Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Perempuan lancang


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di ruangan ku?"


Ketika Julia baru saja ingin menjawab ucapan seseorang di seberang sana seketika dia terkejut setengah mati saat dia mendengar suara bariton dibelakang nya tersebut.


Buru-buru dia menoleh sambil berusaha menahan handphone ditangan nya, bisa dia lihat bagaimana ekspresi Gerald saat ini, laki-laki tersebut menatap ke arah tangan Julia.


"Kau tahu? aku paling tidak suka ada orang yang melampaui batasan nya terhadap hal pribadi milik ku"


Gerald bergerak mendekati Julia, laki-laki tersebut merampas handphone ditangan Julia dengan gerakan yang begitu kasar.


Dia sengaja menunda rapat Hanya demi handphone yang dia tinggal kan, membiarkan sekretaris nya mengawasi orang-orang di ruangan rapat, tapi begitu masuk ke ruangan nya sendiri, bisa-bisa nya dia melihat Julia ada disana, menyentuh barang pribadi nya dan ...


Gerald masih menatap tajam bola mata Julia sambil dia mengangkat panggilan yang ada di seberang sana.


"Ada apa?"


Dia Fikir kenapa Yolanda menghubungi dirinya?!.


Kemarin malam dia sengaja meminta Yolanda menyimpan nomor handphone nya, dia fikir jika ada hal darurat atau penting, mungkin bahkan ada sesuatu yang dibutuhkan soal Venus, Yolanda bisa dengan mudah menghubungi Dirinya.


Tapi dia cukup tidak bisa menebak jika secepat ini Yolanda akan menghubungi dirinya.


Sejenak dia mengerat kan rahangnya ketika dia mendengar nada bicara Yolanda yang sedikit gelagapan.

__ADS_1


Perempuan muda seusia kekasih nya itu berkata Bastian membawa Venus secara paksa entah kemana.


Shi..t.


Umpat Gerald sambil mengerutkan keningnya.


Julia jelas menelan salivanya, cukup tidak menyangka laki-laki itu kini berdiri dihadapan nya, menatap dirinya dengan tatapan yang siap membunuh diri nya.


Sejak dulu laki-laki tersebut sama sekali tidak pernah menatap nya dengan tatapan yang begitu hangat, selalu saja seperti itu hingga bertahun-tahun lama nya.


Kadang Julia yang harus bersikap agresif lebih dulu agar tidak ada jarak jauh di antara mereka, sebab Gerald bukan type laki-laki yang suka kolokan dan bercanda dengan perempuan manapun yang laki-laki itu suka.


Tidak heran jika banyak yang tergila-gila pada laki-laki tersebut termasuk para karyawan nya sendiri.


Begitu laki-laki tersebut mematikan panggilan nya, dia mencoba untuk menjelaskan sifat lancang nya tapi alih-alih peduli Laki-laki itu berkata.


"Jaga adab mu pada orang lain, aku memaklumi kamu kali ini, tapi tidak untuk waktu berikutnya, terlalu lancang seorang perempuan menyentuh dan mengangkat panggilan dari handphone laki-laki lain yang tidak punya hubungan apa-apa dengan mu"


Mendengar ucapan Gerald seketika Julia mengerat kan telapak tangan nya, wajahnya cukup memerah, dan perasaan malu serta marah menghantam dirinya.


Gerald bergerak cepat menjauhi dirinya sambil laki-laki itu berkata.


"Keluar dari ruangan ku secepat nya sebelum security yang bergerak mengusir mu, Julia"

__ADS_1


"Gerald...maaf kan aku tapi kita harus bicara"


Perempuan tersebut mencoba mengejar langkah laki-laki tersebut, tapi Gerald bergerak dengan begitu terburu-buru, seolah-olah ada sesuatu yang buruk barusan saja terjadi.


Entahlah Julia tidak tahu tapi seseorang yang menghubungi Gerald adalah suara seorang perempuan, tapi...


Daddy?!.


Kata-kata itu mengganggu fikiran nya.


Daddy? maksudnya bagaimana?.


"Gerald please..."


Alih-alih peduli dengan Julia, laki-laki tersebut lebih memilih melesat pergi menuju ke pintu elevator, dia meninggal kan Julia yang berjalan terseok-seok mencoba mengejar langkah nya.


Bastian menarik paksa Venus?! kemana?!.


Kekhawatiran Gerald jelas membuncah, dia Fikir apa yang diinginkan Bocah laki-laki itu.


Apa Bastian akan berlaku hal yang tidak-tidak pada Venus?!.


Buru-buru laki-laki itu mencoba menghubungi seseorang dari balik handphone nya.

__ADS_1


__ADS_2