
Disisi lain
Apartemen utama Yolanda
Andrew sejak tadi hanya bisa mondar-mandir disepanjang ruangan apartemen tersebut, dia gelisah dengan perihal putri nya, entahlah dia merasa belum bisa melepas kan Venus untuk Gerald dengan berbagai macam alasan.
Pertama, karena laki-laki tersebut dirasanya tidak tegas soal Perempuan yang ada hubungannya dengan semua orang di masa lalu, dia ingat bagaimana Gerald memilih Linda dan melepas kan Eliza dan dia menganggap betapa kurang tegasnya laki-laki tersebut bertindak.
Kedua, putra Gerald dan Linda lamban laut takut akan menjadi batu hantaman terbesar untuk hubungan Gerald dan Venus.
Ditengah kegelisahan berat Andrew, Yolanda terlihat sibuk membuat kan kopi untuk laki-laki tersebut, bola matanya melirik ke arah Andrew untuk beberapa waktu kemudian dia kembali fokus pada pekerjaan nya.
"Begitu gelisah?"
Tanya Yolanda pelan sambil bergerak membawakan kopi hangat menuju kearah meja bulat yang ada di ruang tamu, dia meletakkan gelas kopi tersebut secara perlahan, kemudian dia bergerak mendekati Andrew yang terlihat berdiri dengan gelisah menatap kearah televisi dihadapan mereka.
"Cukup membuat gelisah"
Laki-laki tersebut mulai bicara, seolah-olah ingin mengeluarkan semua isi perasaan nya.
"Soal Venus dan Gerald?"
__ADS_1
Tanya Yolanda lagi.
"Kamu bisa melihat nya dengan jelas"
Lanjut Andrew lagi sambil menghela pelan nafasnya.
"Aku khawatir Gerald tidak bisa menepati janjinya, tidak bisa berlaku tegas bahkan tidak bisa membuat Linda bahkan Bastian untuk menjauhi Venus"
"Aku takut dia tetap bersikap seperti hampir 19 tahun yang lalu"
"Bayangkan bagaimana bodoh nya laki-laki itu dimasa lalu? mau di tipu bahkan hingga belasan tahun lama nya"
"Aku sebenarnya tidak menikung, tapi dia yang memberikan ruang hingga aku menikahi Elizabeth dan meskipun aku akui itu memang harapan ku, tapi menyerahkan Venus pada laki-laki tersebut jelas membuat ku gusar dan takut"
Mendengar keluh kesah Andrew, Yolanda terlihat diam untuk beberapa waktu, kemudian dia mulai berkata.
"Tidakkah Daddy tahu? manusia belajar dewasa bahkan lebih bijaksana dari pengalaman terdahulu, terkadang kegagalan yang dulu akan menghasilkan pembelajaran tersendiri untuk diri kita hingga akhirnya membuat kita justru lebih hati-hati dan teliti kedepannya"
Ucap Yolanda sembari menoleh kearah Andrew, dia menyentuh lengan laki-laki tersebut dan membiarkan Andrew duduk di atas kursi sofa diikuti oleh dirinya.
"Ujung dari sesuatu yang kita sebut pencapaian selalu dikisahkan karena adanya sebuah perjalanan. Dan perjalanan adalah proses yang dimulai dari titik awal sehingga menghasilkan akhir. "
__ADS_1
Saat Yolanda berkata begitu, Andrew seketika menoleh kearah Yolanda, dia menatap perempuan muda itu dengan tatapan tidak percaya akan kedewasaan Yolanda.
"Jangan menyesali apa yang terjadi, sebab ketika seseorang menyesali yang terjadi, kita artinya mendustakan takdir yang diberikan Allah"
Lanjut Yolanda sambil menatap balik Andrew.
"Jangan lupa jika sejarah dulu berubah, Gerald tahu kebohongan dan kebusukan Linda, artinya tidak ada Venus hari ini, dan tidak ada pertemuan antara kita, Dad"
Setelah berkata begitu Yolanda membuang pandangannya.
"Daddy tahu?"
Ucap Yolanda lagi, Andrew terlihat diam, mencoba menelaah setiap ucapan perempuan yang ada di samping nya tersebut.
"Tuhan menyembunyikan kapan waktu kita meraih kemenangan, karena Tuhan ingin tahu seberapa besar kita berusaha dan bertahan demi terwujudkan keinginan itu, Begitu juga soal kisah kehidupan Gerald"
"Jangan terlalu khawatir kan soal apapun, cukup yakinkan diri jika Gerald Mampu melindungi perempuan yang dia cintai"
Setelah berkata begitu Yolanda mulai meraih remote control yang ada di atas meja, Menukar acara televisi secara perlahan.
Andrew terlihat diam, dia fikir ucapan Yolanda ada benarnya juga, kenapa dia harus gelisah? tidak mungkin seseorang yang gagal akan dengan bodohnya mau mengulangi Kesalahan yang sama berkali-kali kecuali orang tersebut bodoh dan terlalu pasrah dengan keadaan.
__ADS_1
Dia kenapa malah seperti anak kecil dan kalah atas dasar logika Yolanda yang jauh berfikiran terbuka dan dewasa di usia muda nya.