Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 50


__ADS_3

Gea merasa kepalanya menjadi berdenyut-denyut, dia baru tahu ketika seseorang menginginkan sesuatu akan sangat sulit sekali menghentikan nya.


Perempuan tersebut buru-buru berdiri dan berjalan menuju kearah depan, dia pikir dibawah sana terasa sedikit basah dan tidak nyaman.


Perbuatan tangan daddy nya sangat menyiksa, bahkan dia berjalan ke mobil dengan perasaan yang sulit di ungkapkan.


Laki-laki itu sangat me sum.


Rutuk Gea dalam hati nya.


Meskipun tidak di pungkiri dia sangat menikmati kemesu.man hakiki sang daddy nya.


Dia mencoba melambaikan tangan nya pada grandpa dan grandma nya saat Darrel mulai melajukan mobilnya


"daddy...."


Gea langsung merengek kesal, menatap kearah daddy nya dengan perasaan dongkol ketika mereka sudah berada di dalam mobil melaju menuju kearah sekolah nya.


Mendengar rengekan manja putrinya seketika Darrel terkekeh kecil, dia mengacak-acak rambut Gea untuk beberapa waktu.


"Bagaimana jika tadi aku berteriak histeris karena kelakuan daddy?"


Dia kembali merengek dan mengeluh sembari membenahi poninya, sejenak Gea memunyung kan bibir nya kemudian dia langsung membuang pandangannya.


Perempuan tersebut memejamkan bola matanya, mencoba menetralisir rasa di inti bawah nya, untungnya sudah tidak bergelora seperti tadi lagi.


Dia pikir bisa-bisanya sang daddy senakal itu tadi, bayangkan bagaimana jika grandma dan Grandpa nya tahu? Mereka pasti akan dibunuh pagi ini juga oleh kedua orang tersebut.


Bahkan bisa dia ingat bagaimana tadi dia mati-matian mencoba menahan suaranya, tidak bisa dia bayangkan seandainya tadi dia mengeluarkan suara erotisnya juga suara desahannya dan bayangkan bagaimana jika di bawah sana tiba-tiba banjir karena rasa nikmat dari tangan daddy nya?!.


Oh god.


Gea tidak berani membayangkan nya sama sekali.


Melihat ekspresi Gea yang benar-benar marah dan kesal karena peristiwa tadi seketika membuat Darrel secara perlahan menghentikan mobilnya, dia memilih menepi di jalanan sejenak dan bicara pada Gea.


"Maafkan Daddy"


Dan kata maaf yang begitu mahal seketika keluar dari mulut laki-laki tersebut, hal itu sontak membuat Gea terkejut. Siapa yang tidak tahu dengan Darrel, laki-laki tersebut tidak pernah meminta maaf kepada siapapun meskipun dia melakukan kesalahan besar sekalipun, bagi Darrel kata maaf adalah kata sakral yang tidak mungkin dia ucapkan untuk siapa saja, hanya orang yang boleh meminta maaf kepadanya dan jangan pernah bermimpi dia mau meminta maaf kepada orang lain jika dia berbuat salah.


Dan hari ini laki-laki tersebut bicara maaf kepada putri kecilnya yang juga adalah kekasih kecilnya.


Hal tersebut sontak membuat Gea langsung menoleh, dia menatap dalam bola mata daddy nya untuk waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Jangan pernah lagi marah pada daddy hmmm, itu sangat menyiksa untuk daddy"


Ucup laki-laki tersebut sembari menyentuh lembut wajah Gea, bola mata mereka saling bertaut dan menatap antara satu dengan yang lainnya, percayalah ada binar cinta di balik bola mata laki-laki itu untuk putrinya, dan ini terjadi setelah sekian lama Darrel tidak mengalami yang namanya jatuh cinta pada seseorang.


Sungguh terkutuk dirinya karena dia melewati masa puber kedua saat ini, dia benar-benar seperti laki-laki tua yang tidak tahu diri, yang hanya memikirkan soal cinta dan kepuasan di balik banyak pemikiran lainnya yang enggan dia pikirkan.


Mendengar ucapan daddy nya pada akhirnya membuat Gea menganggukkan kepalanya, dia meraih telapak tangan daddy nya dan membiarkan tangan itu terus berada di pipi kirinya, sejenak perempuan itu memejamkan bola matanya, kemudian dia membiarkan dirinya sejenak tenggelam dalam kehangatan tangan laki-laki tersebut.


Darrel terlihat diam, dia membiarkan dirinya menatap dalam perempuan yang ada di hadapan nya itu untuk beberapa waktu.


