Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Berjuang untuk melepaskan diri


__ADS_3

"Kau paham sekarang? buka Mata mu lebar-lebar dan berhenti bermimpi"


Ucap Bastian lagi.


Seketika Venus tercekat, dia fikir bisa jadi ucapan Bastian benar. laki-laki itu mana mungkin mau menikahinya kalau tidak telah mengambil malam pertamanya.


selera Gerald mungkin memang bener bukan diri nya, sebab laki-laki dewasa mana yang suka dengan anak kecil seperti nya.


apalagi laki-laki sekelas Gerald, yang mapan memiliki segala-galanya, seusia Daddy nya, tampan dan jelas menjadi incaran kaum perempuan mana pun yang ada di dunia ini.


Jadi terlalu naif jika dia berfikir Gerald benar-benar jatuh cinta pada nya dan mau menikahi dirinya karena cinta.


Bisa jadi dia yang terlalu berharap pada laki-laki tersebut.


di tengah gejolak perasaan Venus yang berkecamuk menjadi satu ketika mendengarkan ucapan Bastian yang menyakitkan, tiba-tiba Bastian dengan gerakan yang begitu kasar langsung berusaha menyambar tubuhnya dan menghempaskan nya ke atas kasur.


Bastian mulai bergerak menggila, mencoba untuk memaksa membuka pakaian nya dengan kasar.


"Bastian lepaskan, kau ingin memperkosa ku"


Pekik Venus sambil berusaha menahan gerakan Bastian, dia mencoba untuk memberontak ketika laki-laki itu mencoba menindih tubuh nya.


"Diam dan nikmati saja"

__ADS_1


Mendengar ucapan Bastian jelas membuat Perempuan itu histeris, dia merinding dan merasakan kejijikan tersendiri dengan cara Bastian.


ketika Bastian memaksa untuk mencium nya Venus sekuat tenaganya menahan wajah dan dagu Bastian, dan Venus memaksa dirinya agar bisa bangun secepat mungkin.


Pergulatan terus terjadi, dimana Bastian memaksa dan ingin memperkosa nya sedangkan Venus berusaha untuk melepaskan diri dan melarikan diri dengan sekuat tenaga nya.


Tangis Venus pecah, seperti duel antara hidup dan mati dia mencoba melepaskan cengkraman Bastian di atas kasur tersebut.


Bastian benar-benar menggila dan menjadi begitu kasar serta tidak terkendali.


Entah setan apa. yang merasuki laki-laki tersebut hingga membuat Bastian seolah-olah berubah menjadi orang lain bagi Venus.


Venus terus berjuann dengan perjuangan penuh, seketika dia mencoba menggigit lengan Bastian dan....


"Akhhhhh"


Venus buru-buru kabur dari sana begitu pegangan Bastian terlepas, Sembari menangis dia berusaha keluar dari ruangan kamar tersebut dan mencoba untuk menggapai pintu depan tapi....


Bugggg


Siapa sangka sebuah pukulan menghantam diri nya tepat di Tengkuk nya.


Venus secara refleks terkejut dan,

__ADS_1


Brakkkkkk


Perempuan itu terjatuh ke lantai.


Rasanya seolah-olah sesuatu menghantam di leher belakang nya, begitu berat dan menyakit kan, seolah-olah baru saja di hantam oleh tegangan listrik yang tinggi dia terjatuh begitu saja.


Begitu dia tumbang, Venus masih bisa menatap ke arah sisi kanan nya, bisa dia lihat Bastian bergerak dan mendekati dirinya sambil menggenggam sebuah tongkat kecil di tangan nya.


Laki-laki tersebut menyeringai sambil menjongkokkan tubuhnya, dia menatap Venus untuk beberapa waktu.


Laki-laki itu membiarkan kedua kakinya menopang tubuh nya kemudian Bastian menyentuh wajah Venus sambil berkata.


"Bukankah aku sudah bilang? diam dan rasakan, kita akan menikmati sore yang sama seperti kamu menikmati malam indah bersama Daddy ku"


Setelah berkata begitu Bastian tertawa kecil.


Bisa dia rasakan Bastian mencoba menggendong tubuh nya, sedangkan keadaan Venus rasanya begitu tidak berdaya.


Pukulan keras tadi Secara perlahan mengganggu kesadaran nya.


"Aku tidak menyangka kau sebajingan ini bas"


Ucap Venus lirih, Begitu lirih.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar putra Gerald? kau dan laki-laki itu berbanding terbalik 180°"


Tambahnya seiring hilang nya kesadaran diri nya secara perlahan.


__ADS_2