dihadapan nya tersebut.


"Yah...aku merindukan mereka"


Ucap nya dengan suara serak nya.


Seketika keheningan terjadi di antara mereka, Vier menyentuh lembut bahu Silsila, membiarkan perempuan tersebut larut dalam tangisan kecil nya.

__ADS_1


__ADS_2