
Venus jelas gelagapan saat Bastian menyeret langkah nya hingga membawa nya ke arah parkiran, dia melangkah ter seok-seok karena laki-laki tersebut.
itu yang tidak pernah Venus suka dari Bastian, tiap kali marah emosionalisme Bastian begitu tinggi, laki-laki tersebut sangat sulit sekali mengontrol tingkat emosinya.
Tiap kali mereka bertengkar dulu, Bastian bahkan tidak enggan memperlakukan dirinya seperti itu.
Menyeret langkah nya atau bicara dengan nada yang tinggi.
Meskipun tidak tahu bagaimana sikap Gerald, tapi Venus yakin mereka memiliki watak yang jauh berbeda melihat bagaimana cara Gerald merespon keadaan soal perdebatan dengan Daddy nya semalam.
Dalam hitungan detik Bastian memasukkan dirinya ke mobil Secara paksa.
"Bastian, kau menyakiti ku"
Pekik Venus dengan perasaan kesal.
Alih-alih peduli dengan pekikan Venus, Bastian membanting pintu mobil nya dengan kasar, kemudian laki-laki tersebut berjalan memutar dan langsung membuka pintu mobil kemudi lantas masuk ke sana.
Laki-laki itu menyalakan mobil nya dan melaju pergi dengan cepat dari sana.
__ADS_1
Disisi lain Yolanda terlihat berteriak kesal.
"Bastian... sialan..."
Yolanda mencoba mengejar langkah Bastian yang sulit dia gapai, dua teman Bastian menahan gerakan nya.
"Kalian, menyingkir dari hadapan ku atau aku akan menghajar kalian"
Yolanda bersiap memasang kuda-kuda.
Siapa yang tidak tahu dengan sepak terjang Yolanda? gadis cantik yang memiliki keahlian beladiri tersebut jelas harus dihindari secepat nya, jika tidak ingin terjadi penganiayaan yang berakhir pada istilah babak belur bersama dan menjadi penghuni sejati rumah sakit dengan fasilitas lengkap namun harus di gentayangi berbagai macam jenis hantu yang bahkan tidak bisa mereka hitung satu per satu.
Begitu Yolanda mulai ingin menghajar mereka, bayangkan adegan film lawakan jaman dulu dimana para laki-laki lari terbirit-birit kesana-kemari hingga terpental dan terpelanting ke sisi kiri dan kanan ruangan diiringi musik lawas dimana sang pianis nya menekan tiap tuts-tuts nada yang jelas kekurangan nada yang bikin sakit kepala siapa pun yang mendengar nya.
"Yakkkkkk"
Yolanda berteriak dengan perasaan kesal, dia ikut berlarian kearah depan, mencoba mengejar langkah menuju kearah parkiran dan mencoba mengejar Venus dan Bastian sialan.
Maria Oh zialan terlihat menggeram kesal, dia langsung mencari keberadaan mobil nya, mencoba mengejar mobil yang di Kendarai Bastian dengan penuh kecemburuan.
__ADS_1
Sedangkan bola mata anak-anak kampus jelas saling bertatapan, melongok melihat adegan yang sebenarnya kurang begitu mereka pahami.
Tapi melihat sang idola kampus yang menyeret Venus, bisa mereka tebak, sesuatu yang tidak baik jelas terjadi pada Bastian.
Laki-laki itu merupakan idola kampus disana, siapapun kata nya jatuh cinta pada Bastian, aneh nya Yolanda sama sekali tidak tertarik dengan type Laki-laki seperti itu, dia fikir mata perempuan dan gadis di sana pasti mengalami masalah serius termasuk sahabat nya,Venus.
Alih-alih peduli lagi soal idola yang tidak begitu fenomenal, Yolanda secepat kilat menyambar handphone milik nya yang ada di kantung celananya.
Dia fikir dia harus menghubungi seseorang saat ini.
Yolanda jelas takut sesuatu yang buruk terjadi pada Venus.
Sebab dia tahu betul bagaimana buruk nya Sifat Bastian.
Si kadal buaya buntung yang suka itung-itung itu pasti bertindak nekat terhadap sahabat nya.
"Daddy....."
Yolanda langsung bicara begitu panggilan nya tersambung ke seberang sana.
__ADS_1