
Mansion utama Gerald
Ruang tamu
Venus terlihat menatap laki-laki yang ada di hadapannya Sembari melebarkan senyuman nya, terlihat begitu bahagia saat tahu siapa yang barusan saja mengunjungi diri nya.
"Om Lim?"
Secepat kilat perempuan itu berhamburan memeluk laki-laki yang dia panggil Om tersebut.
Itu adalah Kakak laki-laki Mommy nya.
Satu-satunya laki-laki yang sering hilir mudik sering mengunjungi dirinya sejak dulu, memperhatikan kebutuhan nya dan Begitu memperhatikan seluruh keadaan nya tiap kali Daddy nya sibuk dengan urusan nya.
Dan ada yang membuat Venus sedih melihat laki-laki tersebut, dia tidak kunjung ingin menikah di usia nya yang setua itu padahal laki-laki tersebut begitu kharismatik dan tampan.
Fuhhhh
Perempuan itu menghela nafas nya.
"Apa dia memperlakukan kamu dengan baik?"
Tanya laki-laki itu pelan sambil menepuk-nepuk lembut punggung Venus.
Perempuan itu mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
"Dia begitu baik, katakan pada ku kenapa Om belum mau bertemu dengan Gerald?"
Ucap Venus sambil melepaskan pelukannya secara perlahan.
__ADS_1
Yah laki-laki itu hingga sejauh ini selalu berkata.
"Ini belum waktunya aku bertemu dengan diri nya"
Tidak tahu kenapa bisa begitu, rasanya begitu aneh.
Jangan kan bertemu dengan Gerald, laki-laki tersebut bahkan tidak pernah mau menemui Daddy Andrew nya tiap kali dia berkunjung menemui dirinya selama ini.
Seolah-olah sengaja untuk tidak menampakkan wajahnya pada siapapun, laki-laki tersebut lebih suka untuk mengunjungi dirinya diam-diam.
Venus seringkali di buat bertanya-tanya dengan sifat aneh laki-laki tersebut, tapi jawaban nya tetap sama.
"Ini belum waktunya untuk bertemu Daddy mu"
Om Lim nya seolah-olah sengaja menarik diri nya dari semua orang, berusaha untuk menyembunyikan identitas nya dan tidak ingin orang-orang tahu soal dirinya.
Sejenak bola mata Venus menangkap beberapa paper bag yang diletakkan oleh dua orang di samping kiri dan kanan mereka, Perempuan itu terlihat mengerut kan keningnya.
"Ini apa?"
Tanya Venus ke arah laki-laki tersebut.
"Itu untuk hadiah pernikahan"
Laki-laki tersebut menjawab sambil mengembang kan senyuman nya.
"Ini begitu banyak"
"Bukankah Aku sudah berjanji untuk memberikan nya hadiah pernikahan jika kamu berhasil menikah dengan Gerald? jadi Om menepati janji Om pada mu"
__ADS_1
Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat wajah Venus memerah karena malu-malu.
Yah sedikit banyak nya bukankah hubungan itu berlanjut karena campur tangan laki-laki tersebut?!.
Kemarin laki-laki tersebut berkata.
"Ketika kamu menyukai seseorang tunjukkan lah ketertarikan sedikit lebih agresif, jika tidak suka pada seseorang maka tinggalkanlah, aku fikir Bastian tidak pantas untuk mu, ada baik nya kamu memilih setuju untuk mengakhiri hubungan kalian"
Begitu Bastian mengajak nya putus rasanya Venus menjadi begitu tertekan dan sedih, tapi laki-laki tersebut berkata dia dan Bastian memang tidak pantas bersama.
Tapi saat dia tanya kenapa laki-laki tersebut tidak mau menjelaskan alasan nya lebih mendetail nya, Om nya hanya berkata mereka memang tidak cocok bersama.
Begitu dia bercerita soal Gerald, laki-laki tersebut dengan cepat berkata.
"Dia laki-laki yang baik, pergilah menjemput kebahagiaan mu bersama nya"
"Apa aku harus mengunjungi Linda? Om bilang ada yang harus aku berikan kepada nya?"
Tanya Venus tiba-tiba, Perempuan itu bertanya sembari menelisik bola mata laki-laki itu untuk beberapa waktu.
"Sebenarnya aku sedikit takut mengunjungi nya, bagaimana jika dia tidak menyukai ku dan mengusir ku dari rumah nya?"
Lanjut Venus lagi dengan perasaan sedikit khawatir.
"Pergilah, kau tahu? dia perempuan yang baik, bahkan tidak ada perempuan sebaik dirinya yang aku kenal selama hidup ku, dia hanya menutupi kebaikan nya karena rasa kecewa nya pada semua orang di masa lalu"
Setelah berkata begitu laki-laki tersebut mengembang kan senyuman nya.
"Berikan saja ini pada nya, percayalah saat melihat ini dia tidak mungkin tidak menyukai mu"
__ADS_1