"Daddy sedang memikirkan soal sesuatu"


Ucap Darrel kemudian.


Mendengar ucapan daddy nya membuat Gea mengerutkan keningnya.


"Apa?"


"Kita belum pernah mencoba untuk ber cinta didalam mobil"


Bisik Laki-laki itu kemudian.


Gea jelas membulatkan bola matanya, dia terbelalak kaget mendengar ucapan daddy nya, mencoba untuk memundurkan tubuhnya sejenak.


"What? No!"


Gea menolak.


"Why we don't to try do it? Mari lakukan itu sekarang baby"


"Dad..."


Gea merengek, ingin protes tapi tiba-tiba Darrel dengan cepat menyambar tubuh nya, menariknya ke pelukan laki-laki tersebut dengan cekatan dan itu jelas bukan hal yang sulit bagi Darrel.


Gea yang memiliki tubuh kecil dan pendek Sangat mudah sekali di kuasai dan di angkat dimana sang daddy nya memiliki tubuh yang besar dan tinggi.


"Akhhhh"


Gea seketika terkejut dia takut jatuh kebelakang, memeluk leher Darrel seiringĀ  saat dia merasakan inti nya berada di atas inti Daddy nya yang telah mengejang entah sejak kapan, milik daddy nya seolah-olah siap untuk menghu jami milik nya saat ini juga.


Oh god.


"Ju.nior daddy telah menge.jang sejak tadi"

__ADS_1


Darrel berbisik, lantas menyambar cepat leher Gea, dia membuka kancing baju Gea dengan terburu-buru lantas dengan nakal menyambar da.da putri nya tersebut.


Posisi estetik mereka sangat mendukung untuk ber cinta di pagi hari, didalam mobil di pinggiran jalan sepi yang jarang dilalui kendaraan apapun, Darrel seolah-olah telah memperhitungkan nya dengan baik dan tepat.


"Oh dad...aku harus kesekolah"


Gea menge rang, tubuh nya mengejang saat dia merasa laki-laki tersebut mulai menyesap ****** milik nya, ujung dada nya mencuat dan dia Pikir daddy nya benar-benar mampu membuat tubuhnya menggeliat nakal seiring dibawah sana terasa berge sekan dengan sempurna, percayalah sangat mudah sekali laki-laki tersebut membuat inti nya basah.


"Kita mencoba nya sebentar di mobil sebelum kesekolah"


"Dad... Please aku akan basah dan bau..,"


Gea merengek, meminta Darrel jangan melakukan nya, meskipun bibir nya Berkata jangan Realita hati nya bertentangan, berharap lebih dari sentuhan daddy nya


Tapi dia jelas takut melakukan nya sekarang, dia mulai tahu setelah bercinta aroma tubuh mereka tidak akan baik-baik saja, basah dan bau akan mengganggu dirinya.


"Kita akan cari baju yang baru"


Darrel selalu punya cara untuk merayu putri nya, dia tidak suka ditolak, apapun keinginan nya harus terpenuhi bagaimana pun caranya dan itu benar-benar sifat terburuk nya.


"Akhhh dad"


Gea memeluk leher Darrel saat laki-laki itu menghisap da.da nya, dia yakin laki-laki tersebut membuat tanda merah lagi di sana, hisapan kuat nya sangat menyiksa, nyeri, geli dan nikmat bercampur aduk menjadi satu.


Intinya ber.kedut nakal dibawah sana seiring Gea memejamkan bola matanya saat Darrel dengan brutal mulai berganti peran dari memberikan tanda merah kini mulai menyusu di kedua dada nya secara bergantian.


"Aku tersiksa dad, please...oh.."


Gea pikir dia akan mati atas perlakuan Darrel saat ini, dia semakin mengencang kan pelukan nya pada leher Darrel saat laki-laki tersebut semakin gila memainkan dada nya.


tiba-tiba di bawah sana Darrel mulai membuang ce lana da lam nya dan memainkan inti nya nakal, dan sepersekian detik kemudian Darrel menurunkan resleting nya dan bersiap menghentakkan milik nya ke inti Gea yang telah basah sejak tadi.


Namun sayangnya belum sempat mereka saling menyatu dengan sempurna, satu suara ketukan di jendela mobil mengejutkan mereka.


Tokkkkk.


Tokkkkk.


"Darrel?"


Oh sh.it.


Satu suara samar-samar dan membuat Darrel mengumpat kesal.

__ADS_1


__ADS_2